Editor
KOMPAS.com - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 terus dimatangkan oleh otoritas Arab Saudi.
Hal ini dilakukan untuk melayani jemaah haji yang datang dari berbagai negara, yang setiap tahun datang dengan jumlah besar.
Salah satu fokus utama adalah kelancaran transportasi antar lokasi ibadah di Tanah Suci.
Untuk itu, Kamar Dagang Mekkah meluncurkan program pelatihan pemandu bus haji.
Program ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
Baca juga: Saudi Pastikan Haji 2026 Lancar, Evaluasi Layanan Dilakukan Menyeluruh
Dilansir dari Arab News, Kamar Dagang Mekkah bekerja sama dengan dewan koordinasi pemandu bus bagi jemaah luar negeri meluncurkan program kerja musiman bagi pemandu bus.
Program ini bertujuan memberdayakan warga Saudi agar terlibat langsung dalam pelayanan jemaah selama musim haji.
Program tersebut juga diarahkan untuk menarik dan melatih tenaga lokal dalam bidang pemanduan bus, guna meningkatkan efisiensi transportasi serta pergerakan jemaah antar lokasi suci.
Baca juga: Waspada Haji Jalur Cepat! Visa Ziarah Tidak Bisa Dipakai untuk Berhaji
Pelaksanaan program dilakukan melalui sistem operasional terpadu yang dirancang memenuhi standar tinggi dalam hal organisasi dan keselamatan.
Dengan sistem ini, diharapkan mobilitas jemaah dapat berjalan lebih tertib dan aman.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab pemandu bus.
Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan kesiapan di lapangan agar mampu menjalankan tugas secara efektif selama musim haji.
Kamar Dagang Mekkah menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pasar tenaga kerja lokal. Selain itu, program ini juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
Langkah ini sejalan dengan target Saudi Vision 2030 yang menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan partisipasi tenaga kerja lokal dalam sektor pelayanan jemaah.
Sementara itu, Kementerian Urusan Agama Pakistan menyampaikan bahwa penerbangan pertama jemaah haji dari Pakistan dijadwalkan berangkat pada 18 April 2026.
Hal ini menandai dimulainya pergerakan jemaah internasional menuju Arab Saudi.
Adapun ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.
Ibadah ini berlangsung setiap tahun pada tanggal 8 hingga 12 Dzulhijah.
Rangkaian ibadah meliputi sejumlah ritual di Mina, Arafah, dan Muzdalifah, seperti mengenakan kain ihram, tawaf mengelilingi Ka’bah, serta melontar jumrah.
Untuk tahun ini, pelaksanaan ibadah haji diperkirakan berlangsung pada pekan terakhir Mei 2026.
Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah.
Peluncuran program pelatihan pemandu bus menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan haji.
Bagi jemaah Indonesia, kelancaran transportasi menjadi faktor penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah.
Upaya ini juga menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah dari berbagai negara.
Dengan persiapan yang semakin matang, diharapkan pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang