Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah

Kompas.com, 3 April 2026, 13:21 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Tokoh cendekiawan Islam Indonesia, Din Syamsuddin, menyerukan pentingnya persatuan umat Islam sebagai kunci mewujudkan perdamaian dunia di tengah meningkatnya konflik global.

Seruan tersebut disampaikan Din dalam pertemuan antara sejumlah tokoh Islam Indonesia dan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta, Jumat.

“Sekali lagi, kami atas nama ormas-ormas Islam juga menyerukan persatuan umat Islam, baik pemerintah maupun masyarakat,” kata Din.

Jangan Terprovokasi Perbedaan

Dalam kesempatan itu, Din mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terprovokasi oleh upaya adu domba yang memanfaatkan perbedaan internal, seperti antara Sunni dan Syiah.

Baca juga: Profil Pulau Kharg: Lokasi, Sejarah, dan Alasan AS Mengincar Pusat Minyak Vital Iran

Menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan perpecahan karena umat Islam memiliki landasan persatuan yang kuat.

“Ini bukan saatnya untuk mempertentangkan perbedaan di antara kita, baik antara Sunni dan Syiah, maupun antara Arab dan Persia. Karena, kita adalah sesama Muslim yang diajarkan oleh agama untuk menumbuhkan al-ukhuwwah al-imaniyyah atau al-ukhuwwah al-islamiyyah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa umat Islam disatukan oleh satu kitab suci, yakni Al-Qur'an, serta satu kiblat, Ka'bah, sehingga tidak seharusnya terpecah oleh perbedaan mazhab maupun latar belakang etnis.

Solidaritas untuk Iran

Dalam pertemuan tersebut, Din juga menyampaikan solidaritas terhadap rakyat Iran yang tengah menghadapi konflik.

Ia berharap situasi tersebut segera membaik dan menjadi momentum kebangkitan umat Islam.

“Kami berharap musibah yang terjadi dan menimpa rakyat Iran segera berlalu. Sebagai sesama Muslim, yang kita rasakan juga sebagai musibah yang menimpa kita, ini segera berlalu dan (kami harap) bangsa Iran, umat Islam di Iran bangkit,” ucapnya.

Dorong Kerja Sama dan Perdamaian Dunia

Selain itu, Din mendorong penguatan kerja sama antara Indonesia dan Iran, baik melalui organisasi masyarakat maupun institusi pendidikan.

Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut harus diarahkan untuk kemajuan bersama serta terciptanya perdamaian global.

Baca juga: Iran Buka Jalur Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Din juga mengajak seluruh bangsa yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan perdamaian untuk bersama-sama membangun masa depan peradaban manusia yang lebih baik.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa di tengah konflik global yang terus meningkat, persatuan umat Islam dinilai sebagai salah satu fondasi penting dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com