Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Arab Saudi Lebih Bahagia daripada AS dan Inggris di 2026?

Kompas.com, 25 Maret 2026, 06:25 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Arab Saudi mencatat lonjakan signifikan dalam World Happiness Report 2026, naik 15 peringkat ke posisi 22 dunia. Menariknya, posisi ini menempatkan kerajaan tersebut di atas negara-negara besar seperti Amerika Serikat (peringkat 23) dan Inggris (peringkat 29).

Fenomena ini memunculkan pertanyaan: mengapa Arab Saudi kini dinilai lebih bahagia dibanding negara Barat tersebut?

Reformasi Besar Ubah Kualitas Hidup

Kunci utama lonjakan kebahagiaan Arab Saudi terletak pada transformasi besar melalui program Vision 2030.

Reformasi ini membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari peningkatan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur modern, hingga hadirnya berbagai ruang publik, taman, dan pusat hiburan.

Baca juga: Arab Saudi Melejit! Kini Lebih Bahagia dari AS dan Inggris di 2026

Program seperti Quality of Life Program secara khusus dirancang untuk membuat kota lebih nyaman dan layak huni. Warga kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati waktu luang bersama keluarga.

Ahmed Al-Dosari, seorang polisi di Dammam, mengungkapkan perubahan tersebut terasa jelas.

“Sekarang lebih banyak taman, acara, dan aktivitas keluarga. Orang-orang jadi lebih nyaman keluar rumah dan berkumpul.”

Faktor Sosial Lebih Kuat dari Sekadar Ekonomi

Laporan ini tidak hanya mengukur kekayaan, tetapi juga kualitas hubungan sosial.

Beberapa indikator utama meliputi dukungan sosial, kebebasan memilih jalan hidup, tingkat kepercayaan, serta persepsi terhadap korupsi.

Peneliti menemukan bahwa negara dengan ikatan komunitas kuat dan kehidupan sosial aktif cenderung lebih bahagia.

Sara Al-Tamimi, guru di Riyadh, mengatakan perubahan sosial sangat terasa.

“Sekarang banyak konser, festival, dan tempat baru. Ini menciptakan suasana positif dan membuat orang punya sesuatu untuk dinantikan.”

Mengapa AS dan Inggris Tertinggal?

Meski memiliki ekonomi besar, Amerika Serikat dan Inggris menghadapi tantangan yang memengaruhi tingkat kebahagiaan, seperti meningkatnya stres kehidupan urban, berkurangnya interaksi sosial, serta ketimpangan sosial yang masih tinggi.

Sebaliknya, Arab Saudi dinilai berhasil meningkatkan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kehidupan sosial, yang berdampak langsung pada kepuasan hidup masyarakat.

Skor Kebahagiaan dan Tren Global

Arab Saudi mencatat skor evaluasi hidup sebesar 6,817 dari 10, berdasarkan survei 2023–2025.

Sementara itu, negara-negara Nordik seperti Finlandia masih mendominasi posisi teratas berkat kepercayaan sosial tinggi, sistem kesejahteraan kuat, dan institusi yang stabil.

Namun, kenaikan Arab Saudi menjadi salah satu yang paling mencolok tahun ini, menunjukkan tren positif yang berkelanjutan.

Optimisme Jadi Kunci

Transformasi yang terjadi tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa secara psikologis.

Baca juga: Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es

Warga kini lebih optimistis terhadap masa depan, memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, dan merasakan peningkatan kualitas hidup secara nyata.

Dengan Vision 2030 yang terus berjalan, Arab Saudi menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang komunitas, kesempatan, dan harapan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Niat Puasa 6 Hari Syawal, Ini Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya
Niat Puasa 6 Hari Syawal, Ini Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Surat Al Kahfi Lengkap: Arab, Terjemahan, dan Keutamaan Membacanya di Hari Jumat
Surat Al Kahfi Lengkap: Arab, Terjemahan, dan Keutamaan Membacanya di Hari Jumat
Doa dan Niat
Kisah Qurh, Jejak Kota Dagang Kuno di Tengah Gurun Arab Saudi
Kisah Qurh, Jejak Kota Dagang Kuno di Tengah Gurun Arab Saudi
Aktual
Puasa Syawal 2026 sampai Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resmi Berdasarkan Kalender Kemenag
Puasa Syawal 2026 sampai Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resmi Berdasarkan Kalender Kemenag
Aktual
Ogoh-ogoh hingga Sound Horeg Meriahkan Halalbihalal di Indramayu, Karnaval Desa Krasak Sedot Ribuan Warga
Ogoh-ogoh hingga Sound Horeg Meriahkan Halalbihalal di Indramayu, Karnaval Desa Krasak Sedot Ribuan Warga
Aktual
Mengapa Arab Saudi Lebih Bahagia daripada AS dan Inggris di 2026?
Mengapa Arab Saudi Lebih Bahagia daripada AS dan Inggris di 2026?
Aktual
Niat Puasa Qadha Ramadhan yang Benar, Lengkap Bacaan dan Waktu Pelaksanaannya
Niat Puasa Qadha Ramadhan yang Benar, Lengkap Bacaan dan Waktu Pelaksanaannya
Doa dan Niat
Doa Shalat Dhuha Pembuka Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Shalat Dhuha Pembuka Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
17 Tahun Lebaran di Tokyo Tak Semeriah Indonesia, Tapi Hangat oleh Kebersamaan
17 Tahun Lebaran di Tokyo Tak Semeriah Indonesia, Tapi Hangat oleh Kebersamaan
Aktual
Hukum Shalat dan Puasa Jika Haid Tidak Lancar, Ini Penjelasan Ulama
Hukum Shalat dan Puasa Jika Haid Tidak Lancar, Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Cara Sujud Sahwi dan Panduan Saat Lupa Jumlah Rakaat Saat Shalat
Cara Sujud Sahwi dan Panduan Saat Lupa Jumlah Rakaat Saat Shalat
Doa dan Niat
Cara Daftar Nikah di KUA 2026, Ini Alur Offline dan Online yang Wajib Diketahui
Cara Daftar Nikah di KUA 2026, Ini Alur Offline dan Online yang Wajib Diketahui
Aktual
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Aktual
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com