Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Macet Arus Balik 2026! Ini Cara Cek CCTV Tol Real-Time dan 5 Aplikasi Navigasi Terbaik

Kompas.com, 24 Maret 2026, 08:57 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026, dengan lonjakan kendaraan di sejumlah ruas utama seperti Tol Cipali hingga Trans Jawa.

Untuk menghindari kemacetan parah, pemudik disarankan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time dan aplikasi navigasi pintar.

Langkah ini dinilai efektif untuk menentukan waktu berangkat, memilih jalur alternatif, hingga menghindari titik-titik kepadatan.

Cara Mudah Cek CCTV Tol Secara Real-Time

Pemerintah melalui Kementerian PUPR menyediakan layanan pemantauan CCTV tol yang bisa diakses langsung dari ponsel.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan dari Kalikangkung ke Cikampek

Berikut caranya:

1. Kunjungi situs resmi: https://mudik.pu.go.id/cctv-tol

2. Pilih ruas tol yang ingin dipantau

3. Klik ikon kamera untuk melihat kondisi lalu lintas secara langsung

Beberapa ruas tol yang bisa dipantau antara lain:

  • Tol Cipali
  • Tol Jakarta–Cikampek
  • Tol Cipularang
  • Tol Jagorawi
  • Tol Tangerang–Merak

Dengan fitur ini, pemudik bisa mengetahui kondisi jalan sebelum berangkat, sehingga bisa menghindari kemacetan panjang.

5 Aplikasi Navigasi Wajib untuk Mudik 2026

Selain CCTV, penggunaan aplikasi navigasi juga menjadi solusi praktis. Berikut 5 aplikasi yang paling direkomendasikan:

1. Google Maps

Menampilkan kondisi lalu lintas dengan indikator warna (hijau, kuning, merah) serta estimasi waktu tempuh yang akurat.

2. Travoy

Aplikasi dari Jasa Marga ini menyediakan info rekayasa lalu lintas seperti *one way*, ganjil-genap, hingga akses CCTV tol.

3. Waze

Mengandalkan laporan pengguna secara langsung, termasuk info kecelakaan, razia, hingga hambatan di jalan.

4. Tol Kita

Dikelola oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), aplikasi ini menyajikan informasi perbaikan jalan, gangguan lalu lintas, dan layanan pengaduan.

5. HERE WeGo

Cocok untuk perjalanan jauh karena menyediakan peta offline dan panduan suara yang jelas.

Tips Aman agar Perjalanan Lancar

Agar arus balik lebih nyaman dan aman, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Cek kondisi kendaraan sebelum berangkat
  • Pastikan bahan bakar dan saldo e-toll cukup
  • Hindari waktu puncak kepadatan
  • Pantau rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow

Baca juga: Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik

Pemerintah sendiri telah menyiapkan berbagai skema untuk mengurai kemacetan, mulai dari sistem satu arah hingga ganjil-genap di ruas tol utama.

Dengan memanfaatkan teknologi dan perencanaan yang matang, perjalanan arus balik Lebaran 2026 bisa lebih lancar, efisien, dan minim stres.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Surat Yasin: Arab, Latin dan Artinya
Surat Yasin: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Banjir Bandang Ancam Arab Saudi, Peringatan Merah Dikeluarkan di Banyak Wilayah
Banjir Bandang Ancam Arab Saudi, Peringatan Merah Dikeluarkan di Banyak Wilayah
Aktual
Hari Air Sedunia 2026, Arab Saudi Siap Pimpin Solusi Krisis Air Dunia
Hari Air Sedunia 2026, Arab Saudi Siap Pimpin Solusi Krisis Air Dunia
Aktual
Hindari Macet Arus Balik 2026! Ini Cara Cek CCTV Tol Real-Time dan 5 Aplikasi Navigasi Terbaik
Hindari Macet Arus Balik 2026! Ini Cara Cek CCTV Tol Real-Time dan 5 Aplikasi Navigasi Terbaik
Aktual
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan dari Kalikangkung ke Cikampek
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan dari Kalikangkung ke Cikampek
Aktual
Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik
Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik
Aktual
Tren Libur Lebaran 2026 Berubah: Wisata Tenang dan Healing Jadi Favorit Traveler Saudi
Tren Libur Lebaran 2026 Berubah: Wisata Tenang dan Healing Jadi Favorit Traveler Saudi
Aktual
Niat Puasa Syawal 2026: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
Niat Puasa Syawal 2026: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
Doa dan Niat
Cek Jadwal Bank Mandiri, BRI, dan BNI Saat Libur Lebaran 2026, Jangan Sampai Salah Tanggal!
Cek Jadwal Bank Mandiri, BRI, dan BNI Saat Libur Lebaran 2026, Jangan Sampai Salah Tanggal!
Aktual
Jadwal Operasional BCA Selama Libur Lebaran 2026 yang Wajib Dicek
Jadwal Operasional BCA Selama Libur Lebaran 2026 yang Wajib Dicek
Aktual
Mudik Lebaran 2026 Jangan Tinggalkan Sampah! MUI Ingatkan Bahaya Dampak Lingkungan
Mudik Lebaran 2026 Jangan Tinggalkan Sampah! MUI Ingatkan Bahaya Dampak Lingkungan
Aktual
Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Kepulangan Jemaah Umrah 18 April 2026, Ini Sanksi Jika Melanggar
Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Kepulangan Jemaah Umrah 18 April 2026, Ini Sanksi Jika Melanggar
Aktual
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 24, 28 dan 29 Maret 2026
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 24, 28 dan 29 Maret 2026
Aktual
Cerita Lebaran Penyintas Banjir di Gayo Lues, Doa dan Isak Tangis Warnai Suasana Makam Tanpa Pusara
Cerita Lebaran Penyintas Banjir di Gayo Lues, Doa dan Isak Tangis Warnai Suasana Makam Tanpa Pusara
Aktual
Hukum Memejamkan Mata ketika Shalat, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Memejamkan Mata ketika Shalat, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com