Editor
KOMPAS.com-Pemerintah memastikan persiapan operasional pemberangkatan jemaah haji 1447 H/2026 M berjalan sesuai rencana.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam pertemuan dengan Kanwil Kemenhaj Jawa Timur di Jombang, Jumat (27/3/2026).
Progres persiapan disebut telah mencapai hampir 100 persen menjelang keberangkatan jemaah.
Pemerintah juga menekankan pentingnya layanan haji yang aman, transparan, dan bebas dari penyimpangan.
Baca juga: Menhaj Kerahkan 531 Petugas Perempuan untuk Haji 2026
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa seluruh tahapan operasional haji berjalan sesuai jadwal.
Persiapan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran pemberangkatan jemaah.
"Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif," ujar Menhaj.
Jawa Timur dinilai memiliki peran strategis karena menjadi provinsi dengan kuota jemaah haji terbesar di Indonesia.
Baca juga: Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen, Layanan Ramah Lansia Jadi Fokus Utama
Pemerintah telah menetapkan rangkaian jadwal resmi tahapan keberangkatan, puncak haji, hingga kepulangan jemaah Indonesia tahun 1447 H/2026 M.
21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H) – Jemaah haji masuk asrama haji.
22 April – 6 Mei 2026 (5–19 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang 1 dari Tanah Air ke Madinah.
1 – 15 Mei 2026 (14–28 Dzulqaidah 1447 H) – Keberangkatan Gelombang 1 dari Tanah Air ke Madinah.
7 – 21 Mei 2026 (21 Dzulqaidah – 4 Dzulhijjah 1447 H) – Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang 2 dari Tanah Air ke Jeddah.
21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 H) – Closing date keberangkatan (pukul 24.00 WAS).
26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H) – Wukuf di Arafah.
27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H) – Iduladha 1447 H.
27 – 29 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah 1447 H) – Hari Tasyrik (Nafar Awal, Nafar Tsani).
1 – 15 Juni 2026 (15–29 Dzulhijjah 1447 H) – Pemulangan Jemaah Gelombang 1 ke Tanah Air.
1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 H) – Awal kedatangan jemaah haji gelombang 1 di Tanah Air.
7 – 30 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 H) – Pemulangan Jemaah Gelombang 2 ke Tanah Air.
16 Juni – 1 Juli 2026 (1–16 Muharram 1448 H) – Kedatangan jemaah haji gelombang 2 di Tanah Air.
16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H) – Tahun Baru Hijriyah 1448.
Baca juga: Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya
Menhaj menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji yang mencapai Rp18 triliun.
Pengawasan dilakukan dengan melibatkan berbagai lembaga penegak hukum dan profesional.
"Dana haji yang dikelola sangat besar, maka komitmen terhadap tata kelola yang bersih adalah mutlak. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali dalam bentuk layanan terbaik bagi jemaah," tegasnya.
Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Kepolisian untuk mengawal proses pengadaan dan pengelolaan anggaran.
Penyelenggaraan haji 2026 diarahkan menjadi contoh pelayanan publik yang berkualitas.
Pemerintah menargetkan layanan yang bersih, lancar, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.
Langkah tersebut merupakan implementasi arahan Presiden RI untuk memperkuat transparansi dalam layanan haji.
Menhaj memberikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur atas kinerja dalam tahap persiapan.
Ia meminta seluruh pihak menjaga kekompakan dan meningkatkan standar pelayanan.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran di Jawa Timur yang telah bekerja maksimal. Saya minta terus jaga kekompakan dan tingkatkan standar pelayanan. Fokus kita satu: memberikan yang terbaik demi jemaah haji Indonesia,” tandasnya.
Pertemuan ditutup dengan penguatan koordinasi lintas bidang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh skema pemberangkatan jemaah berjalan tanpa kendala teknis.
Pemerintah berharap seluruh proses haji 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan sesuai rencana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang