KOMPAS.com - Pembagian daging kurban sapi untuk 7 orang sering menjadi pertanyaan setiap menjelang Hari Raya Idul Adha.
Banyak masyarakat ingin mengetahui bagaimana cara membagi daging kurban yang adil, sesuai syariat Islam, dan tetap memberikan manfaat bagi penerima.
Di Indonesia, sapi menjadi salah satu hewan kurban yang paling banyak dipilih karena dapat dikurbankan secara kolektif oleh tujuh orang.
Selain lebih ekonomis, jumlah daging yang dihasilkan juga cukup banyak sehingga bisa dibagikan kepada lebih banyak penerima.
Baca juga: BAZNAS dan BSI Luncurkan Layanan Bayar Kurban dan Dam Haji Digital 2026
Namun dalam praktiknya, pembagian daging kurban tidak selalu berjalan ideal. Masih ada panitia atau peserta kurban yang bingung menentukan porsi, siapa yang diprioritaskan menerima, hingga berapa kilogram daging yang layak dibagikan untuk setiap keluarga.
Padahal, pembagian daging kurban bukan sekadar persoalan teknis. Dalam Islam, pembagian tersebut berkaitan dengan nilai keadilan, kepedulian sosial, dan keberkahan ibadah kurban itu sendiri.
Lalu, bagaimana panduan pembagian daging kurban sapi untuk 7 orang menurut syariat Islam? Berapa kilogram yang ideal? Apa saja kesalahan yang sering terjadi?
Melansir dari BAZNAS RI, seekor sapi memang diperbolehkan untuk kurban tujuh orang. Ketentuan ini berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW mengenai bolehnya berkurban bersama menggunakan sapi atau unta.
Hal serupa juga dijelaskan PWMJATENG.COM yang mengutip Fiqhus-Sunnah Juz III halaman 227 karya Sayyid Sabiq.
Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa unta dan sapi dapat digunakan untuk kurban bersama oleh tujuh orang yang sama-sama berniat beribadah kepada Allah SWT.
Artinya, setiap peserta kurban memiliki hak yang sama atas hewan kurban tersebut.
Jumlah daging bersih sapi kurban sebenarnya tidak selalu sama. Hal ini bergantung pada ukuran, berat hidup sapi, usia, dan jenis sapi yang disembelih.
Melansir dari BAZNAS RI, rata-rata seekor sapi kurban menghasilkan sekitar 120 hingga 140 kilogram daging bersih setelah dipotong.
Jika dibagi untuk tujuh orang peserta kurban, maka perhitungannya kurang lebih sebagai berikut:
Namun angka tersebut bukan berarti seluruh bagian menjadi konsumsi pribadi peserta kurban. Dalam Islam, daging kurban dianjurkan untuk dibagikan kepada beberapa golongan.
Dalam Surah Al-Hajj ayat 28, Allah SWT berfirman:
“...Maka makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
Ayat tersebut menjadi dasar bahwa daging kurban tidak boleh hanya dinikmati sendiri. Ada hak orang lain di dalamnya, terutama fakir miskin.
Para ulama kemudian menjelaskan pembagian yang paling umum dilakukan adalah:
Bagian ini boleh dikonsumsi oleh peserta kurban dan keluarganya. Tidak ada larangan bagi shohibul kurban menikmati daging kurbannya sendiri.
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan, Rasulullah SAW juga menganjurkan orang yang berkurban untuk memakan sebagian hasil kurbannya.
Bagian ini diberikan kepada saudara, tetangga, atau teman sebagai bentuk silaturahmi dan berbagi kebahagiaan Idul Adha.
Menariknya, kerabat yang menerima tidak harus fakir miskin. Tetangga dan teman dekat juga boleh menerima daging kurban.
Ini menjadi bagian yang paling diprioritaskan. Tujuan utama kurban salah satunya adalah membantu masyarakat yang jarang menikmati daging.
Oleh karena itu, panitia kurban biasanya mendata warga kurang mampu agar distribusi lebih tepat sasaran.
Baca juga: Berapa Bagian Daging Kurban yang Boleh Dimakan Shohibul Qurban?
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh simulasi pembagiannya.
Skenario Pertama: Sapi Menghasilkan 126 Kg Daging Bersih
Jika seekor sapi menghasilkan 126 kilogram daging bersih, maka:
Apabila daging dibagikan dalam kantong 1,5 kilogram, maka:
42 kg bisa menjadi sekitar 28 kantong
Artinya, bagian untuk fakir miskin saja dapat dibagikan kepada sekitar 28 keluarga penerima.
Skenario Kedua: Sapi Menghasilkan 140 Kg
Jika total daging mencapai 140 kilogram:
Setiap kategori mendapat sekitar 46,6 kg
Bila dibagi per kantong 2 kg, maka tersedia sekitar 23 paket lebih
Cara ini dianggap lebih praktis karena memudahkan distribusi dan menjaga pemerataan.
Banyak panitia kurban di Indonesia menggunakan standar pembagian sekitar 1 hingga 2 kilogram daging per keluarga.
Jumlah tersebut dinilai cukup agar satu keluarga dapat menikmati hidangan daging kurban selama satu hingga dua kali makan.
Namun pembagian ideal juga perlu mempertimbangkan:
Karena itu, tidak semua daerah memiliki ukuran pembagian yang sama.
Meski terlihat sederhana, pembagian daging kurban ternyata sering memunculkan persoalan di lapangan. Ada beberapa kesalahan yang kerap terjadi dan sebaiknya dihindari.
Masih ada panitia yang membagi daging hanya berdasarkan perkiraan. Akibatnya, ada penerima yang mendapat terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Padahal penggunaan timbangan penting untuk menjaga keadilan.
Shohibul kurban memang boleh menikmati daging kurban. Namun, jika sebagian besar daging justru disimpan sendiri, nilai sosial kurban bisa berkurang.
Kadang pembagian lebih banyak diberikan kepada kerabat dekat atau orang mampu. Padahal fakir miskin seharusnya menjadi prioritas utama penerima kurban.
Kurangnya keterbukaan sering memicu kecurigaan masyarakat. Karena itu, panitia dianjurkan mendata penerima dan mencatat distribusi daging dengan jelas.
Keluarga besar tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan keluarga kecil. Karena itu, pembagian sebaiknya mempertimbangkan jumlah anggota keluarga penerima.
Baca juga: Pembagian Daging Kurban Berapa Kg? Ini Ketentuan Pembagian Termasuk untuk Sahibul Kurban
Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan. Ada pesan sosial yang sangat kuat di balik ibadah kurban.
Dalam buku Ensiklopedi Islam karya Harun Nasution dijelaskan bahwa kurban mengandung nilai solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Masyarakat yang jarang menikmati makanan bergizi dapat merasakan kebahagiaan melalui pembagian daging kurban.
Selain itu, pembagian kurban juga mempererat hubungan antarwarga karena melibatkan gotong royong, silaturahmi, dan semangat berbagi.
Agar distribusi berjalan lancar, panitia kurban biasanya melakukan beberapa langkah berikut:
Cara-cara tersebut dinilai efektif mengurangi kerumunan dan meminimalkan kesalahan distribusi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang