Editor
KOMPAS.com - Arab Saudi terus memperkuat program budidaya lebah dan produksi madu, khususnya di wilayah Asir Region.
Upaya ini dilakukan untuk mendorong pengembangan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil madu.
Pemerintah setempat juga mengintensifkan pelatihan bagi peternak lebah guna memperkuat kapasitas produksi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan lingkungan.
Baca juga: Bunga Langka Bakhtari Mekar di Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi, Pertanda Apa?
Dilansir dari Saudi Gazette, di Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian wilayah Asir menggelar lokakarya khusus yang diikuti lebih dari 100 peternak lebah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Muhayil Asir Governorate dengan tema “Queen Bee Rearing”.
Workshop ini diselenggarakan bekerja sama dengan Saudi Reef Program, Khamis Mushait Municipality, Muhayil Asir Beekeepers Cooperative, serta Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Baca juga: Ribuan Sumur Kuno di Gurun Arab Saudi Jadi Bukti Kecerdikan Peradaban Masa Lalu
Pelatihan tersebut menghadirkan materi ilmiah dan praktik terkait metode modern dalam budidaya lebah.
Beberapa topik yang dibahas meliputi teknik pembiakan ratu lebah, perbaikan genetik, penggandaan koloni, hingga pengelolaan sarang dan pencegahan penyakit.
Direktur Jenderal cabang kementerian di Asir, Mohammed Al Atif, menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan sektor perlebahan sekaligus mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan.
Program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung peternak skala kecil serta memperkuat rantai nilai industri madu.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan teknis, pelatihan khusus, hingga akses pembiayaan.
Selain itu, Arab Saudi juga memperluas kerja sama dengan organisasi internasional guna memanfaatkan keahlian global dan menerapkannya dalam konteks lokal.
Selain bernilai ekonomi, lebah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Dalam tradisi Islam, pentingnya lebah tercermin dalam Surah An-Nahl yang menjelaskan fungsi dan peran lebah dalam kehidupan.
Lebah berkontribusi dalam menjaga stabilitas tanah dan lahan melalui proses penyerbukan yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Hal ini penting untuk mencegah erosi dan degradasi lahan, terutama di wilayah kering dan semi-kering seperti Arab Saudi.
Selain itu, lebah membantu reproduksi tanaman liar yang menjaga keanekaragaman hayati serta habitat alami.
Populasi lebah yang sehat menjadi penopang utama ekosistem dan rantai makanan.
Peran lebah juga berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Penyerbukan yang optimal mendukung produksi buah, sayur, dan kacang-kacangan, sehingga meningkatkan hasil sektor pertanian.
Upaya penguatan budidaya lebah ini sejalan dengan agenda lingkungan Arab Saudi, termasuk rehabilitasi lebih dari satu juta hektare lahan terdegradasi.
Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus meningkatkan tutupan vegetasi di seluruh wilayah kerajaan.
Dengan langkah ini, Arab Saudi tidak hanya meningkatkan produksi madu, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian.
Ke depan, penguatan sektor perlebahan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus ekologis secara berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang