Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Islamic Center Samarinda Siap Tampung 45 Ribu Jemaah, Shalat Id Diprediksi Membeludak

Kompas.com, 17 Maret 2026, 19:37 WIB
Pandawa Borniat,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com – Pengelola Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah.

Masjid yang menjadi ikon religi di tepian Sungai Mahakam ini diprediksi akan dipadati puluhan ribu jemaah.

Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur, Irianto Lambrie, memastikan seluruh aspek telah disiapkan secara maksimal.

“Secara umum kami sudah siap. Baik dari sisi tempat, fasilitas, maupun petugas pelaksana. Pengurus sudah bekerja sejak jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang biasanya sangat besar saat Salat Id,” ujar Irianto saat ditemui di Islamic Center, Selasa (17/3/2026).

Masjid Baitul Muttaqien atau Islamic Center Samarinda merupakan salah satu landmark religi terbesar di Kalimantan Timur.

Baca juga: Israel Tutup Masjid Al-Aqsa hingga Idul Fitri, Apakah Berpotensi Permanen?

Berdiri di kawasan Teluk Lerong Ulu, tepat di tepi Sungai Mahakam, masjid ini diresmikan pada 2008 dan dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Dengan arsitektur bergaya Timur Tengah, masjid ini memiliki tujuh menara yang menjadi ciri khas.

Menara utamanya menjulang setinggi sekitar 99 meter, dikelilingi enam menara lainnya yang sarat makna simbolis dalam Islam.

Kapasitas Hingga 45.000 Jemaah

Irianto mengungkapkan, daya tampung masjid sangat besar jika seluruh area dimanfaatkan, termasuk halaman luar.

“Masjid ini kapasitasnya bisa mencapai 40.000 sampai 45.000 jemaah jika sampai ke halaman. Jadi kalau seluruh area digunakan, dari dalam sampai halaman luar, jumlah jemaah yang tertampung sangat besar,” kata Irianto.

Untuk area dalam bangunan utama hingga selasar, kapasitasnya sekitar 20.000 jemaah. Namun saat Salat Id, jemaah biasanya meluber hingga ke halaman.

“Kalau hanya di dalam dan selasar saja, kurang lebih sekitar 20.000 orang. Tapi biasanya saat Salat Id, jemaah meluber sampai halaman,” ujarnya.

Khatib dan Imam Sudah Ditetapkan

BPIC juga telah menetapkan petugas utama untuk pelaksanaan Salat Id tahun ini. Khatib akan diisi oleh Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Zurqoni, sementara imam dipimpin oleh Adi Abdillah Al-Hafidz.

“Kami sudah menetapkan khatib dan imamnya. Selain itu juga kami siapkan petugas cadangan, karena pengalaman sebelumnya kadang ada kendala mendadak. Jadi semuanya sudah diantisipasi,” kata Irianto.

Fasilitas Dibenahi, Eskalator Kembali Berfungsi

Selain kesiapan teknis ibadah, pengelola juga melakukan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.

“Selama dua setengah bulan saya di sini, kita benahi semuanya. Eskalator yang sebelumnya mati sekarang sudah berfungsi kembali. Pintu-pintu yang rusak di bagian depan juga sudah diperbaiki,” ujarnya.

Ia menambahkan, perawatan ini penting mengingat usia bangunan yang telah mencapai sekitar 18 tahun.

Tak hanya itu, BPIC juga memastikan pasokan listrik dan air tetap aman saat hari raya, termasuk menyiapkan genset cadangan serta berkoordinasi dengan PLN dan PDAM.

Sound System Tembus 1 Kilometer

Salah satu fokus utama adalah kualitas sound system agar khutbah dan imam tetap terdengar jelas hingga ke luar area masjid.

“Sound system menjadi perhatian utama karena jemaah sangat banyak. Kita optimalkan agar suara bisa terdengar sampai radius sekitar satu kilometer,” kata Irianto.

Hal ini penting agar jemaah yang berada di halaman tetap dapat mengikuti jalannya ibadah dengan baik.

Keamanan Diperketat, CCTV 24 Jam

Pengamanan juga diperketat menjelang Salat Id. BPIC menyiagakan 16 personel sekuriti yang berjaga selama 24 jam dengan sistem shift.

“Kami punya 16 personel sekuriti yang bekerja dengan sistem shift. Jadi keamanan di kawasan ini tetap terjaga selama 24 jam,” ujarnya.

Pengawasan juga didukung sistem CCTV di berbagai titik strategis yang dapat dipantau langsung melalui ponsel.

Irianto pun mengingatkan jemaah agar lebih waspada terhadap barang bawaan, terutama kendaraan.

“Kadang ada jemaah yang lupa mencabut kunci motor. Hal-hal seperti itu sering terjadi. Jadi kami juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada,” katanya.

Imbauan untuk Jemaah

Menjelang hari raya, BPIC mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama pelaksanaan Salat Id.

“Kami harap jemaah bisa menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan di area masjid,” ujar Irianto.

Ia juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak di tengah kerumunan serta memanfaatkan fasilitas penitipan barang yang telah disediakan.

“Kami juga mengingatkan agar kendaraan diparkir di tempat yang sudah ditentukan. Jangan parkir di pintu gerbang karena bisa menghambat akses keluar masuk,” ujarnya.

Baca juga: 100 Ribu Al Quran Iluminasi Tionghoa Diluncurkan di Masjid Istiqlal, Simbol Harmoni Islam dan Budaya Nusantara

Berbagai imbauan tersebut telah disosialisasikan melalui surat edaran, radio, hingga media sosial.

“Kami sudah menyampaikan imbauan melalui berbagai saluran. Harapannya, pelaksanaan shalat Id nanti bisa berjalan tertib, lancar, dan khusyuk,” kata Irianto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Hukum dan Niatnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Hukum dan Niatnya
Aktual
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Aktual
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Aktual
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Aktual
Parenting 'Orang Kaya' Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Parenting "Orang Kaya" Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Aktual
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Aktual
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Aktual
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Aktual
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Aktual
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Doa dan Niat
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Aktual
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com