Editor
KOMPAS.com - Arab Saudi mencatat lonjakan signifikan dalam World Happiness Report 2026, naik 15 peringkat ke posisi 22 dunia. Menariknya, posisi ini menempatkan kerajaan tersebut di atas negara-negara besar seperti Amerika Serikat (peringkat 23) dan Inggris (peringkat 29).
Fenomena ini memunculkan pertanyaan: mengapa Arab Saudi kini dinilai lebih bahagia dibanding negara Barat tersebut?
Kunci utama lonjakan kebahagiaan Arab Saudi terletak pada transformasi besar melalui program Vision 2030.
Reformasi ini membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari peningkatan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur modern, hingga hadirnya berbagai ruang publik, taman, dan pusat hiburan.
Baca juga: Arab Saudi Melejit! Kini Lebih Bahagia dari AS dan Inggris di 2026
Program seperti Quality of Life Program secara khusus dirancang untuk membuat kota lebih nyaman dan layak huni. Warga kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati waktu luang bersama keluarga.
Ahmed Al-Dosari, seorang polisi di Dammam, mengungkapkan perubahan tersebut terasa jelas.
“Sekarang lebih banyak taman, acara, dan aktivitas keluarga. Orang-orang jadi lebih nyaman keluar rumah dan berkumpul.”
Laporan ini tidak hanya mengukur kekayaan, tetapi juga kualitas hubungan sosial.
Beberapa indikator utama meliputi dukungan sosial, kebebasan memilih jalan hidup, tingkat kepercayaan, serta persepsi terhadap korupsi.
Peneliti menemukan bahwa negara dengan ikatan komunitas kuat dan kehidupan sosial aktif cenderung lebih bahagia.
Sara Al-Tamimi, guru di Riyadh, mengatakan perubahan sosial sangat terasa.
“Sekarang banyak konser, festival, dan tempat baru. Ini menciptakan suasana positif dan membuat orang punya sesuatu untuk dinantikan.”
Meski memiliki ekonomi besar, Amerika Serikat dan Inggris menghadapi tantangan yang memengaruhi tingkat kebahagiaan, seperti meningkatnya stres kehidupan urban, berkurangnya interaksi sosial, serta ketimpangan sosial yang masih tinggi.
Sebaliknya, Arab Saudi dinilai berhasil meningkatkan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kehidupan sosial, yang berdampak langsung pada kepuasan hidup masyarakat.
Arab Saudi mencatat skor evaluasi hidup sebesar 6,817 dari 10, berdasarkan survei 2023–2025.
Sementara itu, negara-negara Nordik seperti Finlandia masih mendominasi posisi teratas berkat kepercayaan sosial tinggi, sistem kesejahteraan kuat, dan institusi yang stabil.
Namun, kenaikan Arab Saudi menjadi salah satu yang paling mencolok tahun ini, menunjukkan tren positif yang berkelanjutan.
Transformasi yang terjadi tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa secara psikologis.
Baca juga: Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Warga kini lebih optimistis terhadap masa depan, memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, dan merasakan peningkatan kualitas hidup secara nyata.
Dengan Vision 2030 yang terus berjalan, Arab Saudi menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang komunitas, kesempatan, dan harapan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang