Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ogoh-ogoh hingga Sound Horeg Meriahkan Halalbihalal di Indramayu, Karnaval Desa Krasak Sedot Ribuan Warga

Kompas.com, 25 Maret 2026, 06:31 WIB
Add on Google
Handhika Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

INDRAMAYU, KOMPAS.com – Warga Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, punya cara unik dalam merayakan halalbihalal usai Idul Fitri.

Mereka menggelar Karnaval Krasak Sahitya Raksa dengan arak-arakan ogoh-ogoh hingga dentuman sound horeg yang memecah suasana, Selasa (24/3/2026) malam.

Sejak sore hari, ribuan warga sudah tumpah ruah di sepanjang jalan desa untuk mempersiapkan acara. Selepas shalat Magrib, suasana semakin semarak saat ogoh-ogoh mulai diarak, diiringi musik keras khas sound horeg.

Baca juga: Halalbihalal Digabung atau Dipisah? Ini Penulisan yang Benar Menurut KBBI

Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif, mengatakan karnaval ini telah digelar selama puluhan tahun dan menjadi tradisi turun-temurun warga.

“Karnaval ini merupakan yang ke-52 kali digelar. Artinya, tradisi ini sudah berlangsung selama 52 tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, karnaval ogoh-ogoh merupakan puncak rangkaian halalbihalal warga. Sebelumnya, desa juga mengadakan berbagai kegiatan seperti lomba kaligrafi, busana muslim, hingga hafalan Al-Qur’an.

Selain itu, digelar pula festival budaya yang menampilkan tarian dan kesenian tradisional seperti berokan.

“Puncaknya malam ini ogoh-ogoh diarak keliling desa,” kata Arif.

Sebanyak 19 dari 20 RT di Desa Krasak turut ambil bagian dengan menampilkan ogoh-ogoh hasil karya masing-masing. Bahkan, persiapan sudah dilakukan sejak sebelum bulan Ramadhan.

Satu RT lainnya tetap ikut memeriahkan acara dengan menghadirkan kereta odong-odong.

Arif menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan gotong royong warga.

“Tahun ini kami mengangkat tema Kisah Legenda Nusantara. Setiap tahun temanya selalu berbeda,” jelasnya.

Dalam karnaval tersebut, peserta tidak hanya menampilkan ogoh-ogoh, tetapi juga mempresentasikan cerita di balik karya mereka. Salah satunya kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.

Karya terbaik dan paling edukatif akan mendapatkan hadiah utama sebesar Rp 3 juta.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya jadi hiburan, tapi juga sarana edukasi agar warga kembali mengenal cerita rakyat nusantara,” tambahnya.

Antusiasme warga pun sangat tinggi. Ribuan penonton, baik dari dalam maupun luar desa, memadati sepanjang rute karnaval di sekitar Balai Desa Krasak.

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jatibarang menuju Indramayu Kota sempat mengalami kemacetan panjang. Polisi bersama panitia turun langsung untuk mengatur lalu lintas.

Salah satu penonton, Opi Riharjo (37), warga Cikedung, mengaku sengaja berhenti untuk menyaksikan karnaval saat melintas.

“Lagi lewat, jadi sekalian nonton. Seru banget,” ujarnya.

Baca juga: 20 Ide Tulisan Halalbihalal Keren untuk Banner, Undangan, dan Poster Lebaran

Sementara itu, Ahmad (25), warga Desa Krasak, menyebut karnaval ini selalu menjadi momen yang paling ditunggu setiap tahun.

“Setiap tahun selalu ramai, tapi tahun ini lebih meriah. Cuaca juga mendukung,” katanya.

Karnaval ogoh-ogoh ini pun kembali menegaskan bahwa tradisi lokal dapat menjadi ruang kebersamaan, hiburan, sekaligus pelestarian budaya di tengah masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
Aktual
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Aktual
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Aktual
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Aktual
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Aktual
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Aktual
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
Aktual
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di 'Kota Tenda'
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di "Kota Tenda"
Aktual
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Aktual
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Aktual
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Aktual
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Aktual
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com