Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Lebaran Penyintas Banjir di Gayo Lues, Doa dan Isak Tangis Warnai Suasana Makam Tanpa Pusara

Kompas.com, 23 Maret 2026, 17:22 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Banjir bandang dan longsor terjadi di Desa Agusen, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada November 2025 dan berdampak besar terhadap permukiman serta area pemakaman warga.

Material lumpur, kayu, dan batu yang terbawa arus menghantam permukiman serta berdampak pada tiga kompleks pemakaman lama yang telah ada sejak masa kolonial.

Dilansir dari Antara, peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 700 jenazah hanyut akibat bencana tersebut.

Hilangnya makam tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga mengganggu tradisi masyarakat dalam menjaga hubungan dengan leluhur, termasuk pada tradisi ziarah kubur saat Idul Fitri 1447 Hijriah.

Baca juga: Cerita Lebaran Penyintas Banjir Aceh Timur, dari Pohon Pengingat Sujud hingga Tradisi Meugang

Sejak dulu, tradisi mengunjungi makam keluarga saat Hari Raya Idul Fitri menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Gayo.

Kondisi tersebut memunculkan tantangan sosial dan psikologis bagi masyarakat penyintas bencana.

Warga yang terdampak kini melakukan ziarah kini terpaksa memanjatkan doa di lokasi pemakaman massal tanpa penanda.

Salah satu warga, Tengku Riandi bersama warga yang datang ke lokasi pemakaman massal pun lantas memanjatkan doa ziarah kubur tanpa memiliki titik pasti untuk berziarah.

Pasalnya, kini, ziarah dilakukan secara kolektif di satu hamparan tanah tanpa nisan atau identitas makam.

Salah satu warga, Seriah (55), mengaku tidak lagi mengetahui lokasi makam anggota keluarganya.

“Saya tidak tahu lagi di mana kubur ayah saya,” ucap Seriah lirih.

Ia juga kehilangan jejak makam adiknya, Nurdin, yang dikenal sebagai hafiz Al-Quran dan imam madrasah di desa tersebut.

"Sedihlah nak, tulang bapakku di sini. Makanya aku nggak ziarah kemarin nak. Pas aku tengok berpikir aku mungkin ada salah satu anakku, tulang bapak mamakku, saudara-saudaraku di situ. Adikku yang baru meninggal berapa-berapa bulan nak, dah hanyut semua," kata Seriah.

Data Dampak Banjir di Gayo Lues 

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mencatat sebanyak 279 keluarga terdampak bencana di Desa Agusen.

Dari jumlah tersebut, 155 kepala keluarga masih tinggal di hunian sementara yang dibangun oleh TNI AD di bawah koordinasi BNPB.

Total kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp7,6 triliun, meliputi kerusakan permukiman, infrastruktur, dan lahan pertanian.

Proses Pemakaman Ulang dan Pemulihan

Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk penanganan kawasan pemakaman yang terdampak.

Warga melakukan evakuasi jenazah setelah kondisi air memungkinkan. Tulang-belulang dan sisa kain kafan ditemukan di antara material banjir, kemudian dikumpulkan dan dimakamkan kembali di lokasi yang lebih aman.

"Pemindahan ini pun baru bisa dilakukan sekitar satu minggu setelah bencana karena air itu masih keruh. Jadi kalau air itu agak keruh kan nggak nampak tulang-tulang tu, seperti kain kafannya nggak nampak. Setelah airnya itu agak jernih barulah kami cari tulang-tulang yang sudah hanyut itu," kata Riandi.

Selain pemulihan fisik, warga membutuhkan pendampingan psikososial untuk menghadapi trauma dan ketidakpastian pascabencana.

Kepastian terkait lahan tempat tinggal dan pemakaman juga menjadi perhatian utama masyarakat.

Pemulihan menyeluruh dinilai penting agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah kehilangan yang dialami akibat bencana.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini



Terkini Lainnya
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Aktual
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Aktual
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Doa dan Niat
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com