TUBAN, KOMPAS.com - Tradisi pernikahan pada malam ke-29 Ramadhan atau "malem songo" tetap menjadi momen sakral favorit di Kabupaten Tuban.
Tahun ini, 358 pasangan telah mendaftarkan pernikahan mereka untuk dilangsungkan pada malam penuh berkah tersebut.
Tradisi Jawa ini dipercaya memiliki keistimewaan khusus, sehingga banyak pasangan mengabaikan hitungan hari, weton, atau neptu yang biasa jadi pertimbangan.
Kasubag Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kantor Kemenag Tuban, Masyhari, mencatat lonjakan pendaftar setiap tahun.
Baca juga: Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia dan Maknanya dalam Islam
"Tahun 2024 ada 303 pasangan, dan Tahun 2025 naik jadi 425 pasangan, dan tahun ini ada 358 pasangan,” ujar Masyhari saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2026).
Dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban, Kecamatan Plumpang unggul dengan 49 pendaftar, diikuti Semanding 40 pasangan, disusul Kecamatan Palang dan Soko, masing - masing 30 pendaftar.
Kecamatan Tuban dan Widang, masing - masing 25 pendaftar, Kecamatan Rengel dan Parengan, masing-masing 20 pendaftar, Kecamatan Bangilan 17 Pendaftar, Kecamatan Merakurak dan Grabagan, masing - masing 15 pendaftar.
Selanjutnya, Kecamatan Jenu ada 14 pendaftar, dan Montong terdapat 12 pendaftar, Kecamatan Senori ada 11, Kecamatan Kerek terdapat 10 pendaftar dan Kenduruhan ada 7 pendaftar
Sedangkan Kecamatan Jatirogo terdapat 6 pendaftar, dan paling sedikit di Kecamatan Bancar, Singgahan, dan Tambakboyo, masing-masing 4 pasangan.
Menurutnya, pendaftaran wajib dilakukan minimal 10 hari sebelumnya dan nama calon pengantin diumumkan di papan KUA untuk transparansi.
Baca juga: Tradisi Peringatan Nuzulul Quran di Indonesia, dari Seribu Tumpeng hingga Khataman Al-Quran
Pasangan yang terlambat mendaftar harus urus dispensasi camat dengan tujuan agar persiapannya matang termasuk bimbingan perkawinan di KUA.
"Kami pastikan administrasi lengkap, rukun nikah sesuai, serta jadwal akad tepat,," ungkap Masyhari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang