KOMPAS.com - Pertanyaan mengenai Idul Adha 2026 tanggal berapa mulai banyak dicari masyarakat seiring mendekatnya bulan Dzulhijjah.
Hari raya besar umat Islam ini tidak hanya identik dengan ibadah kurban, tetapi juga menjadi momentum berkumpul bersama keluarga dan menikmati masa libur nasional.
Sebagian masyarakat bahkan mulai merencanakan mudik, perjalanan wisata, hingga pembelian hewan kurban jauh-jauh hari sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.
Tidak heran jika jadwal resmi libur Idul Adha 2026 dan hitung mundurnya menjadi informasi yang cukup dinantikan.
Pemerintah sendiri telah menetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
Dalam keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Hari Raya Idul Adha 1447 H ditetapkan pada:
Artinya, masyarakat Indonesia akan menikmati libur Idul Adha selama dua hari berturut-turut.
Penetapan tersebut tercantum dalam SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Bagi pekerja maupun pelajar, momen ini biasanya dimanfaatkan untuk pulang kampung, silaturahmi keluarga, hingga beristirahat dari rutinitas harian.
Baca juga: Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Jika dihitung dari Selasa, 12 Mei 2026, Hari Raya Idul Adha 2026 yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 tinggal sekitar 15 hari lagi.
Hitung mundur ini membuat suasana menjelang Idul Adha mulai terasa di berbagai daerah. Sejumlah pedagang hewan kurban biasanya mulai membuka lapak, sementara masyarakat mulai mencari informasi harga sapi dan kambing kurban.
Di sisi lain, umat Islam juga mulai bersiap menyambut amalan-amalan sunnah bulan Dzulhijjah seperti puasa sunnah, takbiran, hingga ibadah kurban.
Meski pemerintah telah menetapkan jadwal perkiraan libur nasional, keputusan resmi Hari Raya Idul Adha tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.
Penentuan awal Dzulhijjah dilakukan menggunakan metode hisab dan rukyat. Pemerintah juga memakai kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Berdasarkan kriteria terbaru MABIMS, hilal dianggap memenuhi syarat terlihat apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Sidang isbat biasanya digelar pada akhir bulan Zulkaidah dengan melibatkan para ulama, ormas Islam, ahli astronomi, dan perwakilan instansi terkait.
Oleh karena itu, tanggal Idul Adha masih berpotensi berubah tergantung hasil pemantauan hilal.
Baca juga: Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Selain pemerintah, organisasi Islam Muhammadiyah juga telah memiliki perkiraan awal Dzulhijjah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Berdasarkan kalender tersebut, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha diprediksi berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
Jika prediksi pemerintah dan Muhammadiyah sama, maka Idul Adha 2026 berpotensi dirayakan serentak oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.
Idul Adha bukan sekadar hari libur nasional. Hari raya ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan, Idul Adha berkaitan dengan kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS ketika mendapat perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
Peristiwa tersebut menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Tuhan.
Karena itu, ibadah kurban dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk pengorbanan dan kepedulian sosial kepada sesama.
Sementara itu, dalam buku Ensiklopedi Islam karya Harun Nasution disebutkan bahwa Idul Adha juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Beberapa amalan yang sering dilakukan antara lain:
Puasa sunnah sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah dipercaya memiliki keutamaan besar, terutama puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Takbir Idul Adha mulai dikumandangkan sejak malam 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik.
Bagi yang mampu, berkurban menjadi ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak tahmid, tasbih, tahlil, dan doa selama bulan Dzulhijjah.
Selain menjadi momen ibadah, libur Idul Adha juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga.
Sebagian orang memilih pulang ke kampung halaman, sementara lainnya mengisi waktu dengan wisata religi atau liburan singkat.
Tidak sedikit pula yang memanfaatkan momen ini untuk mulai mempersiapkan pendidikan anak, keuangan keluarga, hingga rencana ibadah lainnya.
Oleh karena itu, informasi mengenai jadwal libur dan hitung mundur Idul Adha selalu menjadi topik yang ramai dicari setiap tahunnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang