Editor
KOMPAS.com-Kelompok pertama jemaah haji Palestina dari Tepi Barat mulai berangkat ke Arab Saudi pada Senin (11/5/2026) untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Keberangkatan dilakukan melalui perlintasan Karama, jalur utama bagi warga Palestina di Tepi Barat untuk bepergian ke luar negeri.
Sementara itu, warga Palestina di Jalur Gaza masih terhalang menunaikan ibadah haji untuk tahun ketiga berturut-turut karena pembatasan akses keluar wilayah tersebut.
Situasi ini terjadi di tengah kondisi kemanusiaan Gaza yang memburuk akibat perang, pembatasan pergerakan, serta krisis kebutuhan dasar.
Baca juga: Apa Itu Rafats, Fusuk, dan Jidal? Ini Larangan Penting saat Haji
Dilansir dari Middle East Monitor. Direktur Kepolisian di perlintasan Karama, Waleed Ghannam, mengatakan bus-bus yang membawa jemaah haji mulai tiba di Jericho sejak Senin pagi.
Di lokasi tersebut, jemaah menjalani prosedur perjalanan sebelum melanjutkan keberangkatan ke Arab Saudi.
Kelompok pertama terdiri dari 2.230 jemaah haji Palestina.
Sebanyak 1.730 jemaah lainnya dijadwalkan berangkat pada Selasa sebagai bagian dari pengaturan keberangkatan bertahap menuju tempat-tempat suci di Arab Saudi.
Ghannam mengatakan, sebagian besar jemaah akan berangkat pada Senin dan Selasa.
Keberangkatan masih akan berlanjut hingga 20 Mei, dengan jumlah maksimal 500 jemaah diberangkatkan setiap hari.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Ditangkap di Madinah karena Rekam Perempuan, Ini Aturan di Arab Saudi
Menurut data resmi Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina, sekitar 6.600 warga Palestina dari Tepi Barat akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa turut meninjau pengaturan keberangkatan jemaah menuju Arab Saudi.
Kantor Perdana Menteri Palestina menyatakan, Mustafa memeriksa persiapan perjalanan dan akomodasi jemaah sebelum mereka berangkat.
Dalam peninjauan itu, Mustafa menerima pemaparan dari Kepala Otoritas Umum Perlintasan dan Perbatasan, Amin Qandil, serta Menteri Wakaf Mohammed Najm.
Keduanya menjelaskan langkah-langkah yang disiapkan untuk memudahkan perjalanan jemaah haji Palestina.
Keberangkatan jemaah dari Tepi Barat berlangsung saat warga Palestina di Gaza masih tidak dapat menunaikan ibadah haji untuk tahun ketiga berturut-turut.
Israel masih membatasi perlintasan Gaza, sementara kondisi kemanusiaan dan keamanan di wilayah yang diblokade itu terus memburuk.
Kementerian Wakaf Palestina pada 3 Maret menyatakan sisa kuota jemaah Gaza dialihkan ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Pengalihan itu disebut sebagai langkah luar biasa dan sementara untuk penyelenggaraan haji tahun ini.
Kementerian tersebut menjelaskan, keputusan diambil karena terbatasnya waktu dalam protokol haji yang ditandatangani dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Protokol itu menetapkan 20 Maret 2026 sebagai batas akhir penerbitan visa haji.
Baca juga: Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Warga Palestina di Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan dan kehidupan yang sangat berat setelah perang Israel selama dua tahun.
Situasi tersebut diperparah oleh pembatasan pergerakan dan perjalanan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Krisis di Gaza juga memburuk akibat kehancuran luas, kekurangan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.
Ratusan ribu warga Palestina terus mengalami pengungsian berulang di wilayah padat penduduk yang kekurangan layanan dasar.
Israel menutup perlintasan Rafah, satu-satunya jalur keluar bagi warga Palestina di Gaza, setelah pasukannya merebut wilayah itu pada Mei 2024.
Perlintasan tersebut dibuka kembali pada 2 Februari 2026, tetapi hanya untuk pasien dan korban luka dalam jumlah sangat terbatas.
Israel tetap menerapkan pembatasan ketat terhadap akses masuk dan keluar dari Gaza.
Kondisi ini membuat warga Gaza kembali kehilangan kesempatan untuk menjalankan ibadah haji, meski haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan Muslim apabila mampu secara finansial dan fisik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang