Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 12 Mei 2026, 08:00 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Melempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilakukan jamaah saat berada di Mina.

Ritual ini dilakukan dengan melempar batu kerikil ke tiga jumrah, yakni jumrah ula, jumrah wustho, dan jumrah aqabah.

Setiap jumrah dilempar menggunakan tujuh batu kerikil sebagai bagian dari manasik haji yang telah diajarkan dalam syariat Islam.

Selain menjadi amalan fisik, melempar jumrah juga memiliki makna spiritual sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan, hawa nafsu, dan dosa.\

Baca juga: Berapa Jumlah Kerikil Lempar Jumrah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Makna melempar jumrah dalam ibadah haji

Dilansir dari MUI, melempar jumrah tidak semestinya dipahami hanya sebagai gerakan melempar batu kerikil dalam rangkaian manasik haji.

Ritual ini juga menjadi simbol keteguhan seorang mukmin dalam menolak godaan setan, melawan hawa nafsu, dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang mengotori hati.

Seorang Muslim dianjurkan menjalankan amalan ini dengan menghadirkan doa, harapan, dan penghambaan yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Doa melempar jumrah yang dibaca Abdullah bin Umar

Sahabat Nabi yang mulia, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, memberikan teladan dalam membaca doa saat menjalankan amalan melempar jumrah.

Dalam riwayat yang dinukil dari kitab Ad-Du’a karya ath-Thabrani, disebutkan bahwa setiap kali Abdullah Ibnu Umar melempar satu batu kerikil, beliau bertakbir:

اَلله أَكْبَرُ

“Allah Mahabesar.”

Setelah itu, beliau berdoa dengan membaca lafaz berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

“Ya Allah, jadikanlah ini sebagai haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.” (HR Thabrani)

Riwayat serupa juga ditemukan dalam kitab Sunan al-Kubra karya al-Baihaqi dan kitab Al-Musannaf karya Ibnu Abi Syaibah.

Baca juga: Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat

Doa melempar jumrah dalam riwayat lain

Dalam riwayat lain, hadis ini diriwayatkan dari Ibrahim an-Nakha‘i.

Disebutkan bahwa Mughirah pernah bertanya kepada Ibrahim an-Nakha‘i tentang doa yang dibaca ketika melempar jumrah.

Ibrahim an-Nakha‘i kemudian menjawab agar membaca doa yang sama seperti doa tersebut.

Doa ini memang singkat, tetapi memiliki makna yang besar bagi setiap jamaah haji yang berharap ibadahnya diterima Allah SWT.

Harapan dalam setiap lemparan jumrah

Setiap lemparan batu dalam ibadah haji menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memperbanyak doa dan memperkuat tekad melawan muslihat setan.

Kerikil yang dilempar seakan menjadi simbol lepasnya dosa, kelalaian, dan bisikan buruk yang selama ini membelenggu diri seorang mukmin.

Melalui amalan ini, jamaah haji diingatkan agar tidak hanya menyelesaikan rangkaian manasik secara lahiriah, tetapi juga memperbaiki hati dan memperkuat ketaatan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kaum muslimin yang berhaji, menjadikan hajinya sebagai haji yang mabrur, serta mengampuni dosa-dosa mereka dengan ampunan yang sempurna.

Amin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBNU Sahkan Panitia Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Ditunjuk Jadi Ketuanya
PBNU Sahkan Panitia Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Ditunjuk Jadi Ketuanya
Aktual
Lirboyo dan Kekuatan Sunyi yang Menggerakkan Nahdlatul Ulama
Lirboyo dan Kekuatan Sunyi yang Menggerakkan Nahdlatul Ulama
Aktual
Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baznas: Dam Haji di Indonesia Bantu Gizi dan Ekonomi Desa
Baznas: Dam Haji di Indonesia Bantu Gizi dan Ekonomi Desa
Aktual
Saudi Perketat Dam Haji, Jemaah RI Mulai Beralih Bayar di Tanah Air
Saudi Perketat Dam Haji, Jemaah RI Mulai Beralih Bayar di Tanah Air
Aktual
BAZNAS dan BSI Luncurkan Layanan Bayar Kurban dan Dam Haji Digital 2026
BAZNAS dan BSI Luncurkan Layanan Bayar Kurban dan Dam Haji Digital 2026
Aktual
Baru Pisah 5 Menit, Keluarga CJH Sumenep Sudah Menangis Kangen
Baru Pisah 5 Menit, Keluarga CJH Sumenep Sudah Menangis Kangen
Aktual
Tangis Haru Jemaah Haji Indonesia Disambut Mawar di Bandara Jeddah
Tangis Haru Jemaah Haji Indonesia Disambut Mawar di Bandara Jeddah
Aktual
Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026
Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026
Aktual
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Aktual
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Aktual
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com