Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kumpulan Doa Haji dari Rasulullah: Agar Selamat dan Raih Haji Mabrur

Kompas.com, 4 April 2026, 12:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Melepas keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci bukan sekadar momen perpisahan biasa.

Ada harapan, doa, sekaligus ketulusan yang mengiringi setiap langkah mereka. Ibadah haji sendiri merupakan perjalanan yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga menjadi puncak perjalanan spiritual seorang Muslim.

Dalam tradisi Islam, doa memiliki posisi sentral sebagai penguat batin. Muhammad SAW telah mengajarkan sejumlah doa yang dapat diamalkan baik oleh jemaah yang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan.

Doa-doa ini bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk tawakal agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan berujung pada predikat haji mabrur.

Baca juga: Makkah Bakal Punya Bandara Internasional, Akses Jemaah Haji Bisa Lebih Cepat

Makna Perjalanan Haji dalam Perspektif Spiritual

Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang memiliki dimensi lahir dan batin. Secara lahiriah, jemaah menjalani serangkaian ritual seperti ihram, wukuf di Arafah, hingga tawaf di Ka’bah.

Namun secara batiniah, haji adalah proses penyucian diri, penguatan iman, serta refleksi total atas kehidupan.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa haji merupakan ibadah yang mengandung nilai pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan.

Oleh karena itu, doa menjadi bekal penting agar setiap tahapan dijalani dengan kemudahan dan keberkahan.

Baca juga: Menhaj Irfan Yusuf soal Kuota Haji: Tak Boleh Ada Kursi Mubazir...

Doa Perpisahan: Bekal Spiritual Sebelum Berangkat

Tradisi saling mendoakan antara yang pergi dan yang ditinggalkan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini mengandung makna penyerahan total kepada Allah SWT.

1. Doa Jemaah kepada Keluarga yang Ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi'ukallahal-ladzii laa tadhi'u wa daa-i'uh

Artinya: “Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad. Menurut kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, doa ini menunjukkan keyakinan bahwa Allah adalah penjaga terbaik atas segala urusan manusia.

2. Doa Keluarga kepada Jemaah Haji

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astawdi'ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khawaat-iima 'amalik.

Artinya: “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan akhir amalmu kepada Allah.”

Doa ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ahmad. Maknanya sangat mendalam, mencakup perlindungan terhadap iman, keselamatan perjalanan, hingga husnul khatimah.

Baca juga: Kemenhaj Cegah Haji Ilegal, Bayar Rp 100 Juta Bisa Lolos ke Arab Saudi

Doa Agar Ibadah Haji Dimudahkan dan Menjadi Mabrur

Selain doa perpisahan, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk memohon kemudahan dan keberkahan selama berhaji.

1. Doa Memohon Bekal Takwa

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta.

Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkan kebaikan di mana pun engkau berada.”

Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Dalam buku Untaian Mutiara Doa karya Ali Manshur disebutkan bahwa doa ini mencakup tiga aspek utama kehidupan: spiritual, moral, dan sosial.

2. Doa Agar Menjadi Haji Mabrur

اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allahummaj'alha hajjan mabruran wa dzanban maghfuran.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosa-dosanya diampuni.”

Doa ini sering dibaca oleh keluarga maupun kerabat sebagai bentuk harapan tertinggi bagi jemaah.

Haji Mabrur: Definisi dan Dimensi Keberhasilannya

Istilah haji mabrur sering disebut, tetapi maknanya tidak selalu dipahami secara mendalam. Dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham dijelaskan bahwa haji mabrur adalah ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT dan menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan pelakunya.

Hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah menegaskan:

“Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kualitas haji tidak hanya diukur dari ritual, tetapi juga dampaknya setelah kembali ke tanah air.

Baca juga: Jadwal Haji 2026 Resmi, Jemaah Berangkat 21 April hingga Pulang 1 Juli

Ciri-Ciri Haji Mabrur dalam Kehidupan Nyata

1. Peningkatan Kualitas Ibadah Personal

Seseorang yang meraih haji mabrur akan menunjukkan konsistensi dalam ibadah, seperti shalat tepat waktu, memperbanyak dzikir, dan menjauhi maksiat.

2. Perbaikan Akhlak Sosial

Haji mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri. Dalam Al-Qur’an disebutkan larangan bertengkar dan berkata kotor selama haji. Nilai ini semestinya terus terbawa setelah pulang.

3. Tumbuhnya Empati dan Kepedulian

Ciri lain dari haji mabrur adalah meningkatnya kepedulian sosial, seperti gemar bersedekah, membantu sesama, dan mempererat silaturahmi.

Menurut buku Rahasia Haji Mabrur karya Ahmad Sarwat, indikator utama haji mabrur adalah perubahan perilaku yang konsisten, bukan sekadar pengalaman spiritual sesaat.

Doa sebagai Energi Spiritual dalam Perjalanan Haji

Doa bukan hanya pelengkap, tetapi inti dari kekuatan spiritual seorang Muslim. Dalam konteks haji, doa menjadi penghubung antara usaha manusia dan kehendak Allah SWT.

Perjalanan panjang, keramaian jutaan jemaah, hingga kondisi fisik yang menantang membuat doa menjadi sandaran utama. Dengan doa, setiap langkah menjadi lebih ringan dan penuh makna.

Mengiringi dengan Doa, Menjemput Haji Mabrur

Mengantarkan seseorang berhaji sejatinya adalah momen memperkuat iman bersama. Doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi warisan spiritual yang relevan sepanjang zaman.

Harapan terbesar dari perjalanan ini bukan hanya selamat pergi dan pulang, tetapi pulang dengan membawa perubahan.

Sebab pada akhirnya, haji mabrur bukan sekadar gelar, melainkan transformasi hidup menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Di tengah haru perpisahan, doa menjadi bahasa cinta yang paling tulus, mengantarkan langkah menuju Tanah Suci, sekaligus menjemput ridha Ilahi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya
Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Menatap Abad Kedua NU: Catatan dari PMKNU, Pabrik Pemimpin NU
Menatap Abad Kedua NU: Catatan dari PMKNU, Pabrik Pemimpin NU
Aktual
Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah
Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah
Aktual
Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik
Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik
Aktual
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Sama dengan Muhammadiyah
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Sama dengan Muhammadiyah
Aktual
Arab Saudi Bangun RS Darurat Raksasa di Mina untuk Haji 2026
Arab Saudi Bangun RS Darurat Raksasa di Mina untuk Haji 2026
Aktual
Layanan Makkah Route Dinilai Bantu Jemaah Haji Bisa Langsung Fokus Ibadah Saat Tiba di Arab Saudi
Layanan Makkah Route Dinilai Bantu Jemaah Haji Bisa Langsung Fokus Ibadah Saat Tiba di Arab Saudi
Aktual
Arab Saudi Umumkan Jadwal Musim Umrah 2026-2027, Visa Mulai Dibuka 31 Mei
Arab Saudi Umumkan Jadwal Musim Umrah 2026-2027, Visa Mulai Dibuka 31 Mei
Aktual
Manajemen Struktur Kloter Jadi Kunci Pelayaan Jemaah Haji Mandiri
Manajemen Struktur Kloter Jadi Kunci Pelayaan Jemaah Haji Mandiri
Aktual
Layanan Makkah Route Percepat Pemeriksaan Imigrasi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
Layanan Makkah Route Percepat Pemeriksaan Imigrasi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
Aktual
Batas Waktu Potong Kuku dan Rambut Sebelum dan Sesudah Idul Adha 2026, Shohibul Qurban Wajib Tahu
Batas Waktu Potong Kuku dan Rambut Sebelum dan Sesudah Idul Adha 2026, Shohibul Qurban Wajib Tahu
Aktual
3 Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha: Waktu, Niat, dan Tata Caranya
3 Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha: Waktu, Niat, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, serta Arafah 2026 Lengkap dengan Tata Cara dan Jadwalnya
Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, serta Arafah 2026 Lengkap dengan Tata Cara dan Jadwalnya
Aktual
Hukum Lantai Basah yang Terkena Percikan Najis, Apakah Menjadi Mutanajjis? Ini Penjelasan MUI
Hukum Lantai Basah yang Terkena Percikan Najis, Apakah Menjadi Mutanajjis? Ini Penjelasan MUI
Aktual
Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com