Editor
KOMPAS.com - Rukun iman kedua dalam Islam adalah beriman kepada malaikat Allah SWT.
Umat muslim wajib meyakini keberadaan malaikat meski tidak dapat dilihat secara langsung oleh indra manusia.
Malaikat merupakan makhluk gaib yang diciptakan Allah dari cahaya dan selalu taat menjalankan perintah-Nya.
Keimanan kepada malaikat menjadi bagian penting dalam enam rukun iman yang harus diyakini setiap muslim.
Baca juga: 4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
Dalam buku Aqidah Akhlaq untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (2006) karya Taofik Yusmansyah dijelaskan bahwa malaikat adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari cahaya (nur) dan memiliki tugas-tugas khusus dalam mengatur berbagai urusan alam semesta atas izin Allah.
Malaikat juga termasuk makhluk yang mulia serta memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT karena tidak pernah membangkang terhadap perintah-Nya.
Baca juga: Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Istilah malaikat merupakan bentuk jamak dari kata malakun atau malak (ملك), yang berarti kekuatan, dan berasal dari kata dasar “al-alukah,” yang berarti risalah atau misi.
Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa malaikat memiliki sayap dengan jumlah berbeda-beda, ada yang dua, tiga, hingga empat. Allah SWT berfirman:
اَ لۡحَمۡدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ جَاعِلِ الۡمَلٰٓٮِٕكَةِ رُسُلًا اُولِىۡۤ اَجۡنِحَةٍ مَّثۡنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ؕ يَزِيۡدُ فِى الۡخَـلۡقِ مَا يَشَآءُ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ ١
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Fatir 35:1)
Keberadaan malaikat bersifat gaib sehingga tidak dapat dilihat manusia secara langsung.
Malaikat diciptakan untuk menjalankan tugas tertentu, seperti membawa wahyu, mengatur rezeki, mencabut nyawa, hingga mencatat amal manusia. Dari banyaknya malaikat Allah, ada 10 malaikat yang bisa dikenali dari nama dan tugasnya.
Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu dan perintah Allah SWT kepada para nabi dan rasul. Dalam Al-Qur’an, Jibril juga disebut sebagai ruh al-amin atau ruh al-qudus.
Malaikat Mikail bertugas mengatur rezeki, hujan, dan kesejahteraan makhluk hidup di bumi atas izin Allah SWT.
Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala saat hari kiamat. Israfil akan meniup sangkakala sebanyak tiga kali, yaitu untuk menghancurkan alam, mematikan seluruh makhluk hidup, dan membangkitkan manusia di Padang Mahsyar.
Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup. Izrail juga dikenal sebagai malaikat maut.
Allah SWT berfirman:
قُلۡ يَتَوَفّٰٮكُمۡ مَّلَكُ الۡمَوۡتِ الَّذِىۡ وُكِّلَ بِكُمۡ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُوۡنَ
“Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan." (QS As Sajdah 32:10)
Malaikat Munkar bertugas menanyai manusia di alam kubur bersama Malaikat Nakir.
Malaikat Nakir memiliki tugas yang sama dengan Malaikat Munkar, yakni menanyakan amal dan keyakinan manusia di alam kubur.
Malaikat Munkar dan Nakir akan menanyakan, “Siapa Tuhanmu?”, “Apa agamamu?”, dan “Siapa nabimu?”
Malaikat Raqib bertugas mencatat seluruh amal baik manusia selama hidup di dunia.
Malaikat Atid bertugas mencatat seluruh amal buruk manusia yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga dan menyambut orang-orang beriman yang masuk ke dalamnya atas perintah Allah SWT.
Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka. Dalam beberapa riwayat, Malaikat Malik digambarkan memiliki wujud yang sangat tegas dan menakutkan.
Iman kepada malaikat berarti mempercayai dengan sepenuh hati bahwa malaikat benar-benar ada sebagai ciptaan Allah SWT.
Meskipun tidak dapat dilihat manusia, setiap muslim wajib mengimani keberadaan malaikat karena termasuk rukun iman kedua. Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اٰمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ مِنۡ قَبۡلُؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيۡدًا ١٣٦
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (QS Annisa 4:136)
Malaikat berbeda dengan manusia dan jin. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu, tidak pernah berbuat dosa, serta selalu taat kepada Allah SWT. Mereka juga tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak memiliki jenis kelamin.
Dilansir dari laman UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, berikut ciri-ciri malaikat dalam ajaran Islam:
Malaikat memiliki sifat-sifat mulia, di antaranya:
Dalam ajaran Islam, malaikat juga memiliki kemampuan khusus, seperti:
Meski bersifat gaib, dalam beberapa peristiwa malaikat dapat menampakkan diri dalam bentuk manusia kepada nabi dan rasul tertentu, seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
Malaikat menjadi makhluk mulia yang selalu taat kepada Allah SWT dan menjalankan tugas tanpa pernah membangkang.
Karena itu, umat muslim dianjurkan meneladani sifat malaikat seperti kejujuran, ketaatan, dan kedisiplinan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang