Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa

Kompas.com, 11 Mei 2026, 09:43 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sholat dhuha selama ini dikenal sebagai salah satu amalan sunnah yang erat kaitannya dengan pembuka rezeki.

Banyak Muslim sengaja meluangkan waktu di pagi hari untuk menunaikan sholat ini dengan harapan diberi kelancaran urusan, hati yang tenang, hingga keberkahan hidup.

Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya: kapan sebenarnya waktu sholat dhuha terbaik? Apakah benar ada jam tertentu yang lebih utama sehingga doa lebih mudah dikabulkan?

Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW memang menjelaskan bahwa sholat dhuha memiliki waktu paling utama dibanding sekadar dikerjakan di awal pagi.

Para ulama kemudian menerangkan tanda-tanda waktunya, bahkan mengaitkannya dengan kondisi matahari yang mulai terasa panas.

Keutamaan Sholat Dhuha yang Jarang Disadari

Sholat dhuha bukan hanya ibadah sunnah biasa. Dalam banyak riwayat, amalan ini disebut memiliki keutamaan besar.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah.

Jumlahnya mencapai 360 sendi, dan dua rakaat sholat dhuha dapat menggantikan seluruh sedekah tersebut.

Selain itu, ada pula hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Ahmad:

“Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu sepanjang hari itu.”

Hadis ini sering dijadikan dasar mengapa banyak ulama menyebut sholat dhuha sebagai amalan pembuka keberkahan rezeki dan penjaga kecukupan hidup.

Dalam buku Keajaiban Shalat Sunnah karya M. Khalilurrahman Al Mahfani dijelaskan, sholat dhuha termasuk ibadah yang sangat dianjurkan karena menjadi bentuk syukur seorang hamba atas nikmat kesehatan, tubuh, dan kesempatan hidup yang Allah berikan setiap pagi.

Baca juga: Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya

Kapan Waktu Sholat Dhuha Dimulai?

Secara umum, waktu dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik setinggi tombak. Dalam praktiknya di Indonesia, waktu ini biasanya sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.

Waktu dhuha berakhir menjelang masuknya waktu zuhur, kira-kira 10–15 menit sebelumnya.
Artinya, rentang waktu sholat dhuha sebenarnya cukup panjang. Namun, para ulama menjelaskan bahwa ada waktu yang lebih utama dibanding waktu lainnya.

Waktu Sholat Dhuha Terbaik Menurut Hadis

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa waktu paling utama untuk sholat dhuha adalah ketika matahari mulai terasa panas.

Hadis riwayat Muslim menyebutkan:

“Shalat orang-orang awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan.”

Hadis tersebut diriwayatkan dari sahabat Zaid bin Arqam. Pada masa Arab dahulu, kondisi “anak unta mulai kepanasan” menjadi tanda bahwa matahari telah meninggi dan panas mulai terasa di padang pasir.

Para ulama kemudian menjelaskan bahwa waktu itu berada di seperempat siang atau mendekati pertengahan pagi.

Dalam kitab Fiqih Manhaji Ala Madzhab Al Imam Asy-Syafii, dijelaskan bahwa waktu terbaik dhuha adalah saat panas matahari mulai kuat, bukan terlalu pagi setelah matahari terbit.
Sementara itu, Syaikh Musthafa Al Bugha dalam kitab Nuzhatul Muttaqin menerangkan:

“Waktu sholat dhuha dimulai sejak matahari meninggi hingga mendekati tengah hari. Namun yang paling utama adalah ketika matahari sudah terasa panas.”

Pukul Berapa Waktu Dhuha Paling Utama?

Jika dikonversi ke waktu Indonesia, khususnya wilayah seperti Jakarta dan sekitarnya, waktu dhuha paling utama umumnya berada sekitar pukul 08.30 hingga 10.00 WIB.

Banyak ulama menyebut sekitar pukul 09.00 WIB sebagai waktu yang sangat baik untuk melaksanakan dhuha karena matahari sudah cukup tinggi namun belum mendekati zuhur.

Meski demikian, waktu terbaik bisa sedikit berbeda tergantung lokasi dan posisi matahari di masing-masing daerah.

Karena itu, bila ingin mendapatkan waktu paling utama, patokannya bukan sekadar jam tertentu, melainkan ketika matahari mulai terasa hangat dan pagi sudah benar-benar terang.

Baca juga: Shalat Sunnah Isyraq: Niat, Tata Cara, Doa, dan Perbedaan dengan Dhuha

Mengapa Waktu Ini Disebut Lebih Mustajabah?

Sebagian ulama menjelaskan bahwa waktu dhuha merupakan momen ketika manusia mulai sibuk dengan urusan dunia: bekerja, berdagang, bepergian, dan mencari nafkah.

Di saat banyak orang fokus mengejar aktivitas duniawi, orang yang menyempatkan diri menghadap Allah dinilai memiliki keutamaan tersendiri.

Dalam buku Rahasia Dahsyat Shalat Sunnah karya Imam Musbikin disebutkan bahwa sholat dhuha menjadi simbol tawakal seorang hamba. Ia tetap menggantungkan harapan rezekinya kepada Allah di tengah kesibukan hidup.

Karena itu, doa-doa setelah sholat dhuha sering dipanjatkan untuk memohon kemudahan rezeki, keberkahan usaha, ketenangan hati, dan kelancaran urusan.

Berapa Rakaat Sholat Dhuha?

Jumlah rakaat sholat dhuha paling sedikit adalah dua rakaat.

Namun, Rasulullah SAW juga pernah mengerjakan empat rakaat, delapan rakaat, bahkan lebih sesuai kemampuan.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam.

Niat Sholat Dhuha

Berikut bacaan niat sholat dhuha dua rakaat.

اُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadh dhuhaa rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Dhuha

Secara umum, tata cara sholat dhuha sama seperti sholat sunnah lainnya:

  • Membaca niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca surat pendek
  • Ruku
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri untuk rakaat berikutnya
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Sebagian ulama menganjurkan membaca Surah Asy-Syams, Ad-Dhuha, atau Al-Insyirah, meski tidak ada kewajiban khusus mengenai surat tertentu.

Baca juga: Doa Setelah Shalat Tahajud, Waktu Sunyi yang Diyakini Penuh Keberkahan

Doa Setelah Sholat Dhuha

Doa setelah dhuha sangat populer dibaca kaum Muslim karena berisi permohonan keberkahan dan kemudahan rezeki.

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ
بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Allahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka.
Allahumma in kaana rizqii fis samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu‘siran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba‘iidan faqarribhu.
Bi haqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash shaalihiin.

Artinya “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku di langit maka turunkanlah, jika di bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah.
Dengan hak waktu dhuha-Mu, keindahan, keagungan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku sebagaimana Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Apakah Doa Dhuha Pasti Membuka Rezeki?

Para ulama mengingatkan bahwa rezeki bukan hanya soal uang atau materi. Rezeki juga bisa berupa kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang baik, pekerjaan yang lancar, hingga hidup yang berkah.

Karena itu, sholat dhuha sebaiknya tidak dipandang semata-mata sebagai “ritual mencari kekayaan”, melainkan bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah.

Dalam buku Mukjizat Shalat Dhuha karya H. Amirulloh Syarbini disebutkan, konsistensi menjaga dhuha dapat membentuk optimisme, disiplin, serta ketenangan jiwa yang berdampak positif pada kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, banyak ulama juga menekankan bahwa doa akan lebih mudah dikabulkan bila dibarengi ikhtiar, kejujuran, serta menjauhi rezeki yang haram.

Memohon Keberkahan Hidup

Sholat dhuha menjadi salah satu amalan sunnah yang istimewa karena dikerjakan di tengah awal aktivitas manusia mencari nafkah.

Waktu terbaiknya adalah ketika matahari mulai meninggi dan terasa panas, sekitar pukul 09.00 WIB untuk wilayah Indonesia bagian barat.

Selain mendatangkan pahala, dhuha juga menjadi momen memohon keberkahan hidup, kelancaran rezeki, dan ketenangan hati kepada Allah SWT.

Dengan menjaga amalan ini secara rutin, seorang Muslim tidak hanya berharap kecukupan dunia, tetapi juga kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com