Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Buka Jalur Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Kompas.com, 28 Maret 2026, 15:47 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Di tengah memanasnya konflik dan serangan terhadap fasilitas nuklirnya, Iran mengambil langkah penting dengan membuka akses bantuan kemanusiaan melalui Selat Hormuz.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, dikutip dari Arabnews, menyatakan bahwa Teheran telah sepakat untuk “memfasilitasi dan mempercepat” pengiriman bantuan kemanusiaan melalui jalur strategis tersebut.

Langkah ini diambil sebagai respons atas permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mendorong agar bantuan serta pengiriman komoditas pertanian tetap bisa melintasi salah satu jalur laut tersibuk di dunia.

Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral

Jalur Vital Dunia Kembali Dibuka

Selat Hormuz merupakan jalur vital global yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan hampir sepertiga perdagangan pupuk global.

Selama sebulan konflik berlangsung, jalur ini menjadi titik krusial yang terdampak, memicu kekhawatiran pasar global terhadap distribusi energi dan pangan.

Kini, keputusan Iran membuka jalur tersebut dinilai sebagai terobosan pertama di tengah ketegangan yang masih berlangsung.

“Langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Iran untuk mendukung upaya kemanusiaan dan memastikan bahwa bantuan penting dapat segera sampai kepada mereka yang membutuhkan tanpa penundaan,” ujar Ali Bahreini dalam pernyataannya.

Dampak Besar ke Ketahanan Pangan Dunia

Selama ini, perhatian dunia lebih banyak tertuju pada gangguan pasokan minyak dan gas. Namun, pembatasan distribusi bahan pupuk ternyata memiliki dampak yang tak kalah besar.

Gangguan pada rantai pasok pupuk berpotensi mengancam sektor pertanian global, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan dunia.

Karena itu, pembukaan jalur bantuan ini tidak hanya penting bagi kemanusiaan, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global.

PBB Bentuk Satgas Khusus

Sebelumnya, PBB telah membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi dampak lanjutan dari konflik Iran terhadap distribusi bantuan internasional.

Langkah Iran ini pun diharapkan menjadi awal dari upaya meredakan ketegangan sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan tetap dapat menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Di tengah situasi perang yang masih berlangsung, keputusan Iran membuka akses Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi dunia.

Baca juga: Qatar Akhiri Kebijakan WFH, Situasi Kembali Normal usai Diserang Iran

Selain menjaga arus bantuan kemanusiaan, langkah ini juga membuka peluang stabilisasi pasar global yang sempat terguncang akibat konflik.

Meski demikian, dunia masih menanti langkah lanjutan untuk meredakan konflik secara menyeluruh dan memastikan keamanan jalur perdagangan internasional tetap terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Perusahaan Tertua di Dunia Ini Sudah Berdiri Sejak Rasulullah Kecil, Tapi Bukan di Arab
Perusahaan Tertua di Dunia Ini Sudah Berdiri Sejak Rasulullah Kecil, Tapi Bukan di Arab
Aktual
Ruang Digital Anak Jadi Sorotan, Kemenag Perkuat Literasi Digital
Ruang Digital Anak Jadi Sorotan, Kemenag Perkuat Literasi Digital
Aktual
Iran Buka Jalur Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz
Iran Buka Jalur Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz
Aktual
Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral
Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral
Aktual
Ada Tanggal Merah dan Long Weekend di Awal April 2026, Pekerja dan Pelajar Bisa Liburan Lagi Minggu Depan
Ada Tanggal Merah dan Long Weekend di Awal April 2026, Pekerja dan Pelajar Bisa Liburan Lagi Minggu Depan
Aktual
Misi “NEO Hunter” Siap Lindungi Bumi dari Asteroid, Ini Kaitannya dengan Tanda Kiamat dalam Al-Qur’an
Misi “NEO Hunter” Siap Lindungi Bumi dari Asteroid, Ini Kaitannya dengan Tanda Kiamat dalam Al-Qur’an
Aktual
Lebaran Topat Mataram: Tradisi Ketupat yang Menyatukan Ibadah, Budaya, dan Wisata
Lebaran Topat Mataram: Tradisi Ketupat yang Menyatukan Ibadah, Budaya, dan Wisata
Aktual
Kuliner Langka Lemang Hitam Laris Manis Saat Lebaran, Diburu untuk Pengobat Rindu
Kuliner Langka Lemang Hitam Laris Manis Saat Lebaran, Diburu untuk Pengobat Rindu
Aktual
Juru Damai Konflik Poso KH Adnan Arsal Wafat, Tinggalkan Jejak Perdamaian
Juru Damai Konflik Poso KH Adnan Arsal Wafat, Tinggalkan Jejak Perdamaian
Aktual
Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Pemerintah Tekankan Manasik Jadi Kunci Ibadah Lancar
Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Pemerintah Tekankan Manasik Jadi Kunci Ibadah Lancar
Aktual
Bus Jemaah Umrah Terbakar di Dekat Madinah, 24 Penumpang Selamat
Bus Jemaah Umrah Terbakar di Dekat Madinah, 24 Penumpang Selamat
Aktual
25 Ucapan Sungkem Lebaran Ketupat dengan Bahasa Jawa untuk Bapak dan Ibu yang Menyentuh Hati
25 Ucapan Sungkem Lebaran Ketupat dengan Bahasa Jawa untuk Bapak dan Ibu yang Menyentuh Hati
Aktual
Pantun Ucapan Lebaran Ketupat  dalam Bahasa Jawa: Kupat Kecemplung Santen, Menawi Lepat Nyuwun Ngapunten
Pantun Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa: Kupat Kecemplung Santen, Menawi Lepat Nyuwun Ngapunten
Aktual
30 Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa Halus yang Berisi Permintaan Maaf dan Doa
30 Ucapan Lebaran Ketupat dalam Bahasa Jawa Halus yang Berisi Permintaan Maaf dan Doa
Aktual
Lebaran Ketupat 28 Maret 2026 Picu Lonjakan Mobilitas, Kemenhub Siapkan Strategi Pengendalian
Lebaran Ketupat 28 Maret 2026 Picu Lonjakan Mobilitas, Kemenhub Siapkan Strategi Pengendalian
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com