Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PELNI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 2 April 2026

Kompas.com, 23 Maret 2026, 16:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan seiring berakhirnya masa libur panjang Idul Fitri 1447 H.

Sejumlah operator transportasi, termasuk PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan penumpang.

Dilansir dari Antara, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memprediksi puncak arus balik tahun ini terjadi pada Kamis (2/4).

"Puncak arus balik, kami prediksi terjadi pada 2 April 2026 dengan proyeksi sebanyak 27.009 penumpang,” kata Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Terjebak Macet Saat Arus Balik, Bagaimana Shalat? Ini Panduan Lengkapnya

Penjualan Tiket Arus Balik Capai 171 Ribu

Hingga Senin (23/3/2026), total penjualan tiket untuk periode arus balik tercatat mencapai 171.438 tiket.

Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali ke daerah perantauan menggunakan transportasi laut.

Sebelumnya, PELNI mencatat telah melayani sebanyak 316 ribu penumpang pada periode arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi keberangkatan dari 6 hingga 22 Maret 2026.

Kini, PELNI telah bersiap menyambut arus balik Lebaran yang berlangsung pada 23 Maret hingga 6 April 2026 dengan komitmen memberikan pelayanan optimal kepada seluruh penumpang.

Langkah Antisipasi dan Kesiapan Armada

Untuk menghadapi lonjakan penumpang, PELNI menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadirkan Mudik Nyaman Bersama.

Di antaranya penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan, penambahan personel pelayanan, serta peningkatan tenaga pengamanan.

Selain itu, perusahaan memastikan seluruh armada dalam kondisi laik laut guna menjamin kelancaran perjalanan selama periode angkutan Lebaran.

Imbauan untuk Gunakan Pemesanan Tiket Resmi

PELNI mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket agar segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi. Hal ini untuk menghindari kehabisan kuota maupun pembelian tiket tidak resmi.

Penumpang juga diminta untuk mematuhi protokol keselamatan selama berada di atas kapal serta menjaga kebersihan selama perjalanan.

“Kami selalu utamakan keamanan dan kenyamanan penumpang dengan menerapkan 'safety first', 'zero accident' dan 'service excellent',” kata dia.

Ia menambahkan, kru kapal siap memberikan bantuan kepada penumpang selama pelayaran berlangsung.

Komitmen Menjaga Kualitas Layanan Transportasi Laut

PELNI menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan transportasi laut nasional yang aman, nyaman, dan andal selama Angkutan Lebaran 1447 Hijriah, baik pada arus mudik maupun arus balik.

Saat ini, PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dengan singgah di 75 pelabuhan.

Selain itu, terdapat 30 trayek kapal perintis yang melayani wilayah 3TP dengan total 516 ruas dan 2.515 rute di 229 pelabuhan. PELNI juga mengoperasikan 18 kapal rede.

Untuk sektor logistik, PELNI menjalankan delapan trayek tol laut serta satu trayek khusus kapal ternak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Kepulangan Jemaah Umrah 18 April 2026, Ini Sanksi Jika Melanggar
Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Kepulangan Jemaah Umrah 18 April 2026, Ini Sanksi Jika Melanggar
Aktual
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 24, 28 dan 29 Maret 2026
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 24, 28 dan 29 Maret 2026
Aktual
Cerita Lebaran Penyintas Banjir di Gayo Lues, Doa dan Isak Tangis Warnai Suasana Makam Tanpa Pusara
Cerita Lebaran Penyintas Banjir di Gayo Lues, Doa dan Isak Tangis Warnai Suasana Makam Tanpa Pusara
Aktual
Hukum Memejamkan Mata ketika Shalat, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Memejamkan Mata ketika Shalat, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Cerita Lebaran Penyintas Banjir Aceh Timur, dari Pohon Pengingat Sujud hingga Tradisi Meugang
Cerita Lebaran Penyintas Banjir Aceh Timur, dari Pohon Pengingat Sujud hingga Tradisi Meugang
Aktual
PELNI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 2 April 2026
PELNI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 2 April 2026
Aktual
Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Safar, Bisa Dikerjakan Saat Hendak Mudik dan Kembali ke Perantauan
Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Safar, Bisa Dikerjakan Saat Hendak Mudik dan Kembali ke Perantauan
Doa dan Niat
Shalat Tahajud: Tata Cara, Niat, dan Doa Lengkap Sesuai Sunnah
Shalat Tahajud: Tata Cara, Niat, dan Doa Lengkap Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
Puasa Syawal atau Qadha Dulu? Ini Penjelasan Hukum dan Prioritas dalam Islam
Puasa Syawal atau Qadha Dulu? Ini Penjelasan Hukum dan Prioritas dalam Islam
Aktual
Masjid Tertua di Jeddah Terungkap, Jejak 1.300 Tahun Sejarah dan Perdagangan Dunia Ditemukan
Masjid Tertua di Jeddah Terungkap, Jejak 1.300 Tahun Sejarah dan Perdagangan Dunia Ditemukan
Aktual
Arab Saudi Keluarkan Aturan Baru Umrah 2026, Jemaah Wajib Pulang Sebelum 18 April atau Terancam Sanksi
Arab Saudi Keluarkan Aturan Baru Umrah 2026, Jemaah Wajib Pulang Sebelum 18 April atau Terancam Sanksi
Aktual
Arab Saudi Melejit! Kini Lebih Bahagia dari AS dan Inggris di 2026
Arab Saudi Melejit! Kini Lebih Bahagia dari AS dan Inggris di 2026
Aktual
Bacaan Tahlil Lengkap dan Doa Ziarah Kubur Orang Tua: Arab, Latin dan Artinya
Bacaan Tahlil Lengkap dan Doa Ziarah Kubur Orang Tua: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
MUI Soroti Larangan Shalat Idul Fitri di Al Aqsa, Umat Islam Diminta Melawan
MUI Soroti Larangan Shalat Idul Fitri di Al Aqsa, Umat Islam Diminta Melawan
Aktual
Terjebak Macet Saat Arus Balik, Bagaimana Shalat? Ini Panduan Lengkapnya
Terjebak Macet Saat Arus Balik, Bagaimana Shalat? Ini Panduan Lengkapnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com