Editor
KOMPAS.com – Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik Lebaran 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pentingnya kesadaran menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah selama perjalanan.
Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH-SDA) MUI, Suhardin, mengimbau para pemudik agar tidak membuang sampah sembarangan, baik di jalan maupun di tempat singgah.
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif agar lonjakan volume sampah saat musim mudik tidak memperparah kondisi lingkungan.
Baca juga: Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 24, 28 dan 29 Maret 2026
“Kepada masyarakat yang melakukan kegiatan mudik, sedapat mungkin sampah yang ditimbulkan, baik organik maupun anorganik, jangan dibuang sembarangan,” ujar Suhardin kepada MUI Digital di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Menurutnya, setiap jenis sampah perlu diperlakukan secara bijak. Sampah organik, jika memungkinkan, sebaiknya diolah, sementara sampah anorganik harus dikelola dengan baik agar tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Suhardin menegaskan bahwa persoalan sampah kini telah menjadi masalah bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dinilai sebagai langkah kecil yang berdampak besar.
“Kita minimalisasi sampah yang dibuang ke TPA, karena persoalan sampah sudah menjadi persoalan bersama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari diri sendiri, termasuk dalam aktivitas sehari-hari seperti perjalanan mudik.
“Nah, kita mulai dari diri kita masing-masing untuk meminimalisasi sampah dalam kehidupan,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan volume sampah selama musim mudik Lebaran dapat ditekan, sehingga tidak menambah beban lingkungan dan tetap menjaga kebersihan sepanjang jalur perjalanan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.