Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya

Kompas.com, 11 Mei 2026, 11:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah resmi menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama Idul Adha 2026.

Momen ini menjadi salah satu periode liburan yang paling dinantikan masyarakat karena berdekatan dengan akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila.

Tak hanya menjadi waktu pelaksanaan ibadah kurban bagi umat Islam, Idul Adha juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, bepergian, atau sekadar beristirahat dari rutinitas pekerjaan.

Menariknya, kalender libur Idul Adha 2026 berpotensi menghadirkan long weekend hingga enam hari berturut-turut apabila masyarakat mengambil cuti tambahan pada hari kejepit nasional.

Lalu, kapan tepatnya libur Idul Adha 2026 dimulai? Berikut jadwal lengkapnya.

Jadwal Resmi Libur Idul Adha 2026

Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 sebagai hari libur nasional.

Sementara itu, cuti bersama Idul Adha ditetapkan pada Kamis, 28 Mei 2026.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, yakni:

  • Menteri Agama
  • Menteri Ketenagakerjaan
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

SKB tersebut menjadi acuan resmi bagi instansi pemerintah, sekolah, hingga sebagian besar perusahaan dalam menentukan jadwal operasional dan hari libur.

Berikut rincian jadwal libur Idul Adha 2026:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha 1447 H
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 H

Baca juga: Dalil Potong Kuku Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Larangan bagi Shahibul Kurban

Potensi Long Weekend hingga 6 Hari

Libur Idul Adha 2026 diperkirakan menjadi salah satu long weekend terpanjang di pertengahan tahun.

Sebab, setelah cuti bersama pada Kamis, terdapat hari Jumat, 29 Mei 2026 yang berada di antara cuti bersama dan akhir pekan.

Apabila masyarakat mengambil cuti tahunan pada hari tersebut, maka total masa libur bisa mencapai enam hari berturut-turut.

Berikut rinciannya:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama
  • Jumat, 29 Mei 2026: Hari kejepit nasional (opsional cuti)
  • Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
  • Minggu, 31 Mei 2026: Libur akhir pekan
  • Senin, 1 Juni 2026: Libur Nasional Hari Lahir Pancasila

Kondisi ini diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas mudik lokal, perjalanan wisata, hingga okupansi hotel dan transportasi umum di berbagai daerah.

Mengapa Idul Adha Selalu Bergeser?

Sebagian masyarakat kerap bertanya mengapa tanggal Idul Adha berubah setiap tahun jika dibanding kalender masehi.

Hal ini terjadi karena penanggalan Islam menggunakan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan, bukan matahari.

Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa kalender Hijriah memiliki jumlah hari lebih pendek dibanding kalender masehi, sehingga hari-hari besar Islam terus bergeser sekitar 10–11 hari setiap tahunnya.

Oleh karena itu, Idul Adha 2026 jatuh pada Mei, sementara pada tahun-tahun sebelumnya bisa berada di bulan Juni atau Juli.

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Ini Daftar Harga Hewan Kurban Terbaru & Tips Memilihnya

Kapan Idul Adha 2026 Versi Pemerintah?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penetapan ini didasarkan pada perhitungan hisab mengenai posisi hilal akhir bulan Zulkaidah 1447 H.

Kemenag menjelaskan bahwa secara astronomis, posisi hilal telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yaitu:

  • Tinggi hilal minimal 3 derajat
  • Elongasi minimal 6,4 derajat

Berdasarkan perhitungan tersebut, bulan Zulkaidah diperkirakan berakhir pada Minggu, 17 Mei 2026.

Dengan demikian:

  • 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026
  • Hari Arafah (9 Dzulhijjah) diperkirakan Selasa, 26 Mei 2026
  • Idul Adha (10 Dzulhijjah) diperkirakan Rabu, 27 Mei 2026

Meski demikian, pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Dzulhijjah secara resmi.

Penetapan Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan jadwal Idul Adha melalui metode hisab hakiki wujudul hilal.

Dalam Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H disebutkan bahwa:

  • 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026
  • Hari Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026
  • Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026

Dengan demikian, sejauh ini penetapan Muhammadiyah dan prediksi pemerintah sama-sama mengarah pada tanggal 27 Mei 2026.

Baca juga: Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Perbedaan Penetapan Pemerintah & Muhammadiyah

Makna Idul Adha bagi Umat Islam

Idul Adha bukan sekadar hari libur panjang. Hari raya ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.

Perayaan Idul Adha berkaitan dengan kisah keteladanan Ibrahim dan putranya Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Momentum ini juga identik dengan ibadah kurban sebagai simbol ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa kurban menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah sekaligus sarana mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Momentum Libur Idul Adha

Libur panjang Idul Adha biasanya berdampak besar pada sektor pariwisata dan transportasi nasional.

Banyak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk:

  • Pulang kampung
  • Liburan keluarga
  • Wisata religi
  • Mengunjungi tempat wisata alam
  • Beristirahat dari rutinitas kerja

Persiapan Menyambut Idul Adha 2026

Karena jadwal libur sudah diumumkan lebih awal, masyarakat dapat mulai menyusun agenda jauh-jauh hari.

Mulai dari merencanakan perjalanan, memesan tiket, mengatur jadwal cuti, hingga menyiapkan pelaksanaan kurban.

Bagi sebagian orang, momen Idul Adha juga menjadi kesempatan mempererat hubungan keluarga yang jarang bertemu akibat kesibukan sehari-hari.

Dengan adanya potensi long weekend hingga enam hari, Idul Adha 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode liburan paling ramai sepanjang tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Aktual
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dengan Senin Kamis? Ini Hukumnya
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dengan Senin Kamis? Ini Hukumnya
Aktual
Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa
Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa
Doa dan Niat
Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah
Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah
Aktual
Dalil Potong Kuku Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Larangan bagi Shahibul Kurban
Dalil Potong Kuku Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Larangan bagi Shahibul Kurban
Aktual
Gus Ipul Ajak Ponpes se-Madura Ikut Sukseskan Program Prabowo, Soroti Data Bansos dan Sekolah Rakyat
Gus Ipul Ajak Ponpes se-Madura Ikut Sukseskan Program Prabowo, Soroti Data Bansos dan Sekolah Rakyat
Aktual
Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Idul Adha Menurut 4 Mazhab
Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Idul Adha Menurut 4 Mazhab
Aktual
2 Calon Jamaah Haji Pamekasan Gagal Berangkat ke Makkah karena Sakit
2 Calon Jamaah Haji Pamekasan Gagal Berangkat ke Makkah karena Sakit
Aktual
Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah
Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah
Aktual
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji Nonprosedural dan Imbau Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 1447 H
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji Nonprosedural dan Imbau Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 1447 H
Aktual
Kutim Luncurkan Beasiswa 1.000 Penghafal Al-Quran: Cetak Generasi Qurani
Kutim Luncurkan Beasiswa 1.000 Penghafal Al-Quran: Cetak Generasi Qurani
Aktual
Cukup Lihat Giginya! Begini Cara Memastikan Usia Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat
Cukup Lihat Giginya! Begini Cara Memastikan Usia Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com