Editor
KOMPAS.com – Otoritas cuaca Arab Saudi mengeluarkan peringatan serius terkait cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut.
National Center for Meteorology (NCM) memperingatkan potensi hujan lebat hingga badai petir yang dapat memicu banjir bandang, mulai Senin hingga Selasa dini hari.
Peringatan ini dibagi dalam tiga level, yakni merah, oranye, dan kuning, dengan tingkat risiko berbeda di masing-masing wilayah.
Baca juga: Arab Saudi Melejit! Kini Lebih Bahagia dari AS dan Inggris di 2026
Level tertinggi atau peringatan merah mencakup sejumlah wilayah utama, termasuk:
Di wilayah-wilayah tersebut, hujan deras diperkirakan terjadi sejak pagi hingga dini hari, disertai:
Kondisi ini dinilai berbahaya bagi aktivitas luar ruang maupun perjalanan.
Sementara itu, peringatan oranye menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang tetap berisiko, terutama di beberapa wilayah Asir seperti Rijal Almaa dan Mahayil; bagian wilayah Makkah; Al-Jouf, termasuk Sakaka dan Dumat Al-Jandal dan; sebagian Riyadh dan Tabuk.
Wilayah ini juga berpotensi mengalami angin aktif, kabut tebal, banjir lokal dan penurunan jarak pandang.
Untuk peringatan kuning, kondisi cuaca relatif lebih ringan dengan hujan intensitas rendah, terutama di wilayah Tabuk, termasuk Tabuk, Neom, Umluj, Haql, dan Jabal Al-Lawz.
Meski ringan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
NCM mengimbau warga dan pengunjung untuk:
- Menghindari area rawan banjir
- Tidak bepergian saat kondisi cuaca memburuk
- Memantau informasi resmi cuaca secara berkala
- Mengikuti arahan otoritas setempat
Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Jabal Al Lawz Berubah Jadi Negeri Musim Dingin
Cuaca ekstrem ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu di kawasan Timur Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang