Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

100 Ribu Al Quran Iluminasi Tionghoa Diluncurkan di Masjid Istiqlal, Simbol Harmoni Islam dan Budaya Nusantara

Kompas.com, 16 Maret 2026, 20:48 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Agama bersama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk pengadaan 100 ribu Al Quran Iluminasi Tionghoa. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Senin (16/3/2026).

MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Ketua Umum PITI Serian Wijatno sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat persatuan bangsa melalui pendekatan budaya dan keagamaan.

“Jangan dikira wakaf Al Quran hanya membahagiakan penerima. Sebelum mereka bahagia, Tuhan lebih dahulu menitipkan kebahagiaan kepada orang yang memberi,” ujar Menag Nasaruddin Umar dilansir dari Antaranews.

Baca juga: Tradisi Peringatan Nuzulul Quran di Indonesia, dari Seribu Tumpeng hingga Khataman Al-Quran

Simbol Harmoni Islam dan Budaya

Menurut Nasaruddin Umar, inisiatif pengadaan Al Quran dengan sentuhan seni Tionghoa ini bukan sekadar penyediaan kitab suci, melainkan simbol kuat harmoni serta kekayaan budaya Islam yang tumbuh di Nusantara.

Ia menegaskan bahwa perbedaan budaya seharusnya tidak dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai kekayaan bangsa.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk memperindah kehidupan. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang indah dan harus kita rawat bersama,” ujarnya.

Sentuhan motif Tionghoa dalam mushaf tersebut berada pada bagian iluminasi atau seni hiasan halaman, bukan pada teks ayat suci. Dengan demikian, teks Al Quran tetap mengikuti standar tashih dan tidak mengalami perubahan sedikit pun.

Bukti Akulturasi Islam dan Tionghoa

Ketua Umum PITI Serian Wijatno mengatakan kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa).

Menurutnya, mushaf dengan iluminasi khas Tionghoa ini menjadi bukti bahwa Islam mampu bersanding harmonis dengan keragaman budaya Nusantara.

Ia menjelaskan bahwa hubungan antara Islam dan etnis Tionghoa di Indonesia telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

“Eksistensi Al Quran dengan desain iluminasi Tionghoa ini seperti melengkapi narasi sejarah panjang Islam sejak era Laksamana Cheng Ho hingga penyebaran Islam di pesisir Nusantara. Terjadi proses akulturasi yang damai,” ujar Serian.

“Islam tidak menghapus identitas budaya, melainkan memperkayanya,” tambahnya.

Ornamen Tionghoa dalam Mushaf

Iluminasi pada mushaf ini menampilkan berbagai ornamen khas budaya Tionghoa, seperti motif awan, bunga teratai, serta perpaduan warna merah dan emas yang dipadukan dengan kaidah penulisan khat Arab.

Perpaduan estetika tersebut menunjukkan bahwa unsur budaya Tionghoa telah menjadi bagian dari mozaik kebudayaan Islam di Indonesia.

Baca juga: Museum Makkah Pajang Al-Qur’an Raksasa 3 Meter, Terbesar di Dunia

Serian menegaskan bahwa kolaborasi antara PITI, Kementerian Agama, dan Masjid Istiqlal dalam pengadaan mushaf ini merupakan wujud nyata harmoni antara agama dan budaya.

“Kerja sama antara PITI, Kementerian Agama, dan Masjid Istiqlal dalam pengadaan Al Quran Iluminasi Tionghoa adalah wujud nyata dari harmoni budaya dan agama,” kata Serian Wijatno.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah seni mushaf Al Quran di Indonesia, tetapi juga memperkuat pesan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, yang mampu hidup berdampingan dengan berbagai budaya secara damai.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar