Editor
KOMPAS.com – Di tengah memanasnya konflik dan serangan terhadap fasilitas nuklirnya, Iran mengambil langkah penting dengan membuka akses bantuan kemanusiaan melalui Selat Hormuz.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, dikutip dari Arabnews, menyatakan bahwa Teheran telah sepakat untuk “memfasilitasi dan mempercepat” pengiriman bantuan kemanusiaan melalui jalur strategis tersebut.
Langkah ini diambil sebagai respons atas permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mendorong agar bantuan serta pengiriman komoditas pertanian tetap bisa melintasi salah satu jalur laut tersibuk di dunia.
Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes Iran, Sampaikan Dukungan Moral
Selat Hormuz merupakan jalur vital global yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan hampir sepertiga perdagangan pupuk global.
Selama sebulan konflik berlangsung, jalur ini menjadi titik krusial yang terdampak, memicu kekhawatiran pasar global terhadap distribusi energi dan pangan.
Kini, keputusan Iran membuka jalur tersebut dinilai sebagai terobosan pertama di tengah ketegangan yang masih berlangsung.
“Langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Iran untuk mendukung upaya kemanusiaan dan memastikan bahwa bantuan penting dapat segera sampai kepada mereka yang membutuhkan tanpa penundaan,” ujar Ali Bahreini dalam pernyataannya.
Selama ini, perhatian dunia lebih banyak tertuju pada gangguan pasokan minyak dan gas. Namun, pembatasan distribusi bahan pupuk ternyata memiliki dampak yang tak kalah besar.
Gangguan pada rantai pasok pupuk berpotensi mengancam sektor pertanian global, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan dunia.
Karena itu, pembukaan jalur bantuan ini tidak hanya penting bagi kemanusiaan, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global.
Sebelumnya, PBB telah membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi dampak lanjutan dari konflik Iran terhadap distribusi bantuan internasional.
Langkah Iran ini pun diharapkan menjadi awal dari upaya meredakan ketegangan sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan tetap dapat menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Di tengah situasi perang yang masih berlangsung, keputusan Iran membuka akses Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi dunia.
Baca juga: Qatar Akhiri Kebijakan WFH, Situasi Kembali Normal usai Diserang Iran
Selain menjaga arus bantuan kemanusiaan, langkah ini juga membuka peluang stabilisasi pasar global yang sempat terguncang akibat konflik.
Meski demikian, dunia masih menanti langkah lanjutan untuk meredakan konflik secara menyeluruh dan memastikan keamanan jalur perdagangan internasional tetap terjaga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang