Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral

Kompas.com, 28 Maret 2026, 13:45 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber NU Online

KOMPAS.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, melakukan kunjungan ke Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan dukungan moral dan solidaritas kepada bangsa Iran di tengah konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Ketua PBNU, Rumadi Ahmad, mengungkapkan bahwa Gus Yahya secara khusus menyampaikan doa dan harapan agar perang segera berakhir.

Baca juga: Qatar Akhiri Kebijakan WFH, Situasi Kembali Normal usai Diserang Iran

"Gus Yahya menyampaikan bahwa hati dan pikiran beliau adalah untuk mendoakan bangsa Iran. Tentu, beliau ingin perang ini segera berakhir," kata Rumadi Ahmad usai pertemuan.

Dampak Konflik Mulai Dirasakan Global

Rumadi menjelaskan bahwa dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh Iran, tetapi mulai meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu, PBNU mendorong adanya komunikasi lebih intensif antara pemerintah Indonesia dan Republik Islam Iran.

"Terutama untuk memitigasi dampak-dampak yang ditimbulkan dari perang yang masih berlangsung hingga saat ini. Hal ini karena dampak dari serangan Israel-Amerika kepada bangsa Iran itu sudah membawa dampak (luas)," katanya.

"Oleh karena itu, mitigasi dampak-dampak ini perlu dilakukan untuk meminimalkan akibat yang ditimbulkan dari peperangan yang terjadi saat ini," sambubgnya.

NU Tegaskan Komitmen Kampanye Perdamaian

Gus Yahya juga menegaskan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya menimbulkan penderitaan jangka pendek, tetapi berpotensi mengganggu tatanan dunia dan hak kemerdekaan bangsa-bangsa.

"Kampanye perdamaian dan stop perang akan terus menerus disuarakan NU," kata Gus Yahya melalui keterangan yang dilansir dari NU Online.

Ia menekankan pentingnya memulihkan ketertiban dunia serta menggalang solidaritas untuk membantu masyarakat yang terdampak perang.

Dubes Iran Apresiasi Dukungan NU

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Iran Mohammed Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Nahdlatul Ulama.

"Kunjungan ini sangat berarti bagi bangsa Iran".

Baca juga: Ucapkan Idul Fitri ke Indonesia, Menlu Iran: Terima Kasih Sudah Mengecam Agresi AS-Israel

Kunjungan ini juga turut didampingi oleh sejumlah pengurus PBNU, termasuk Rumadi Ahmad, Wakil Sekretaris Jenderal Najib Azca, dan A Ginanjar Syaban.

Pertemuan ini menjadi simbol kuat peran organisasi masyarakat dalam mendorong diplomasi kemanusiaan dan memperkuat pesan perdamaian di tengah dinamika geopolitik global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Perusahaan Tertua di Dunia Ini Sudah Berdiri Sejak Rasulullah Kecil, Tapi Bukan di Arab
Perusahaan Tertua di Dunia Ini Sudah Berdiri Sejak Rasulullah Kecil, Tapi Bukan di Arab
Aktual
Ruang Digital Anak Jadi Sorotan, Kemenag Perkuat Literasi Digital
Ruang Digital Anak Jadi Sorotan, Kemenag Perkuat Literasi Digital
Aktual
Iran Buka Jalur Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz
Iran Buka Jalur Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz
Aktual
Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral
Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral
Aktual
Ada Tanggal Merah dan Long Weekend di Awal April 2026, Pekerja dan Pelajar Bisa Liburan Lagi Minggu Depan
Ada Tanggal Merah dan Long Weekend di Awal April 2026, Pekerja dan Pelajar Bisa Liburan Lagi Minggu Depan
Aktual
Misi “NEO Hunter” Siap Lindungi Bumi dari Asteroid, Ini Kaitannya dengan Tanda Kiamat dalam Al-Qur’an
Misi “NEO Hunter” Siap Lindungi Bumi dari Asteroid, Ini Kaitannya dengan Tanda Kiamat dalam Al-Qur’an
Aktual
Lebaran Topat Mataram: Tradisi Ketupat yang Menyatukan Ibadah, Budaya, dan Wisata
Lebaran Topat Mataram: Tradisi Ketupat yang Menyatukan Ibadah, Budaya, dan Wisata
Aktual
Kuliner Langka Lemang Hitam Laris Manis Saat Lebaran, Diburu untuk Pengobat Rindu
Kuliner Langka Lemang Hitam Laris Manis Saat Lebaran, Diburu untuk Pengobat Rindu
Aktual
Juru Damai Konflik Poso KH Adnan Arsal Wafat, Tinggalkan Jejak Perdamaian
Juru Damai Konflik Poso KH Adnan Arsal Wafat, Tinggalkan Jejak Perdamaian
Aktual
Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Pemerintah Tekankan Manasik Jadi Kunci Ibadah Lancar
Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Pemerintah Tekankan Manasik Jadi Kunci Ibadah Lancar
Aktual
Bus Jemaah Umrah Terbakar di Dekat Madinah, 24 Penumpang Selamat
Bus Jemaah Umrah Terbakar di Dekat Madinah, 24 Penumpang Selamat
Aktual
25 Ucapan Sungkem Lebaran Ketupat dengan Bahasa Jawa untuk Bapak dan Ibu yang Menyentuh Hati
25 Ucapan Sungkem Lebaran Ketupat dengan Bahasa Jawa untuk Bapak dan Ibu yang Menyentuh Hati
Aktual
Pantun Ucapan Lebaran Ketupat  dalam Bahasa Jawa: Kupat Kecemplung Santen, Menawi Lepat Nyuwun Ngapunten
Pantun Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa: Kupat Kecemplung Santen, Menawi Lepat Nyuwun Ngapunten
Aktual
30 Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa Halus yang Berisi Permintaan Maaf dan Doa
30 Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa Halus yang Berisi Permintaan Maaf dan Doa
Aktual
Lebaran Ketupat 28 Maret 2026 Picu Lonjakan Mobilitas, Kemenhub Siapkan Strategi Pengendalian
Lebaran Ketupat 28 Maret 2026 Picu Lonjakan Mobilitas, Kemenhub Siapkan Strategi Pengendalian
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com