Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di "Kota Tenda"

Kompas.com, 12 Mei 2026, 18:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Arab Saudi kembali melakukan pembaruan besar dalam layanan haji di Mina, kawasan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai “Kota Tenda” terbesar di dunia.

Menjelang puncak musim haji 1447 H/2026 M, pemerintah Saudi menghadirkan identitas baru bagi kompleks tenda jemaah dengan fasilitas yang lebih modern, tertata, dan terintegrasi.

Dilansir dari Saudi Gazette, pengembangan terbaru tersebut mencakup area lebih dari 24.000 meter persegi yang tersebar di dua lokasi utama di Mina, yaitu kawasan atas di Jalan Raja Abdulaziz serta kawasan bawah di belakang Masjid Al-Khaif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Arab Saudi untuk meningkatkan kenyamanan jutaan jemaah haji yang datang dari berbagai negara setiap tahun.

Tidak hanya sekadar memperluas area tenda, proyek ini juga menghadirkan fasilitas pendukung baru seperti aula makan, ruang terbuka, sistem ventilasi modern, hingga peningkatan jaringan pendingin dan pemadam kebakaran.

Bagi banyak jemaah, Mina bukan sekadar tempat bermalam selama ibadah haji. Kawasan ini merupakan salah satu titik paling penting dalam rangkaian ritual haji, terutama saat mabit dan lempar jumrah. Karena itu, pengelolaan fasilitas di Mina selalu menjadi perhatian utama pemerintah Saudi.

Baca juga: Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni

Wajah Baru “Kota Tenda” Mina

Mina selama ini dikenal sebagai kawasan tenda permanen terbesar di dunia. Ribuan tenda putih tahan api membentang di lembah Mina dan mampu menampung jutaan jemaah dalam waktu bersamaan.

Kini, Saudi menghadirkan konsep baru yang tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga pengalaman tinggal jemaah selama menjalankan ibadah.

Dalam proyek terbaru tersebut, pemerintah Saudi membangun fasilitas terpadu yang dirancang sesuai standar modern.

Kompleks tenda kini dilengkapi ruang makan khusus, area terbuka untuk aktivitas jemaah, serta fasilitas administrasi dan layanan operasional yang lebih canggih.

Desain tenda juga diperbarui agar mampu memberikan sirkulasi udara dan peneduhan lebih optimal di tengah cuaca panas Arab Saudi.

Langkah ini dinilai penting karena Mina menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kepadatan tertinggi selama musim haji.

Dengan pembaruan fasilitas, pemerintah berharap kenyamanan dan keamanan jemaah dapat meningkat secara signifikan.

Tersebar di Dua Kawasan Strategis

Pemerintah Saudi membagi pengembangan kawasan baru Mina ke dalam dua titik utama.

Kawasan pertama berada di area atas Jalan Raja Abdulaziz, sementara kawasan kedua terletak di belakang Masjid Al-Khaif yang menjadi salah satu masjid bersejarah dalam rangkaian ibadah haji.

Distribusi lokasi ini dirancang untuk membantu kelancaran pergerakan jemaah sekaligus mempermudah akses menuju fasilitas penting di area Mina dan Jamarat.

Selain itu, pengaturan geografis tersebut juga bertujuan mengurangi kepadatan berlebih di satu titik tertentu, terutama saat jutaan jemaah melakukan perpindahan secara bersamaan.

Dalam buku Hajj: Journey to the Heart of Islam karya Venetia Porter dijelaskan bahwa pengelolaan ruang dan arus manusia menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji modern karena melibatkan mobilitas jutaan orang dalam waktu yang sangat singkat.

Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur di Mina terus dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan jemaah yang semakin besar setiap tahun.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Hanya Boleh Bawa Satu Tas ke Mina, Tas Tambahan Dilarang

Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka

Salah satu fasilitas baru yang paling menarik perhatian adalah hadirnya aula makan dan ruang terbuka di dalam kompleks tenda.

Sebelumnya, banyak area Mina hanya difokuskan sebagai tempat istirahat dan bermalam jemaah.

Kini, konsep layanan mulai dikembangkan agar jemaah memiliki ruang yang lebih nyaman untuk beraktivitas dan berinteraksi.

Area terbuka tersebut juga membantu menciptakan sirkulasi pergerakan jemaah yang lebih tertata sekaligus mengurangi kepadatan di dalam tenda.

Selain itu, fasilitas layanan dan administrasi kini dibuat lebih modern untuk mendukung operasional petugas selama musim haji berlangsung.

Dalam buku Managing Hajj Crowds karya Maher Bukhari dijelaskan bahwa desain ruang terbuka dan sistem layanan terintegrasi sangat penting dalam pengelolaan keramaian berskala besar seperti ibadah haji.

Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus membantu mengurangi risiko kepadatan ekstrem di titik-titik tertentu.

Sistem Pendingin dan Pemadam Kebakaran Ditingkatkan

Selain menghadirkan fasilitas baru, pemerintah Saudi juga menyelesaikan proyek besar penggantian jaringan pendingin dan pemadam kebakaran di Mina.

Proyek ini mencakup pengembangan 188 area hunian yang terdiri atas 565 kamp tenda dengan total jaringan mencapai 339.000 meter linier.

Pengerjaan dilakukan dalam empat tahap agar operasional Mina tetap berjalan selama proses pengembangan berlangsung.

Dua tahap pertama mencakup pengembangan 121 area dan 433 kamp dengan cakupan 275.000 meter linier.

Tahap ketiga melibatkan 22 area dan 53 kamp, sedangkan tahap keempat mencakup 45 area dan 79 kamp lainnya.

Peningkatan jaringan pendingin menjadi sangat penting mengingat suhu di Mina saat musim haji dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Sementara itu, sistem pemadam kebakaran terus diperkuat untuk menjaga keamanan kawasan tenda yang dihuni jutaan jemaah.

Peristiwa kebakaran besar Mina pada akhir 1990-an menjadi salah satu alasan utama Saudi kemudian mengembangkan tenda tahan api dan sistem keamanan modern di kawasan tersebut.

Baca juga: 74 Eskalator Dipasang di Mina, Mudahkan Mobilitas Jemaah Haji 2026

Terintegrasi dengan Infrastruktur Modern

Pengembangan “Kota Tenda” Mina juga diintegrasikan dengan berbagai proyek infrastruktur pendukung lainnya.

Saudi memperkuat jaringan air, energi, sistem keamanan, hingga layanan operasional berbasis teknologi untuk memastikan seluruh fasilitas berjalan optimal selama puncak haji.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi memang terus mendorong modernisasi layanan haji melalui konsep smart hajj atau pengelolaan haji berbasis teknologi.

Mulai dari aplikasi digital, sistem navigasi jemaah, kecerdasan buatan, hingga pengelolaan keramaian berbasis data kini mulai diterapkan secara luas.

Dalam buku The Sociology of Pilgrimage karya John Eade dan Michael Sallnow disebutkan bahwa ibadah haji modern kini tidak hanya berkaitan dengan ritual spiritual, tetapi juga melibatkan sistem manajemen kota, teknologi, dan pelayanan kemanusiaan berskala global.

Karena itu, modernisasi kawasan Mina dinilai menjadi bagian penting dari transformasi besar penyelenggaraan haji dunia.

Mina Tetap Jadi Simbol Persaudaraan Umat Islam

Di balik berbagai modernisasi tersebut, Mina tetap mempertahankan makna spiritualnya sebagai tempat berkumpulnya jutaan Muslim dari berbagai bangsa, bahasa, dan budaya.

Di kawasan inilah jemaah bermalam, berdoa, dan menjalankan salah satu ritual terpenting dalam ibadah haji.

Meski kini dilengkapi fasilitas modern, suasana kebersamaan dan kesederhanaan di Mina tetap menjadi pengalaman yang sangat membekas bagi banyak jemaah.

Bagi pemerintah Saudi, pengembangan fasilitas ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lebih khusyuk selama berada di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Aktual
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Aktual
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Aktual
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Aktual
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
Aktual
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di 'Kota Tenda'
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di "Kota Tenda"
Aktual
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Aktual
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Aktual
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Aktual
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Aktual
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Aktual
10 Nama Malaikat Allah dalam Islam Lengkap dengan Tugas, Sifat, dan Cirinya
10 Nama Malaikat Allah dalam Islam Lengkap dengan Tugas, Sifat, dan Cirinya
Aktual
10 Larangan Ihram dalam Islam, Ada yang Bisa Batalkan Haji
10 Larangan Ihram dalam Islam, Ada yang Bisa Batalkan Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com