Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Tertua di Jeddah Terungkap, Jejak 1.300 Tahun Sejarah dan Perdagangan Dunia Ditemukan

Kompas.com, 23 Maret 2026, 12:48 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Sebuah penemuan arkeologis mengungkap kisah luar biasa dari salah satu masjid tertua di Arab Saudi.

Masjid Utsman bin Affan di Jeddah bersejarah kini menjadi sorotan setelah penggalian terbaru menemukan jejak peradaban Islam yang telah berlangsung lebih dari 1.300 tahun tanpa putus.

Masjid ini diperkirakan berdiri sejak tahun 33 Hijriah (654 Masehi), menjadikannya salah satu situs keagamaan dan sejarah paling tua di kawasan tersebut.

Baca juga: 100 Ribu Al Quran Iluminasi Tionghoa Diluncurkan di Masjid Istiqlal, Simbol Harmoni Islam dan Budaya Nusantara

Jejak Sejarah dari Tiga Dinasti Besar

Hasil ekskavasi terbaru menunjukkan bahwa masjid ini menyimpan lapisan sejarah dari berbagai era penting dalam peradaban Islam, antara lain:

  • Dinasti Umayyah (661–750 M)
  • Dinasti Abbasiyah (750–1258 M)
  • Kesultanan Mamluk (1250–1517 M)

Temuan ini membuktikan bahwa masjid tersebut terus digunakan dan berkembang selama hampir satu milenium, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jeddah lintas generasi.

Ditemukan Sistem Air Kuno dan Pilar Langka

Salah satu penemuan paling menarik adalah sistem distribusi air berusia sekitar 800 tahun, yang menunjukkan kecanggihan teknologi masa lalu.

Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan pilar kayu eboni langka di mihrab, yang setelah dianalisis ternyata berasal dari wilayah Sri Lanka kuno (Ceylon).

Temuan ini mengungkap fakta penting: Jeddah sejak dulu telah menjadi bagian dari jalur perdagangan maritim internasional.

Bukti Jeddah sebagai Pusat Perdagangan Dunia

Selain struktur bangunan, ribuan artefak juga ditemukan, termasuk:

  • Keramik China kuno
  • Material bangunan tradisional dari batu karang dan kayu
  • Sisa-sisa arsitektur dari berbagai periode

Artefak ini memperkuat posisi Jeddah sebagai kota pelabuhan utama sejak masa Khalifah Utsman bin Affan, yang menetapkan kota ini sebagai gerbang utama menuju Makkah.

Masjid yang Tumbuh Bersama Kota

Letaknya yang berada di antara lorong-lorong sempit kota tua Jeddah membuat masjid ini menjadi saksi hidup perkembangan kota dari masa ke masa.

Selama lebih dari 13 abad, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Kini Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Saat ini, Masjid Utsman bin Affan menjadi salah satu destinasi utama dalam jalur wisata budaya Jeddah.

Dengan dokumentasi digital dari tujuh fase arsitekturnya, situs ini kini menggabungkan nilai sejarah Islam, warisan arsitektur kuno, dan aktivitas budaya modern.

Baca juga: 3 Masjid Unik di Iran yang Memukau Dunia, Arsitekturnya Seperti Negeri Dongeng

Keberadaan masjid ini menjadi bukti nyata bagaimana Arab Saudi terus menjaga identitas sejarah dan keagamaannya di tengah perkembangan zaman.

Penemuan ini tidak hanya mengungkap masa lalu, tetapi juga mengingatkan bahwa Jeddah pernah menjadi titik pertemuan peradaban dunia—tempat agama, perdagangan, dan budaya bertemu dalam satu ruang yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Aktual
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Aktual
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com