Editor
KOMPAS.com - Memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam kembali menyambut salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam.
Muharram termasuk dalam empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan Allah SWT dan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak ibadah, doa, serta amal saleh.
Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai Syahrullah atau "Bulan Allah". Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk berpuasa sunnah, khususnya Puasa Tasua dan Puasa Asyura yang memiliki keutamaan besar.
Selain menahan lapar dan dahaga, ibadah puasa akan semakin sempurna dengan membaca doa dan niat yang benar.
Berikut panduan lengkap doa puasa Muharram, mulai dari niat puasa Tasua, Asyura, hingga doa berbuka puasa.
Baca juga: 9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini untuk membedakan ibadah umat Islam dengan tradisi puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Taasuu'aa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.
"Aku berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta'ala."
Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu.
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'Aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.
"Aku berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."
Niat puasa sebaiknya dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun karena termasuk puasa sunnah, niat masih diperbolehkan pada pagi atau siang hari sebelum waktu Zuhur selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Saat waktu berbuka tiba, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
اللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu.
Artinya
"Ya Allah, hanya karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."
Sementara puasa Asyura memiliki keistimewaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
"Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu." (HR Muslim).
Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan kesempatan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak berbagai amalan saleh selama bulan Muharram, di antaranya:
1. Memperbanyak istighfar dan taubat.
2. Membaca Al-Qur'an.
3. Bersedekah kepada fakir miskin.
4. Menyantuni anak yatim.
5. Memperbanyak dzikir dan shalawat.
6. Membaca doa awal dan akhir tahun Hijriah.
7. Menjalin silaturahim dengan keluarga dan kerabat.
Baca juga: 3 Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura, dari Waktu Pelaksanaan hingga Sejarahnya
Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memulai lembaran baru dengan amal yang lebih baik.
Dengan memperbanyak doa, puasa sunnah, sedekah, dan berbagai amal saleh lainnya, semoga tahun baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah SWT bagi seluruh umat Muslim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang