Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Libur Lebaran 2026 Berubah: Wisata Tenang dan Healing Jadi Favorit Traveler Saudi

Kompas.com, 23 Maret 2026, 22:42 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Tren liburan Lebaran 2026 mengalami pergeseran menarik di kalangan wisatawan Arab Saudi.

Jika sebelumnya identik dengan destinasi ramai dan gemerlap, kini semakin banyak traveler memilih tempat yang tenang, nyaman, dan berfokus pada kesehatan mental atau wellness.

Perubahan ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap resort-relaxing, mulai dari destinasi domestik seperti AlUla hingga proyek wisata mewah AMAALA di pesisir Laut Merah.

Bahkan, tren ini juga merambah ke luar negeri. Banyak wisatawan Saudi kini lebih memilih destinasi yang menawarkan ketenangan dibanding keramaian kota besar.

Baca juga: Arab Saudi Melejit! Kini Lebih Bahagia dari AS dan Inggris di 2026

Dari Liburan Ramai ke Healing dan Ketenangan

Menurut laporan konsultan perjalanan Blue Sail, generasi muda berusia 18–40 tahun menjadi pendorong utama tren ini.

Mereka semakin memprioritaskan kesehatan mental dan keseimbangan hidup, bahkan saat berlibur.

Pilihan destinasi pun berubah. Wisatawan kini cenderung memilih Gstaad dibanding St Moritz dan Koh Samui dibanding Phuket atau Bangkok.

Destinasi tersebut dinilai menawarkan suasana lebih intim, tenang, dan jauh dari hiruk pikuk wisata massal.

Seorang warga Riyadh, Lujain Al-Alamy, mengaku lebih menyukai hotel butik dibanding hotel komersial besar. Menurutnya, suasana yang hangat dan personal menjadi daya tarik utama.

“Saya suka tempat yang lebih intim dan cozy. Biasanya hotel keluarga dengan pelayanan yang lebih personal,” ujarnya.

Liburan sebagai Momen Reset Setelah Ramadhan

Tren ini juga dipengaruhi oleh kebutuhan untuk “recharge” setelah Ramadhan. Banyak traveler ingin mencari suasana baru yang lebih damai setelah menjalani rutinitas ibadah dan aktivitas padat.

Ghayed Al-Wassiah, seorang mahasiswa kedokteran, mengaku lebih tertarik pada destinasi yang tidak didominasi kehidupan malam.

“Saya ingin tempat yang lebih tenang tahun ini, apalagi setelah Ramadhan yang cukup padat,” katanya.

Hal serupa disampaikan Nawal Al-Naif yang melihat liburan sebagai kesempatan untuk menyegarkan pikiran.

“Ini waktu untuk rehat dan memulai kembali dengan suasana baru setelah Ramadhan,” ujarnya.

Privasi dan Kenyamanan Jadi Kunci

Selain ketenangan, faktor privasi juga menjadi pertimbangan utama. Banyak wisatawan kini memilih vila pribadi atau resort eksklusif untuk menghindari keramaian.

Namun, sebagian tetap menginginkan keseimbangan antara suasana tenang dan aktivitas sosial. Seperti diungkapkan Lama Al-Suhaimi, yang sesekali memilih vila privat, tetapi tidak sepanjang liburan.

Industri Wellness Kian Menguat

Tren ini bukan sekadar fenomena sementara. Industri wisata wellness global bahkan diperkirakan mencapai nilai 436 miliar dolar AS pada 2025, menandakan pertumbuhan yang signifikan.

Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Aturan Baru Umrah 2026, Jemaah Wajib Pulang Sebelum 18 April atau Terancam Sanksi

Sejalan dengan visi besar Arab Saudi melalui program transformasi nasional, tren ini diprediksi akan terus berkembang, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Liburan kini bukan lagi sekadar bersenang-senang, tetapi juga menjadi momen untuk memulihkan diri, menjaga kesehatan mental, dan menikmati ketenangan—sebuah perubahan gaya hidup yang semakin relevan di era modern.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Aktual
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Aktual
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Doa dan Niat
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com