Editor
KOMPAS.com - Lebaran Ketupat yang jatuh pada 28 Maret 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya di Jawa.
Tradisi ini hadir sebagai kelanjutan dari perayaan Idul Fitri yang sarat nilai spiritual dan sosial.
Selain identik dengan hidangan ketupat, momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi.
Ucapan dalam bahasa Jawa yang halus dan penuh hormat pun kerap digunakan untuk menyampaikan doa serta permohonan maaf.
Baca juga: Lebaran Ketupat 28 Maret 2026 Picu Lonjakan Mobilitas, Kemenhub Siapkan Strategi Pengendalian
Lebaran Ketupat atau Kupatan merupakan tradisi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, yang dirayakan sekitar satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.
Tradisi ini identik dengan hidangan ketupat sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, serta mempererat silaturahmi.
Ketupat juga memiliki makna filosofis sebagai lambang permohonan maaf dan harapan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah Ramadhan.
Pada 2026, Lebaran Ketupat jatuh pada 28 Maret atau tepat seminggu setelah tanggal 1 Syawal yang jatuh pada 21 Maret lalu.
Baca juga: Resep Ketupat Simpel: Masak Cuma 40 Menit, Hemat Gas dan Tetap Pulen
Berikut beberapa ucapan Lebaran Ketupat dalam bahasa Jawa krama alus yang penuh hormat dan cocok disampaikan kepada orang tua, keluarga, maupun tokoh yang dihormati:
1. “Sugeng dinten Kupatan, mugi tansah pinaringan berkah, rahayu lan katentreman. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.”
(Selamat Hari Raya Ketupat, semoga selalu diberi berkah, keselamatan, dan ketentraman. Mohon maaf atas segala kesalahan.)
2 “Ing dinten Kupatan menika, kula nyuwun pangapunten lahir batin. Mugi silaturahmi tansah pinunjul lan berkah.”
(Di hari Kupatan ini, saya memohon maaf lahir batin. Semoga silaturahmi selalu terjaga dan penuh berkah.)
3. “Sugeng Riyadi, mugi tansah diparingi sehat, rezeki ingkang berkah, lan tentreming manah.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi kesehatan, rezeki yang berkah, dan ketenangan hati.)
4. “Kula ngaturaken sugeng dinten Kupatan, nyuwun pangapunten sedoyo kalepatan, mugi gesang langkung sae lan berkah.”
(Saya mengucapkan selamat Kupatan, mohon maaf atas segala kesalahan, semoga hidup menjadi lebih baik dan berkah.)
5. “Sugeng Lebaran Ketupat, mugi amal ibadahipun katampi lan gesang tansah pinaringan kabagyan.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga amal ibadah diterima dan hidup selalu diberi kebahagiaan.)
6. “Sugeng Dinten Riyaya Kupatan, mugi tansah pinaringan berkah, rahayu lan katentreman. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.”
(Selamat Hari Raya Ketupat, semoga selalu diberi berkah, keselamatan, dan ketentraman. Mohon maaf atas segala kesalahan.)
7. “Sugeng Riyaya Kupatan, mugi amal ibadahipun katampi lan gesang tansah pinaringan kabagyan.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga amal ibadah diterima dan hidup selalu diberi kebahagiaan.)
8. “Sugeng Lebaran Ketupat, mugi tansah pinaringan rahmat lan berkah, saha katentreman ing gesang.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi rahmat, berkah, dan ketentraman dalam hidup.)
9. “Ing dinten Kupatan menika, kula nyuwun pangapunten lahir batin. Mugi silaturahmi tansah pinunjul lan berkah.”
(Di hari Kupatan ini, saya memohon maaf lahir batin. Semoga silaturahmi selalu terjaga dan penuh berkah.)
10. “Sugeng Dinten Riyaya Kupatan, mugi tansah diparingi sehat, rezeki ingkang berkah, lan tentreming manah.”
(Selamat Hari Raya Ketupat, semoga selalu diberi kesehatan, rezeki yang berkah, dan ketenangan hati.)
11. “Kula ngaturaken sugeng Kupatan, nyuwun pangapunten sedoyo kalepatan, mugi gesang langkung sae lan berkah.”
(Saya mengucapkan selamat Kupatan, mohon maaf atas segala kesalahan, semoga hidup menjadi lebih baik dan berkah.)
12. “Sugeng Bakda Kupat, mugi tansah pinaringan berkah, rahayu lan katentreman. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi berkah, keselamatan, dan ketentraman. Mohon maaf atas segala kesalahan.)
13. “Sugeng Bakda Kupat, mugi amal ibadahipun katampi lan gesang tansah pinaringan kabagyan.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga amal ibadah diterima dan hidup selalu diberi kebahagiaan.)
14. “Sugeng Bakda Kupat, mugi tansah pinaringan sehat, rezeki ingkang berkah, lan tentreming manah.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi kesehatan, rezeki yang berkah, dan ketenangan hati.)
15. “Sugeng Bakda Kupat, kula nyuwun pangapunten lahir batin, mugi silaturahmi tansah pinunjul.”
(Selamat Lebaran Ketupat, saya memohon maaf lahir batin, semoga silaturahmi selalu terjaga.)
16. “Sugeng Bakda Kupat, mugi rahmat lan berkahipun Gusti tansah ngluber ing gesang panjenengan.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga rahmat dan berkah Tuhan selalu melimpah dalam kehidupan Anda.)
17. “Sugeng Bakda Kupat, mugi sedaya kalepatan kaparingi pangapunten lan gesang langkung sae.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga semua kesalahan dimaafkan dan hidup menjadi lebih baik.)
18. “Sugeng Bakda Kupat, mugi tansah pinaringan katentreman, kabagyan, lan kasarasan.”
(Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi ketentraman, kebahagiaan, dan kesehatan.)
19. “Sugeng Bakda Kupat, kula ngaturaken pangapunten sedaya lepat, mugi tansah pinaringan berkah.”
(Selamat Lebaran Ketupat, saya memohon maaf atas segala kesalahan, semoga selalu diberi berkah.)
20. “Sugeng Bakda Kupat, mugi amal kebaikan dipun tampi lan gesang tansah pinaringan rahayu.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga amal kebaikan diterima dan hidup selalu diberi keselamatan.)
21. “Sugeng Bakda Kupat, mugi tansah diparingi kekiyatan iman lan tentreming ati.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi kekuatan iman dan ketenangan hati.)
22. “Sugeng Bakda Kupat, mugi sedaya dosa lan kalepatan kapunapunten, lan gesang langkung berkah.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga semua dosa dan kesalahan diampuni serta hidup lebih berkah.)
23. “Sugeng Bakda Kupat, mugi tansah pinaringan wilujeng, sehat, lan rezeki ingkang lancar.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang lancar. )
24. “Sugeng Bakda Kupat, mugi katresnan lan paseduluran tansah langgeng.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga kasih sayang dan persaudaraan selalu langgeng.)
25. “Sugeng Bakda Kupat, mugi gesang tansah kaparingi kabagyan lan tentreming manah.”
( Selamat Lebaran Ketupat, semoga hidup selalu diberi kebahagiaan dan ketenangan hati.)
26. “Kupat bumbunipun santen, menawi kulo gadhah lepat nyuwun pangapunten. Sugeng Bakda Kupat, mugi tansah pinaringan berkah lan katentreman.”
(Ketupat berbumbu santan, jika saya memiliki kesalahan mohon dimaafkan. Selamat Lebaran Ketupat, semoga selalu diberi berkah dan ketentraman.)
27. “Kupat bumbunipun santen, menawi kulo gadhah lepat nyuwun pangapunten. Mugi gesang panjenengan tansah pinaringan sehat lan kabagyan.”
( Ketupat berbumbu santan, jika saya memiliki kesalahan mohon dimaafkan. Semoga Anda selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan.)
28. “Kupat bumbunipun santen, menawi kulo gadhah lepat nyuwun pangapunten. Mugi amal ibadah katampi lan gesang langkung berkah.”
( Ketupat berbumbu santan, jika saya memiliki kesalahan mohon dimaafkan. Semoga amal ibadah diterima dan hidup lebih berkah.)
29. “Kupat bumbunipun santen, menawi kulo gadhah lepat nyuwun pangapunten. Mugi silaturahmi tansah pinunjul lan langgeng.”
( Ketupat berbumbu santan, jika saya memiliki kesalahan mohon dimaafkan. Semoga silaturahmi selalu terjaga dan langgeng.)
30. “Kupat bumbunipun santen, menawi kulo gadhah lepat nyuwun pangapunten. Mugi tansah pinaringan rahayu, tentrem, lan rezeki ingkang berkah.”
( Ketupat berbumbu santan, jika saya memiliki kesalahan mohon dimaafkan. Semoga selalu diberi keselamatan, ketenangan, dan rezeki yang berkah.)
Ucapan dalam bahasa Jawa tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi juga mencerminkan nilai unggah-ungguh atau tata krama.
Penggunaan bahasa krama alus menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, terutama kepada orang yang lebih tua.
Selain itu, ucapan Lebaran Ketupat juga mengandung doa, harapan, serta penguatan hubungan sosial.
Tradisi ini mempertegas bahwa setelah Idul Fitri, silaturahmi tetap dijaga dan diperkuat melalui momentum Kupatan.
Lebaran Ketupat menjadi pelengkap kehangatan Idul Fitri dengan makna yang mendalam. Melalui ucapan dalam bahasa Jawa yang penuh hormat, nilai kebersamaan dan saling memaafkan semakin terasa dalam kehidupan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang