Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Qurh, Jejak Kota Dagang Kuno di Tengah Gurun Arab Saudi

Kompas.com, 25 Maret 2026, 08:06 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Di tengah hamparan gurun Arab Saudi, reruntuhan kuno Qurh berdiri sunyi. Namun di balik keheningan itu, tersimpan kisah panjang tentang perdagangan, budaya, dan peradaban yang pernah berjaya ratusan tahun lalu.

Situs arkeologi Qurh yang terletak sekitar 20 kilometer di selatan Kota Tua AlUla ini menjadi saksi bisu pentingnya wilayah tersebut sebagai jalur penghubung antara utara dan selatan Semenanjung Arab.

Kota Persinggahan di Jalur Perdagangan Dunia

Pada masanya, Qurh merupakan bagian penting dari Wadi Al-Qura—sebuah kawasan subur yang menjadi titik persinggahan para pedagang.

Baca juga: Mengapa Arab Saudi Lebih Bahagia daripada AS dan Inggris di 2026?

Wilayah ini dilalui oleh Incense Route, salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia kuno. Melalui rute ini, kafilah membawa barang berharga seperti dupa dan rempah dari selatan menuju utara.

Letaknya yang strategis menjadikan Qurh sebagai pusat aktivitas ekonomi, titik pertemuan budaya, dan sekaligus kota transit bagi para pedagang lintas wilayah.

Hingga kini, sisa-sisa kejayaan Qurh masih bisa ditemukan di tengah bentang alam gurun yang dikelilingi pegunungan.

Para arkeolog menemukan berbagai peninggalan, seperti struktur bangunan kuno, pasar dan jalanan, serta pola arsitektur dari era awal Islam.

Temuan ini menunjukkan bahwa Qurh bukan sekadar tempat singgah, tetapi sebuah kota besar dengan aktivitas ekonomi dan sosial yang hidup.

Dari Qurh ke AlUla, Perubahan Pusat Peradaban

Seiring waktu, sekitar akhir abad ke-6 Hijriah, nama Qurh mulai meredup.

Peran kota ini kemudian digantikan oleh AlUla yang berkembang menjadi pusat permukiman baru di wilayah tersebut.

Meski demikian, jejak Qurh tetap menjadi bagian penting dari sejarah panjang kawasan ini.

Saat ini, upaya pelestarian terus dilakukan oleh otoritas setempat melalui penelitian, survei lapangan, dan penggalian arkeologi.

Kerja sama dengan peneliti internasional juga dilakukan untuk mengungkap lebih banyak cerita yang masih tersembunyi di bawah pasir gurun.

Baca juga: Banjir Bandang Ancam Arab Saudi, Peringatan Merah Dikeluarkan di Banyak Wilayah

Qurh bukan hanya sekadar reruntuhan. Ia adalah pengingat bahwa di tengah gurun yang tampak sunyi, pernah berdiri sebuah kota yang ramai oleh aktivitas manusia, perdagangan, dan pertukaran budaya.

Kini, ketika dunia kembali menoleh ke AlUla sebagai destinasi bersejarah, Qurh perlahan kembali “berbicara”—mengisahkan masa lalu yang membentuk peradaban di Semenanjung Arab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
MUI Ingatkan Masyarakat dan Orang Tua Waspadai Kampanye LGBT Berkedok HAM
MUI Ingatkan Masyarakat dan Orang Tua Waspadai Kampanye LGBT Berkedok HAM
Aktual
MUI Tegaskan Tetap Istiqamah Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT di Tengah Aksi Penolakan
MUI Tegaskan Tetap Istiqamah Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT di Tengah Aksi Penolakan
Aktual
Amalan Hari Asyura 10 Muharram, Ternyata Tidak Hanya Berpuasa
Amalan Hari Asyura 10 Muharram, Ternyata Tidak Hanya Berpuasa
Aktual
Mengenal Hari Asyura 10 Muharram dan Keutamaannya bagi Umat Islam
Mengenal Hari Asyura 10 Muharram dan Keutamaannya bagi Umat Islam
Aktual
DPR Setujui Anggaran Rp 4,5 Triliun untuk Pesantren Tahun 2027
DPR Setujui Anggaran Rp 4,5 Triliun untuk Pesantren Tahun 2027
Aktual
Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial
Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial
Aktual
?Niat Puasa Asyura Lengkap Tulisan Arab, Keutamaan dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
?Niat Puasa Asyura Lengkap Tulisan Arab, Keutamaan dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
Doa dan Niat
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Aktual
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
Aktual
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Aktual
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Doa dan Niat
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
Aktual
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com