Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Doa agar Lancar Menjawab saat Sidang Skripsi dan Ujian Lisan

Kompas.com, 12 Mei 2026, 10:54 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rasa gugup ketika menghadapi ujian lisan, sidang skripsi, presentasi kelas, atau wawancara sering dialami banyak orang.

Bahkan mahasiswa yang sudah mempersiapkan materi dengan matang pun terkadang tetap merasa tangan dingin, suara bergetar, hingga sulit menyusun kalimat saat berbicara di depan dosen penguji.

Dalam ajaran Islam, kondisi seperti ini bukan hanya dipandang sebagai persoalan mental, tetapi juga bagian dari ujian yang dapat dihadapi dengan ikhtiar lahir dan batin.

Selain belajar dan berlatih, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa agar diberikan ketenangan hati, kejernihan pikiran, serta kelancaran berbicara.

Salah satu doa yang paling populer diamalkan ketika menghadapi ujian lisan adalah doa Nabi Musa AS.

Doa ini dibaca ketika Nabi Musa mendapat perintah berdakwah kepada Raja Firaun yang dikenal zalim dan memiliki kekuasaan besar.

Doa Nabi Musa AS agar Lancar Berbicara

Dalam Al Quran Surah Thaha ayat 25-28, Nabi Musa AS memohon kepada Allah SWT agar diberi kelapangan dada dan kemudahan dalam berbicara.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Rabbisyrah lii shadrii wa yassir lii amrii wahlul ‘uqdatan min lisaanii yafqahuu qaulii.

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku.” (QS Thaha: 25-28)

Doa ini sering dibaca pelajar dan mahasiswa sebelum sidang skripsi, seminar proposal, ujian praktik, hingga presentasi penting di depan umum.

Dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor dijelaskan, Nabi Musa AS merasa khawatir karena memiliki keterbatasan dalam berbicara.

Oleh karena itu, beliau memohon pertolongan Allah SWT agar dapat menyampaikan dakwah dengan jelas dan dipahami kaumnya.

Makna inilah yang membuat doa Nabi Musa dianggap relevan untuk diamalkan ketika seseorang menghadapi ujian lisan atau situasi yang menegangkan.

Baca juga: Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa

Mengapa Doa Ini Banyak Diamalkan saat Sidang Skripsi?

Tidak sedikit mahasiswa merasa mendadak blank saat sidang, padahal sebelumnya sudah belajar berhari-hari.

Kondisi gugup sering membuat seseorang kehilangan fokus dan sulit menyampaikan jawaban dengan runtut.

Doa Nabi Musa AS bukan sekadar permohonan agar lancar berbicara. Di dalamnya terdapat permintaan agar hati dilapangkan dan urusan dimudahkan. Artinya, seseorang juga memohon ketenangan mental dan kemampuan berpikir jernih.

Dikutip dari buku Pintar Hafalan Bacaan Shalat Plus Doa Harian susunan Ustadz Imam Mubarok, membaca doa sebelum menyampaikan materi dapat membantu seseorang lebih percaya diri dan tenang ketika berbicara di depan banyak orang.

Selain itu, dalam tradisi Islam, berdoa sebelum menghadapi urusan penting termasuk bentuk tawakal kepada Allah SWT setelah melakukan usaha maksimal.

Doa agar Tidak Gugup saat Presentasi dan Ujian

Selain doa Nabi Musa AS, ada pula doa lain yang sering diamalkan agar hati lebih tenang ketika menyampaikan materi.

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj‘al lii mil ladunka sulthaanan nashiiraa.

Artinya: “Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar serta berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.” (QS Al Isra: 80)

Doa ini biasa dibaca ketika seseorang akan memasuki situasi penting, termasuk ujian, wawancara kerja, atau pidato.

Baca juga: Doa Masuk & Keluar Kamar Mandi Lengkap Arab, Latin, Arti & Adab Sunnah

Doa Sebelum Memulai Ujian

Dalam beberapa kitab doa harian, umat Islam juga dianjurkan membaca doa memohon ilmu yang bermanfaat sebelum ujian dimulai.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Subhaanakallaahumma laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa ‘allimnaa maa yanfa‘unaa wa baarik lanaa fiimaa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim.

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, tidak ada ilmu bagi kami selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Ajarkanlah ilmu yang bermanfaat dan berkahilah ilmu yang telah Engkau berikan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Doa ini sering dibaca para santri maupun mahasiswa sebelum memasuki ruang ujian.

Amalan agar Lebih Tenang saat Ujian Lisan

Selain membaca doa, ada beberapa amalan yang dianjurkan agar lebih siap menghadapi sidang atau ujian lisan.

1. Memperbanyak salawat

Membaca salawat dipercaya dapat membuat hati lebih tenang dan membantu seseorang lebih fokus ketika berbicara.

2. Membaca Al Quran sebelum ujian

Sebagian orang memilih membaca Surah Al Insyirah karena berisi makna tentang kelapangan dada dan kemudahan urusan.

3. Datang lebih awal

Datang terlalu mepet ke lokasi ujian sering membuat pikiran semakin panik. Dengan hadir lebih awal, seseorang memiliki waktu menenangkan diri dan mengatur napas.

4. Memperbanyak latihan berbicara

Dalam Islam, doa tetap harus dibarengi usaha. Karena itu, latihan presentasi atau simulasi sidang sangat penting dilakukan sebelum hari ujian.

Baca juga: 3 Doa yang Dianjurkan di Hari Jumat, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa Ketika Menghadapi Pertanyaan Sulit

Saat ujian lisan berlangsung, terkadang muncul pertanyaan yang sulit dijawab. Dalam kondisi seperti ini, umat Muslim dapat membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Allaahumma laa sahla illaa maa ja‘altahuu sahlan wa anta taj‘alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Engkau mampu menjadikan kesulitan menjadi mudah apabila Engkau kehendaki.”

Doa ini cukup populer diamalkan ketika seseorang mulai merasa panik atau kehilangan konsentrasi saat ujian berlangsung.

Ikhtiar Tetap Menjadi yang Utama

Berdoa bukan berarti menggantikan usaha belajar. Dalam Islam, tawakal selalu berjalan berdampingan dengan ikhtiar.

Karena itu, mahasiswa atau pelajar tetap dianjurkan mempersiapkan materi sebaik mungkin sebelum menghadapi ujian.

Membaca doa dapat menjadi penenang hati, sementara belajar dan latihan membantu seseorang lebih siap secara akademik.

Perpaduan keduanya sering membuat seseorang lebih percaya diri saat berbicara di depan penguji.

Banyak orang mungkin mengira keberhasilan sidang hanya ditentukan oleh kemampuan menjawab pertanyaan.

Padahal, ketenangan, cara berbicara, dan kemampuan menyampaikan gagasan dengan runtut juga menjadi faktor penting.

Oleh karena itu, tidak sedikit mahasiswa yang rutin membaca doa Nabi Musa AS beberapa hari sebelum sidang skripsi berlangsung.

Mereka berharap diberikan kemudahan dalam menjelaskan isi penelitian serta mampu menjawab pertanyaan dosen dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bagaimana Pembagian Daging Kurban Sapi 7 Orang, Berapa Kg per Bagian?
Bagaimana Pembagian Daging Kurban Sapi 7 Orang, Berapa Kg per Bagian?
Aktual
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Libur dan Hitung Mundurnya
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Libur dan Hitung Mundurnya
Aktual
Bacaan Doa agar Lancar Menjawab saat Sidang Skripsi dan Ujian Lisan
Bacaan Doa agar Lancar Menjawab saat Sidang Skripsi dan Ujian Lisan
Doa dan Niat
PBNU Sahkan Panitia Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Ditunjuk Jadi Ketuanya
PBNU Sahkan Panitia Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Ditunjuk Jadi Ketuanya
Aktual
Lirboyo dan Kekuatan Sunyi yang Menggerakkan Nahdlatul Ulama
Lirboyo dan Kekuatan Sunyi yang Menggerakkan Nahdlatul Ulama
Aktual
Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baznas: Dam Haji di Indonesia Bantu Gizi dan Ekonomi Desa
Baznas: Dam Haji di Indonesia Bantu Gizi dan Ekonomi Desa
Aktual
Saudi Perketat Dam Haji, Jemaah RI Mulai Beralih Bayar di Tanah Air
Saudi Perketat Dam Haji, Jemaah RI Mulai Beralih Bayar di Tanah Air
Aktual
BAZNAS dan BSI Luncurkan Layanan Bayar Kurban dan Dam Haji Digital 2026
BAZNAS dan BSI Luncurkan Layanan Bayar Kurban dan Dam Haji Digital 2026
Aktual
Baru Pisah 5 Menit, Keluarga CJH Sumenep Sudah Menangis Kangen
Baru Pisah 5 Menit, Keluarga CJH Sumenep Sudah Menangis Kangen
Aktual
Tangis Haru Jemaah Haji Indonesia Disambut Mawar di Bandara Jeddah
Tangis Haru Jemaah Haji Indonesia Disambut Mawar di Bandara Jeddah
Aktual
Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026
Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026
Aktual
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Aktual
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Aktual
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com