Editor
KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menghadirkan sejumlah inovasi dalam layanan konsumsi jamaah calon haji Indonesia pada musim haji tahun ini.
Peningkatan layanan dilakukan melalui penerapan sistem digitalisasi terpadu serta penambahan variasi menu makanan bagi jamaah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat koordinasi distribusi konsumsi sekaligus menjaga kebutuhan gizi jamaah selama beribadah di Tanah Suci.
Selain efisiensi biaya, pemerintah juga meningkatkan kualitas dan kuantitas makanan yang diterima jamaah haji.
Baca juga: Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Dilansir dari Antara, Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, mengatakan pengelolaan layanan konsumsi tahun ini telah terintegrasi secara digital penuh.
"Sistem digitalisasi ini mencakup pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan. Terobosan ini sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan langsung di lapangan," ujar Indri di sela kunjungannya ke salah satu dapur katering di Makkah, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Indri menjelaskan bahwa sistem digitalisasi diterapkan untuk memantau distribusi makanan jamaah secara lebih cepat dan akurat.
Melalui sistem tersebut, petugas dapat melakukan pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi makanan, hingga verifikasi layanan secara langsung di lapangan.
Menurut dia, transformasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Selain digitalisasi, PPIH Arab Saudi juga meningkatkan variasi menu makanan yang disajikan kepada jamaah calon haji Indonesia.
Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi, variasi lauk pauk, dan penyesuaian dengan selera jamaah Indonesia.
Pemerintah juga melakukan efisiensi biaya konsumsi sambil meningkatkan gramasi atau porsi makanan utama bagi jamaah.
Di samping itu, jamaah calon haji mendapatkan tambahan asupan gizi berupa susu, buah-buahan, dan air mineral untuk menjaga kondisi fisik serta kebutuhan hidrasi selama menjalankan ibadah haji.
Di wilayah Makkah, layanan konsumsi jamaah calon haji Indonesia dikelola melalui kerja sama dengan 51 dapur katering penyedia makanan.
Seluruh dapur tersebut telah memenuhi standar dan spesifikasi ketat yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, serta Otoritas Arab Saudi.
Layanan konsumsi itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan jamaah di 177 hotel yang ditempati 527 kelompok terbang (kloter).
Terkait layanan pada fase puncak haji, Indri menjelaskan jamaah calon haji akan mendapatkan tiga botol air minum selamat datang saat tiba di Arafah.
Selama fase 8 hingga 9 Dzulhijjah, jamaah akan menerima layanan konsumsi paling banyak lima kali makan.
Selain itu, jamaah juga dibekali paket konsumsi lengkap sebelum diberangkatkan menuju Muzdalifah.
Sementara pada fase di Mina yang berlangsung mulai 10 hingga pagi 13 Dzulhijjah, jamaah calon haji akan memperoleh layanan konsumsi tepat waktu dengan jumlah paling banyak 10 kali makan.
Seluruh layanan konsumsi yang disediakan syarikah tetap berada dalam pengawasan ketat PPIH Arab Saudi.
Hingga 10 Mei 2026, tercatat sebanyak 1.193.534 boks makanan telah berhasil didistribusikan kepada jamaah calon haji Indonesia di Makkah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang