SAMARINDA, KOMPAS.com – Pengelola Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Masjid yang menjadi ikon religi di tepian Sungai Mahakam ini diprediksi akan dipadati puluhan ribu jemaah.
Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur, Irianto Lambrie, memastikan seluruh aspek telah disiapkan secara maksimal.
“Secara umum kami sudah siap. Baik dari sisi tempat, fasilitas, maupun petugas pelaksana. Pengurus sudah bekerja sejak jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang biasanya sangat besar saat Salat Id,” ujar Irianto saat ditemui di Islamic Center, Selasa (17/3/2026).
Masjid Baitul Muttaqien atau Islamic Center Samarinda merupakan salah satu landmark religi terbesar di Kalimantan Timur.
Baca juga: Israel Tutup Masjid Al-Aqsa hingga Idul Fitri, Apakah Berpotensi Permanen?
Berdiri di kawasan Teluk Lerong Ulu, tepat di tepi Sungai Mahakam, masjid ini diresmikan pada 2008 dan dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Dengan arsitektur bergaya Timur Tengah, masjid ini memiliki tujuh menara yang menjadi ciri khas.
Menara utamanya menjulang setinggi sekitar 99 meter, dikelilingi enam menara lainnya yang sarat makna simbolis dalam Islam.
Irianto mengungkapkan, daya tampung masjid sangat besar jika seluruh area dimanfaatkan, termasuk halaman luar.
“Masjid ini kapasitasnya bisa mencapai 40.000 sampai 45.000 jemaah jika sampai ke halaman. Jadi kalau seluruh area digunakan, dari dalam sampai halaman luar, jumlah jemaah yang tertampung sangat besar,” kata Irianto.
Untuk area dalam bangunan utama hingga selasar, kapasitasnya sekitar 20.000 jemaah. Namun saat Salat Id, jemaah biasanya meluber hingga ke halaman.
“Kalau hanya di dalam dan selasar saja, kurang lebih sekitar 20.000 orang. Tapi biasanya saat Salat Id, jemaah meluber sampai halaman,” ujarnya.
BPIC juga telah menetapkan petugas utama untuk pelaksanaan Salat Id tahun ini. Khatib akan diisi oleh Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Zurqoni, sementara imam dipimpin oleh Adi Abdillah Al-Hafidz.
“Kami sudah menetapkan khatib dan imamnya. Selain itu juga kami siapkan petugas cadangan, karena pengalaman sebelumnya kadang ada kendala mendadak. Jadi semuanya sudah diantisipasi,” kata Irianto.
Selain kesiapan teknis ibadah, pengelola juga melakukan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
“Selama dua setengah bulan saya di sini, kita benahi semuanya. Eskalator yang sebelumnya mati sekarang sudah berfungsi kembali. Pintu-pintu yang rusak di bagian depan juga sudah diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, perawatan ini penting mengingat usia bangunan yang telah mencapai sekitar 18 tahun.
Tak hanya itu, BPIC juga memastikan pasokan listrik dan air tetap aman saat hari raya, termasuk menyiapkan genset cadangan serta berkoordinasi dengan PLN dan PDAM.
Salah satu fokus utama adalah kualitas sound system agar khutbah dan imam tetap terdengar jelas hingga ke luar area masjid.
“Sound system menjadi perhatian utama karena jemaah sangat banyak. Kita optimalkan agar suara bisa terdengar sampai radius sekitar satu kilometer,” kata Irianto.
Hal ini penting agar jemaah yang berada di halaman tetap dapat mengikuti jalannya ibadah dengan baik.
Pengamanan juga diperketat menjelang Salat Id. BPIC menyiagakan 16 personel sekuriti yang berjaga selama 24 jam dengan sistem shift.
“Kami punya 16 personel sekuriti yang bekerja dengan sistem shift. Jadi keamanan di kawasan ini tetap terjaga selama 24 jam,” ujarnya.
Pengawasan juga didukung sistem CCTV di berbagai titik strategis yang dapat dipantau langsung melalui ponsel.
Irianto pun mengingatkan jemaah agar lebih waspada terhadap barang bawaan, terutama kendaraan.
“Kadang ada jemaah yang lupa mencabut kunci motor. Hal-hal seperti itu sering terjadi. Jadi kami juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada,” katanya.
Menjelang hari raya, BPIC mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama pelaksanaan Salat Id.
“Kami harap jemaah bisa menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan di area masjid,” ujar Irianto.
Ia juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak di tengah kerumunan serta memanfaatkan fasilitas penitipan barang yang telah disediakan.
“Kami juga mengingatkan agar kendaraan diparkir di tempat yang sudah ditentukan. Jangan parkir di pintu gerbang karena bisa menghambat akses keluar masuk,” ujarnya.
Berbagai imbauan tersebut telah disosialisasikan melalui surat edaran, radio, hingga media sosial.
“Kami sudah menyampaikan imbauan melalui berbagai saluran. Harapannya, pelaksanaan shalat Id nanti bisa berjalan tertib, lancar, dan khusyuk,” kata Irianto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang