Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an

Kompas.com, 4 Maret 2026, 21:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setiap bulan Ramadan, umat Islam menanti satu malam yang sarat makna: Nuzulul Qur’an.

Momentum ini diyakini sebagai awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yang kemudian menjadi titik mula risalah Islam bagi seluruh umat manusia.

Lantas, kapan malam 17 Ramadan 2026 diperingati? Bagaimana sejarah turunnya Al-Qur’an, dan amalan apa saja yang dianjurkan untuk menghidupkannya?

Kapan Malam Nuzulul Qur’an 2026?

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, 17 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Jumat, 6 Maret 2026. Malam Nuzulul Qur’an sendiri dimulai sejak terbenamnya matahari pada Kamis, 5 Maret 2026.

Di Indonesia, peringatan ini umumnya diisi dengan pengajian, khataman Al-Qur’an, doa bersama, hingga kajian tafsir di masjid maupun musala.

Meski terdapat perbedaan pandangan mengenai tanggal persis turunnya Al-Qur’an, mayoritas umat Islam di Tanah Air memperingatinya setiap 17 Ramadan.

Baca juga: Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW

Apa Itu Nuzulul Qur’an?

Secara bahasa, istilah nuzul berasal dari kata Arab nazala yang berarti “turun”. Dalam konteks keislaman, Nuzulul Qur’an dimaknai sebagai peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam buku Ulumul Qur’an karya Dr. P.M. Gunawan Nst, dijelaskan bahwa Al-Qur’an diyakini diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia, lalu disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.

Proses penyampaiannya tidak berlangsung sekaligus. Wahyu diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun, 13 tahun periode Makkah dan 10 tahun periode Madinah, hingga menjelang wafatnya Rasulullah SAW.

Sejarah Turunnya Wahyu Pertama

Sejarah Nuzulul Qur’an merujuk pada turunnya lima ayat pertama Surah Al-‘Alaq kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, Jabal Nur, sekitar 6 kilometer dari Kota Makkah.

Dalam buku Sejarah Agama & Kepercayaan Dunia karya Siti Fauziyah, disebutkan peristiwa tersebut terjadi pada 17 Ramadan tahun 610 M, ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun.

Malaikat Jibril datang dan memerintahkan Nabi untuk membaca dengan lafaz “Iqra” (bacalah). Riwayat yang dikutip dalam berbagai kitab tafsir menjelaskan, Jibril memeluk Nabi tiga kali sebelum membacakan ayat-ayat tersebut.

Peristiwa inilah yang menjadi awal kerasulan sekaligus penanda dimulainya wahyu sebagai pedoman hidup manusia.

Menurut Tim Tafsir Ilmiah Salman ITB dalam Tafsir Salman, momentum tersebut bukan sekadar pengalaman spiritual, melainkan fondasi peradaban baru yang menekankan ilmu pengetahuan, literasi, dan tauhid.

Baca juga: 5 Amalan Malam Nuzulul Quran Beserta Sejarah Singkatnya

Mengapa Al-Qur’an Diturunkan Bertahap?

Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, melainkan berangsur-angsur. Dalam Surah Al-Isra ayat 106 dijelaskan bahwa wahyu diturunkan perlahan agar mudah dipahami dan diamalkan.

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an menyebutkan beberapa hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara bertahap, antara lain:

  • Menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan dakwah.
  • Memberi kemudahan bagi umat Islam untuk menghafal dan memahami isi wahyu.
  • Menjawab persoalan sosial yang muncul secara kontekstual pada masa itu.

Pendekatan gradual ini memperlihatkan bagaimana Al-Qur’an hadir tidak hanya sebagai teks suci, tetapi juga sebagai solusi atas dinamika kehidupan masyarakat.

Perbedaan Pendapat tentang Waktu Nuzulul Qur’an

Sebagian ulama berpendapat Nuzulul Qur’an terjadi pada 17 Ramadan, merujuk pada turunnya wahyu pertama.

Namun ada pula pandangan yang mengaitkannya dengan Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir Ramadan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5.

Dalam perspektif tafsir, sebagian ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara global ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, lalu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun.

Perbedaan ini tidak dipandang sebagai pertentangan, melainkan variasi penjelasan atas dua tahap turunnya wahyu.

Baca juga: Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Terkait Peristiwa Turunnya Al-Quran di Bulan Ramadhan

Amalan yang Dianjurkan saat Malam Nuzulul Qur’an

Malam Nuzulul Qur’an menjadi momentum memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah. Sejumlah amalan yang dianjurkan antara lain:

1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an menjadi amalan utama. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menekankan pentingnya menghidupkan malam-malam Ramadan dengan tilawah.

2. Berdzikir dan Memperbanyak Doa

Dzikir merupakan bentuk penguatan spiritual. Surah Al-Ankabut ayat 45 menegaskan bahwa mengingat Allah memiliki keutamaan besar dalam kehidupan seorang Muslim.

3. Shalat Malam

Dalam hadis yang diriwayatkan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Awsath, disebutkan bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada qiyamul lail atau shalat malam.

4. I’tikaf

Berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, terutama pada malam-malam Ramadan.

Menghidupkan Spirit Literasi dari “Iqra”

Menariknya, wahyu pertama yang turun justru perintah membaca. Dalam buku Membumikan Al-Qur’an karya M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa kata “Iqra” tidak sekadar bermakna membaca teks, tetapi juga meneliti, memahami, dan merenungkan realitas.

Artinya, Nuzulul Qur’an bukan hanya seremoni tahunan. Ia adalah pengingat bahwa Islam dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan dan pencarian kebenaran.

Lebih dari Sekadar Peringatan

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, Nuzulul Qur’an mengajak umat Islam kembali pada akar spiritualitas: membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an secara utuh.

Malam 17 Ramadan 2026 bukan hanya penanda sejarah turunnya wahyu pertama, tetapi juga kesempatan memperbarui komitmen terhadap nilai-nilai ilahi. Pertanyaannya kini, sudahkah kita menyambutnya dengan persiapan terbaik?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Aktual
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Aktual
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Aktual
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Aktual
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Aktual
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Aktual
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Aktual
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Aktual
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
Aktual
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Aktual
Persiapan Musim Haji 2027: Petugas Wajib Ikut Diklat Barak, Kemenhaj Bentuk Daker Khusus Armuzna
Persiapan Musim Haji 2027: Petugas Wajib Ikut Diklat Barak, Kemenhaj Bentuk Daker Khusus Armuzna
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Mekkah, Diduga Kelelahan Saat Menjalani Ibadah
Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Mekkah, Diduga Kelelahan Saat Menjalani Ibadah
Aktual
Imigrasi Soekarno-Hatta Percepat Kepulangan Jamaah Haji dengan Teknologi SCG
Imigrasi Soekarno-Hatta Percepat Kepulangan Jamaah Haji dengan Teknologi SCG
Aktual
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Tolak RUU Israel Batasi Pengeras Suara Azan
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Tolak RUU Israel Batasi Pengeras Suara Azan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com