Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Libur dan Hitung Mundurnya

Kompas.com, 12 Mei 2026, 10:54 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pertanyaan mengenai Idul Adha 2026 tanggal berapa mulai banyak dicari masyarakat seiring mendekatnya bulan Dzulhijjah.

Hari raya besar umat Islam ini tidak hanya identik dengan ibadah kurban, tetapi juga menjadi momentum berkumpul bersama keluarga dan menikmati masa libur nasional.

Sebagian masyarakat bahkan mulai merencanakan mudik, perjalanan wisata, hingga pembelian hewan kurban jauh-jauh hari sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.

Tidak heran jika jadwal resmi libur Idul Adha 2026 dan hitung mundurnya menjadi informasi yang cukup dinantikan.

Pemerintah sendiri telah menetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Dalam keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026.

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa?

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Hari Raya Idul Adha 1447 H ditetapkan pada:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha 1447 H
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 H

Artinya, masyarakat Indonesia akan menikmati libur Idul Adha selama dua hari berturut-turut.

Penetapan tersebut tercantum dalam SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Bagi pekerja maupun pelajar, momen ini biasanya dimanfaatkan untuk pulang kampung, silaturahmi keluarga, hingga beristirahat dari rutinitas harian.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026

Berapa Hari Lagi Menuju Idul Adha 2026?

Jika dihitung dari Selasa, 12 Mei 2026, Hari Raya Idul Adha 2026 yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 tinggal sekitar 15 hari lagi.

Hitung mundur ini membuat suasana menjelang Idul Adha mulai terasa di berbagai daerah. Sejumlah pedagang hewan kurban biasanya mulai membuka lapak, sementara masyarakat mulai mencari informasi harga sapi dan kambing kurban.

Di sisi lain, umat Islam juga mulai bersiap menyambut amalan-amalan sunnah bulan Dzulhijjah seperti puasa sunnah, takbiran, hingga ibadah kurban.

Mengapa Tanggal Idul Adha Bisa Berbeda?

Meski pemerintah telah menetapkan jadwal perkiraan libur nasional, keputusan resmi Hari Raya Idul Adha tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Penentuan awal Dzulhijjah dilakukan menggunakan metode hisab dan rukyat. Pemerintah juga memakai kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Berdasarkan kriteria terbaru MABIMS, hilal dianggap memenuhi syarat terlihat apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Sidang isbat biasanya digelar pada akhir bulan Zulkaidah dengan melibatkan para ulama, ormas Islam, ahli astronomi, dan perwakilan instansi terkait.

Oleh karena itu, tanggal Idul Adha masih berpotensi berubah tergantung hasil pemantauan hilal.

Baca juga: Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya

Prediksi Idul Adha 2026 Menurut Muhammadiyah

Selain pemerintah, organisasi Islam Muhammadiyah juga telah memiliki perkiraan awal Dzulhijjah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan kalender tersebut, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha diprediksi berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Jika prediksi pemerintah dan Muhammadiyah sama, maka Idul Adha 2026 berpotensi dirayakan serentak oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.

Makna Idul Adha dalam Islam

Idul Adha bukan sekadar hari libur nasional. Hari raya ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan, Idul Adha berkaitan dengan kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS ketika mendapat perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Peristiwa tersebut menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Tuhan.

Karena itu, ibadah kurban dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk pengorbanan dan kepedulian sosial kepada sesama.

Sementara itu, dalam buku Ensiklopedi Islam karya Harun Nasution disebutkan bahwa Idul Adha juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya

Amalan yang Dianjurkan Menjelang Idul Adha

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Beberapa amalan yang sering dilakukan antara lain:

1. Puasa Dzulhijjah

Puasa sunnah sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah dipercaya memiliki keutamaan besar, terutama puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

2. Memperbanyak Takbir

Takbir Idul Adha mulai dikumandangkan sejak malam 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik.

3. Bersedekah dan Berkurban

Bagi yang mampu, berkurban menjadi ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan.

4. Memperbanyak Dzikir

Umat Islam dianjurkan memperbanyak tahmid, tasbih, tahlil, dan doa selama bulan Dzulhijjah.

Libur Panjang Idul Adha 2026 Bisa Jadi Momentum Keluarga

Selain menjadi momen ibadah, libur Idul Adha juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga.

Sebagian orang memilih pulang ke kampung halaman, sementara lainnya mengisi waktu dengan wisata religi atau liburan singkat.

Tidak sedikit pula yang memanfaatkan momen ini untuk mulai mempersiapkan pendidikan anak, keuangan keluarga, hingga rencana ibadah lainnya.

Oleh karena itu, informasi mengenai jadwal libur dan hitung mundur Idul Adha selalu menjadi topik yang ramai dicari setiap tahunnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
Aktual
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
Aktual
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Aktual
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Aktual
Indonesia Resmi Kantongi Izin Empty Leg Penerbangan Haji dari Arab Saudi, Apa Dampaknya?
Indonesia Resmi Kantongi Izin Empty Leg Penerbangan Haji dari Arab Saudi, Apa Dampaknya?
Aktual
Pemda DIY Usulkan Seluruh Jamaah Haji Gunakan E-Paspor untuk Percepat Layanan Imigrasi
Pemda DIY Usulkan Seluruh Jamaah Haji Gunakan E-Paspor untuk Percepat Layanan Imigrasi
Aktual
Jemaah Haji Jember yang Pulang Sebanyak 2.949 Orang, 4 Wafat di Tanah Suci
Jemaah Haji Jember yang Pulang Sebanyak 2.949 Orang, 4 Wafat di Tanah Suci
Aktual
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Ini Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Ini Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
Aktual
Sering Mimpi Buruk dan Takut Jadi Kenyataan? Ini Cara Menyikapinya Menurut Ulama MUI
Sering Mimpi Buruk dan Takut Jadi Kenyataan? Ini Cara Menyikapinya Menurut Ulama MUI
Aktual
Anggota Komisi III DPR Dukung Pembuatan Regulasi Tegas terhadap Kampanye LGBT
Anggota Komisi III DPR Dukung Pembuatan Regulasi Tegas terhadap Kampanye LGBT
Aktual
Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Shalat Jumat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Shalat Jumat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
7 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah, Amalkan untuk Menambah Pahala
7 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah, Amalkan untuk Menambah Pahala
Aktual
Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Menjaga Mizan: Menunaikan Amanah Khalifah dalam Merawat Bumi
Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Menjaga Mizan: Menunaikan Amanah Khalifah dalam Merawat Bumi
Aktual
Jawa Barat Raih Predikat Wilayah Wisata Ramah Muslim Paling Menjanjikan di Negara OKI
Jawa Barat Raih Predikat Wilayah Wisata Ramah Muslim Paling Menjanjikan di Negara OKI
Aktual
Kemenag dan BI Cetak Kreator Konten Rohis SMA, Untuk Apa?
Kemenag dan BI Cetak Kreator Konten Rohis SMA, Untuk Apa?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com