KOMPAS.com - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, perjalanan pulang ke kampung halaman terasa seperti perjalanan penuh makna untuk kembali berkumpul dengan keluarga.
Namun di balik suasana haru dan bahagia, perjalanan mudik sering kali tidak mudah. Kemacetan panjang, perubahan pola makan, kelelahan, hingga kondisi cuaca dapat memengaruhi kesehatan selama perjalanan.
Oleh karena itu, selain mempersiapkan pakaian dan perlengkapan perjalanan, ada satu hal yang tidak boleh terlupakan yaitu membawa obat-obatan penting sebagai pertolongan pertama.
Baca juga: 6.859 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan, Kemenag Atur Mudik, Nyepi, dan Idul Fitri 2026
Obat ini bisa menjadi penyelamat ketika kondisi tubuh tiba-tiba menurun di tengah perjalanan.
Tak hanya itu, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa ketika melakukan perjalanan jauh agar perjalanan tetap aman, lancar, dan mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Berikut beberapa obat yang sebaiknya dibawa saat mudik Lebaran serta doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika bepergian.
Perjalanan mudik biasanya berlangsung cukup lama, bahkan bisa memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari tergantung jarak dan moda transportasi yang digunakan.
Menurut lembaga kesehatan dunia, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perjalanan jauh dapat memicu berbagai gangguan kesehatan ringan seperti mabuk perjalanan, dehidrasi, hingga gangguan pencernaan.
Selain itu, kondisi tubuh yang kelelahan juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih rentan terserang flu atau demam.
Oleh karena itu, membawa obat dasar dalam tas perjalanan dapat membantu mengantisipasi kondisi darurat tanpa harus mencari apotek di tengah perjalanan.
Baca juga: Pendaftaran Mudik Gratis Polres Bogor 2026 Dibuka 7–8 Maret, Ini Link Registrasinya
Berikut beberapa obat penting yang sebaiknya disiapkan sebelum berangkat mudik.
Mabuk perjalanan atau motion sickness sering terjadi saat seseorang bepergian menggunakan mobil, kapal, pesawat, atau kereta.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini terjadi karena adanya perbedaan antara gerakan yang dilihat mata dan sinyal yang diterima telinga bagian dalam.
Gejala yang muncul biasanya berupa:
Karena itu, membawa obat anti mabuk perjalanan dapat membantu mengurangi gejala tersebut selama perjalanan.
Namun perlu diingat, sebagian obat jenis ini dapat menyebabkan kantuk sehingga sebaiknya dikonsumsi pada waktu yang tepat.
Kelelahan selama perjalanan sering kali membuat tubuh lebih rentan terserang flu.
Kondisi ini bisa terjadi karena hormon stres yang meningkat dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga virus lebih mudah menyerang.
Apalagi jika perjalanan dilakukan menggunakan transportasi umum yang memungkinkan terjadinya pertukaran droplet antar penumpang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya siapkan obat flu dan batuk sebagai pertolongan pertama jika gejala mulai muncul.
Selama perjalanan mudik, pola makan biasanya berubah. Tidak sedikit orang yang terlambat makan atau justru mengonsumsi makanan yang tidak biasa.
Kondisi ini dapat memicu gangguan lambung seperti:
Apalagi setelah sebulan berpuasa, sistem pencernaan sedang dalam masa penyesuaian.
Membawa obat lambung bisa menjadi langkah antisipasi agar gangguan pencernaan tidak mengganggu perjalanan.
Baca juga: Tol Yogyakarta–Bawen Segmen Ambarawa–Bawen Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026
Demam adalah salah satu gejala umum yang bisa muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi.
Menurut Better Health Channel, demam terjadi ketika suhu tubuh meningkat di atas suhu normal, biasanya akibat paparan virus atau bakteri.
Meski tidak selalu menandakan penyakit serius, demam tetap perlu ditangani dengan cepat agar kondisi tubuh tidak semakin menurun.
Karena itu, obat penurun demam sebaiknya selalu tersedia dalam tas perjalanan.
Perjalanan mudik identik dengan berbagai hidangan lezat saat bertamu ke rumah keluarga atau kerabat.
Namun perubahan jenis makanan, makanan pedas, atau kebersihan makanan yang kurang terjaga dapat memicu diare.
Jika hal ini terjadi saat perjalanan atau saat bersilaturahmi, tentu akan sangat merepotkan.
Untuk itu, membawa obat diare bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan tersebut dengan lebih cepat.
Bagi sebagian orang, alergi bisa muncul secara tiba-tiba ketika terpapar debu, makanan tertentu, atau perubahan lingkungan.
Gejala alergi biasanya berupa:
Karena itu, obat antihistamin atau obat alergi penting untuk dibawa, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi.
Selain obat-obatan, perlengkapan pertolongan pertama juga sebaiknya tersedia selama perjalanan.
Beberapa perlengkapan yang bisa dibawa antara lain:
Perlengkapan ini dapat membantu menangani luka ringan yang mungkin terjadi selama perjalanan.
Bahkan, perlengkapan tersebut juga bisa membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan pertama.
Bagi seseorang yang memiliki penyakit tertentu, membawa obat rutin adalah hal yang sangat penting.
Misalnya obat untuk penderita:
Obat-obatan ini biasanya berasal dari resep dokter dan harus dikonsumsi secara teratur.
Karena itu, pastikan obat tersebut selalu dibawa dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau selama perjalanan.
Selain mempersiapkan kebutuhan fisik selama perjalanan, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT ketika hendak melakukan perjalanan jauh.
Dalam buku “Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah” karya H. Muhammad Rahmatullah, disebutkan bahwa sahabat Abdullah bin Sarjis meriwayatkan doa yang sering dibaca Rasulullah SAW ketika melakukan perjalanan.
Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَمِنْ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْنِ وَمِنْ دَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَمِنْ سُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ
Allāhumma antash-shāhibu fis-safari wal-khalīfatu fil-ahl.
Allāhummaṣ-ḥabnā fī safarinā wakhlufnā fī ahlinā.
Allāhumma innī a'ūdzu bika min wa'tsā'is-safari wa kaābatil-munqalabi wa minal-ḥauri ba'dal-kauni wa min da'watil maẓlūmi wa min sū'il-manẓari fil-ahli wal-māl.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan dan Penjaga bagi keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sertailah kami dalam perjalanan kami dan jagalah keluarga kami. Aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, kesedihan saat kembali, dari keadaan buruk setelah baik, dari doa orang yang dizalimi, serta dari keburukan yang menimpa keluarga dan harta." (HR Tirmidzi)
Baca juga: Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya
Dalam buku “Al-Adzkar” karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa doa perjalanan merupakan bentuk tawakal seorang Muslim kepada Allah SWT ketika melakukan safar.
Perjalanan sering kali penuh dengan risiko yang tidak terduga, sehingga memohon perlindungan kepada Allah menjadi bagian penting dari adab perjalanan dalam Islam.
Dengan membaca doa, seorang Muslim diharapkan mendapatkan:
Mudik Lebaran memang identik dengan perjalanan panjang yang melelahkan. Namun dengan persiapan yang matang, perjalanan bisa terasa lebih nyaman dan aman.
Membawa obat-obatan penting dapat menjadi langkah antisipasi ketika kondisi kesehatan menurun di tengah perjalanan.
Sementara itu, membaca doa perjalanan merupakan bentuk ikhtiar spiritual agar perjalanan selalu berada dalam perlindungan Allah SWT.
Jadi sebelum berangkat mudik, pastikan semua kebutuhan sudah dipersiapkan dengan baik, mulai dari pakaian, makanan ringan, obat-obatan, hingga doa.
Dengan begitu, perjalanan pulang ke kampung halaman tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan yang penuh keberkahan.