Editor
KOMPAS.com - Calon jemaah haji asal Lampung akan merasakan pengalaman berbeda pada musim haji 2026.
Asrama Haji Lampung kini menghadirkan dua gedung baru dengan fasilitas lebih modern dibanding sebelumnya.
Kedua gedung ini disiapkan sebagai lokasi karantina sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Peningkatan fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kenyamanan dan kesiapan jemaah selama masa transit.
Baca juga: Wukuf di Arafah: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, Dalil, Syarat, dan Doa yang Dibaca
Kompleks Asrama Haji Lampung yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, Bandar Lampung kini memiliki dua bangunan baru, yakni Gedung Grand Multazam dan Gedung Multazam.
Gedung Grand Multazam memiliki tujuh lantai, sementara Gedung Multazam terdiri dari lima lantai.
Keduanya akan difungsikan sebagai tempat karantina jemaah sebelum keberangkatan.
Lantai pertama Gedung Grand Multazam digunakan sebagai area pelayanan jemaah. Sementara itu, lantai dua difungsikan sebagai ruang makan sekaligus ruang pertemuan.
Baca juga: Hukum Titip Doa ke Orang yang Berangkat Haji, Bolehkah dalam Islam? Ini Penjelasan Ulama
Lantai tiga hingga lantai atas disiapkan sebagai kamar jemaah. Setiap kamar dilengkapi empat tempat tidur dengan kasur empuk, bantal, dan selimut baru.
Selain itu, kamar juga dilengkapi pendingin ruangan serta kamar mandi dalam untuk menunjang kenyamanan selama menginap.
Tidak hanya kamar reguler, gedung ini juga menyediakan fasilitas khusus berupa satu kamar VIP dan satu kamar VVIP.
Fasilitas tambahan ini menjadi bagian dari peningkatan layanan bagi jemaah dengan kebutuhan tertentu.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung M Ansori F Citra memastikan kedua gedung baru siap digunakan pada musim haji 2026.
"Tahun ini kita insya Allah menempatkan jemaah kita di dua gedung. Yang satu gedung lima lantai dengan lift dan satu gedung lagi Grand Multazam ini tujuh lantai. Masing-masing gedung itu ada 50 kamar reguler dengan kapasitas masing-masing kamar diisi empat orang," ungkap Ansori saat meninjau lokasi gedung tersebut, Senin (6/4/2026).
Total kapasitas dari dua gedung mencapai 400 jemaah. Namun, jumlah tersebut dinilai cukup terbatas karena adanya perubahan kuota per kloter dari maskapai Saudi Arabian Airlines yang meningkat dari 393 menjadi 445 jemaah.
Sebagian jemaah lainnya akan tetap ditempatkan di gedung lama, yakni Jabal Qubais.
Kakanwil Kemenhaj Lampung Ansori F Citra bersama Asisten Pemkesra Pemprov Lampung M Firsada saat meninjau gedung Grand Multazam di kompleks Asrama Haji Lampung, Senin (6/4/2026). Gedung baru ini bakal dioperasikan perdana melayani jemaah Lampung di musim haji 2026. Selain untuk keperluan haji, gedung baru ini direncanakan memiliki fungsi tambahan setelah musim haji berakhir.
Ansori menyebut fasilitas tersebut akan dikomersialkan untuk mendukung pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sekaligus menunjang sektor pariwisata daerah.
"Gedung ini bukan hanya untuk jemaah haji. Ini nanti dikomersilkan, ada PNBP, bisa disewakan ke masyarakat umum. Karena kita juga mendukung untuk pariwisata Lampung. Kalau Lampung kekurangan hotel saat ada acara besar, bisa menggunakan asrama haji," pungkasnya.
Dengan hadirnya gedung baru dan fasilitas yang lebih lengkap, Asrama Haji Lampung menargetkan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan maksimal serta membantu jemaah mempersiapkan diri secara optimal sebelum menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul "Melihat Fasilitas 2 Gedung Baru di Asrama Haji Lampung yang Megah".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang