Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya

Kompas.com, 3 April 2026, 12:53 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam ajaran Islam, mengenal Allah SWT tidak hanya melalui sifat-sifat kesempurnaan (sifat wajib), tetapi juga dengan memahami apa yang mustahil bagi-Nya.

Dua konsep ini tidak bisa dipisahkan, karena saling melengkapi dalam membangun pemahaman tauhid yang utuh.

Jika Allah memiliki 20 sifat wajib, maka para ulama tauhid juga menetapkan adanya 20 sifat mustahil bagi Allah SWT.

Sifat-sifat ini merupakan kebalikan dari sifat wajib, yang secara logika dan akidah tidak mungkin ada pada Dzat Allah Yang Maha Sempurna.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sifat mustahil bagi Allah? Mengapa penting untuk memahaminya?

Memahami Konsep Sifat Mustahil dalam Tauhid

Dalam disiplin ilmu tauhid, sifat mustahil adalah sifat yang secara akal dan syariat tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT.

Dalam kitab Tijan Ad-Darari, istilah “muhal” dijelaskan sebagai sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Artinya, sifat ini bukan sekadar tidak ada, tetapi memang mustahil ada pada Allah.

Sementara itu, dalam kitab Syarah al-Aqidah at-Tahawiyah, para ulama menegaskan bahwa memahami sifat mustahil merupakan bagian dari menjaga kemurnian akidah agar tidak menyerupakan Allah dengan makhluk.

Dengan memahami sifat mustahil, seorang Muslim tidak hanya mengetahui siapa Allah, tetapi juga memahami apa yang tidak mungkin bagi-Nya.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Sifat Riya Menurut Imam Al-Ghazali agar Ibadah Tetap Ikhlas

Hubungan Sifat Wajib dan Sifat Mustahil

Sifat mustahil pada dasarnya adalah kebalikan dari sifat wajib.

Misalnya:

  • Allah wajib bersifat Wujud (ada), maka mustahil bagi-Nya bersifat ‘Adam (tidak ada)
  • Allah wajib bersifat Qudrat (Maha Kuasa), maka mustahil bagi-Nya bersifat ‘Ajz (lemah)

Dalam buku Aqidah Islam karya Hasan Al-Banna, dijelaskan bahwa memahami pasangan sifat ini membantu manusia berpikir secara logis dalam mengenal Tuhan, sekaligus menghindari kesalahan dalam berkeyakinan.

Daftar 20 Sifat Mustahil bagi Allah SWT

Berikut 20 sifat mustahil bagi Allah beserta arti dan maknanya:

1. ‘Adam (Tidak Ada)

Mustahil Allah tidak ada. Keberadaan alam semesta menjadi bukti adanya Sang Pencipta.

2. Huduts (Baru)

Mustahil Allah bersifat baru atau diciptakan, karena Ia Maha Dahulu.

3. Fana’ (Binasa)

Mustahil Allah akan rusak atau binasa. Allah bersifat kekal.

4. Mumatsalah lil Hawadits (Menyerupai Makhluk)

Allah tidak menyerupai makhluk dalam bentuk maupun sifat.

5. Ihtiyaj ila Mahal (Membutuhkan Tempat)

Mustahil Allah membutuhkan tempat atau bergantung pada sesuatu.

6. Ta’addud (Berbilang)

Mustahil Allah lebih dari satu. Ia Maha Esa.

7. ‘Ajz (Lemah)

Allah tidak mungkin lemah, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

8. Karahah (Terpaksa)

Mustahil Allah bertindak karena terpaksa. Semua terjadi atas kehendak-Nya.

9. Jahl (Bodoh)

Allah Maha Mengetahui, sehingga mustahil bersifat tidak tahu.

10. Maut (Mati)

Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.

Baca juga: Hasad dalam Islam: Penyebab, Dampak, dan Cara Menghindari Sifat Dengki

11. Shumm (Tuli)

Mustahil Allah tidak mendengar. Ia Maha Mendengar.

12. ‘Umy (Buta)

Allah Maha Melihat, tidak mungkin buta.

13. Bukm (Bisu)

Allah berfirman melalui wahyu, maka mustahil bisu.

Sifat Mustahil Turunan (Ma’nawiyah)

Selain itu, terdapat sifat mustahil yang merupakan penegasan dari sifat sebelumnya:

14. Kaunuhu ‘Ajizan (Keadaan Allah Lemah)

Mustahil Allah dalam keadaan lemah.

15. Kaunuhu Karihan (Terpaksa)

Mustahil Allah berada dalam kondisi terpaksa.

16. Kaunuhu Jahilan (Bodoh)

Mustahil Allah dalam keadaan tidak mengetahui.

17. Kaunuhu Mayyitan (Mati)

Mustahil Allah dalam keadaan mati.

18. Kaunuhu Ashamma (Tuli)

Mustahil Allah dalam keadaan tidak mendengar.

19. Kaunuhu A’ma (Buta)

Mustahil Allah dalam keadaan tidak melihat.

20. Kaunuhu Abkama (Bisu)

Mustahil Allah dalam keadaan tidak berfirman.

Dalil dan Argumentasi Logis

Para ulama tidak hanya menjelaskan sifat mustahil secara tekstual, tetapi juga dengan pendekatan rasional.

Dalam buku Ilmu Tauhid karya Muhammad Abduh, dijelaskan bahwa akal manusia dapat memahami keberadaan Tuhan melalui keteraturan alam.

Jika Allah memiliki sifat lemah, tidak tahu atau mati, maka alam semesta tidak akan berjalan dengan sempurna.

Al-Qur’an juga menegaskan:

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat ini menjadi dasar bahwa segala kekurangan mustahil bagi Allah.

Baca juga: 4 Sifat Wajib Bagi Nabi dan Rasul yang Wajib Diteladani Umat Islam

Mengapa Penting Memahami Sifat Mustahil?

Memahami sifat mustahil bukan sekadar pelajaran teori, tetapi memiliki dampak besar dalam kehidupan spiritual.

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa mengenal Allah dengan benar akan melahirkan rasa takut, harap, dan cinta yang seimbang kepada-Nya.

Beberapa manfaat memahami sifat mustahil:

  • Menguatkan akidah dan tauhid
  • Menjauhkan dari pemahaman yang menyimpang
  • Menumbuhkan rasa tunduk kepada Allah
  • Membentuk kesadaran bahwa Allah Maha Sempurna
  • Dimensi Spiritual: Lebih dari Sekadar Hafalan

Sering kali, sifat wajib dan mustahil hanya dihafal tanpa dipahami maknanya. Padahal, setiap sifat mengandung pesan mendalam.

Misalnya, memahami bahwa Allah tidak mungkin lupa atau tidak tahu, akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak.

Menyadari bahwa Allah tidak pernah lemah akan menumbuhkan rasa tawakal yang kuat. Di sinilah tauhid tidak lagi menjadi konsep, tetapi menjadi cara hidup.

Meneguhkan Tauhid di Tengah Kehidupan Modern

Di era modern yang penuh distraksi, pemahaman tentang sifat Allah menjadi sangat penting. Banyak persoalan hidup yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan logika dan materi.

Dengan memahami sifat wajib dan mustahil, seorang Muslim memiliki pegangan yang kokoh. Ia tahu kepada siapa harus berharap dan kepada siapa harus kembali.

Karena pada akhirnya, mengenal Allah bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi tentang hubungan yang menghadirkan ketenangan dalam setiap langkah kehidupan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Aktual
Harta Rampasan Perang Khalid vs Hormuz: Fakta yang Jarang Dibahas
Harta Rampasan Perang Khalid vs Hormuz: Fakta yang Jarang Dibahas
Aktual
Ini Sosok Hormuz, Panglima Persia Penantang Khalid bin Walid
Ini Sosok Hormuz, Panglima Persia Penantang Khalid bin Walid
Aktual
Nama Hari dalam Bahasa Arab Sesuai Urutan dan Artinya Menurut Sejarah Islam
Nama Hari dalam Bahasa Arab Sesuai Urutan dan Artinya Menurut Sejarah Islam
Aktual
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Aktual
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Aktual
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Aktual
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Aktual
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Aktual
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
Aktual
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Aktual
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Aktual
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa dan Niat
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com