Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Tokoh Perempuan Muslim Indonesia yang Menginspirasi hingga Dunia

Kompas.com, 7 April 2026, 13:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sejarah Islam di Indonesia sering kali ditulis dengan menonjolkan peran tokoh laki-laki.

Namun di balik itu, ada jejak panjang perempuan-perempuan tangguh yang turut membentuk arah pendidikan, dakwah, hingga perjuangan kemerdekaan bangsa.

Mereka hadir bukan sekadar sebagai pelengkap sejarah, tetapi sebagai aktor utama yang menggerakkan perubahan.

Dari medan perang hingga ruang kelas, dari istana hingga pesantren, kiprah mereka menjadi bukti bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam peradaban Islam Nusantara.

Berikut ini sejumlah tokoh perempuan Muslim Indonesia yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga relevan untuk diteladani hingga hari ini dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga: Jarang Disorot, 5 Ilmuwan Perempuan Muslim Pionir Sains Dunia

Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam Nusantara

Dalam kajian sejarah Islam, peran perempuan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sosial dan keagamaan.

Dalam buku Women in Indonesian Islam karya Nina Nurmila, dijelaskan bahwa perempuan Muslim di Indonesia sejak lama terlibat aktif dalam pendidikan, gerakan sosial, hingga politik.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang kontribusi perempuan dalam Islam tidak pernah benar-benar tertutup, melainkan sering kali kurang terdokumentasikan secara luas.

1. Cut Nyak Dhien: Keteguhan di Medan Perang

Nama ini tak bisa dilepaskan dari perlawanan rakyat Aceh terhadap kolonialisme. Setelah suaminya gugur, ia melanjutkan perjuangan dengan memimpin perang gerilya melawan Belanda.

Dalam buku Pahlawan Nasional dari Aceh karya M. Hasan Basry, disebutkan bahwa Cut Nyak Dhien bukan hanya simbol keberanian, tetapi juga keteguhan iman. Ia tetap berjuang meski dalam kondisi fisik yang melemah.

2. Cut Nyak Meutia: Strategi dan Keberanian Tanpa Kompromi

Perjuangan Cut Nyak Meutia dikenal melalui taktik gerilya yang efektif. Bersama suaminya, ia memimpin perlawanan dari hutan-hutan Aceh.

Dalam literatur sejarah lokal Aceh, ia digambarkan sebagai sosok yang tidak hanya berani, tetapi juga memiliki kecerdasan strategi militer yang mumpuni.

3. Rasuna Said: Suara Perempuan dalam Politik

Sebagai orator ulung, Rasuna Said dikenal lantang menyuarakan hak perempuan, terutama dalam pendidikan.

Dalam buku Perempuan dan Politik di Indonesia karya Siti Musdah Mulia, Rasuna Said disebut sebagai pelopor perempuan Muslim yang berani masuk ke ranah politik di masa kolonial.

4. Laksamana Malahayati: Panglima Laut Perempuan Pertama

Nama Laksamana Malahayati menjadi bukti bahwa perempuan juga memiliki peran dalam dunia militer.

Ia memimpin pasukan Inong Balee dan tercatat dalam sejarah sebagai panglima angkatan laut perempuan pertama di dunia.

Dalam catatan sejarah Kesultanan Aceh, keberhasilannya mengalahkan armada Belanda menjadi tonggak penting.

5. Rahmah El Yunusiyah: Pelopor Pendidikan Perempuan

Sebagai pendiri Diniyah Putri, Rahmah El Yunusiyah membuka akses pendidikan Islam bagi perempuan.

Dalam buku Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia karya Haidar Putra Daulay, disebutkan bahwa konsep pendidikan yang ia bangun bahkan menginspirasi Universitas Al-Azhar di Mesir.

Baca juga: 5 Muslimah Hebat Zaman Nabi: Kisah Inspiratif dan Perannya

6. Opu Daeng Risaju: Perlawanan dari Sulawesi

Tokoh ini mungkin tidak sepopuler lainnya, tetapi perannya signifikan. Opu Daeng Risaju aktif dalam Sarekat Islam dan menjadi penggerak perlawanan terhadap penjajah di Sulawesi Selatan.

Dalam buku Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia karya Sartono Kartodirdjo, peran tokoh lokal seperti Opu Daeng Risaju menjadi bagian penting dari gerakan nasional.

7. Nyai Khairiyah Hasyim: Ulama Perempuan dari Pesantren

Sebagai putri Hasyim Asy'ari, Nyai Khairiyah Hasyim melanjutkan tradisi keilmuan pesantren.

Ia tidak hanya memimpin pesantren, tetapi juga mendirikan lembaga pendidikan perempuan. Dalam buku Tradisi Pesantren karya Zamakhsyari Dhofier, peran perempuan dalam pesantren disebut sebagai pilar penting pendidikan Islam.

8. Siti Walidah: Penggerak Aisyiyah

Dikenal juga sebagai Nyai Ahmad Dahlan, Siti Walidah adalah pendiri organisasi perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah.

Dalam buku Muhammadiyah: Gerakan Pembaruan Islam karya Ahmad Syafii Maarif, Aisyiyah disebut sebagai salah satu gerakan perempuan terbesar yang mendorong pendidikan dan kesehatan perempuan.

9. Sultanah Safiatuddin: Kepemimpinan Perempuan di Singgasana

Sebagai penguasa Kesultanan Aceh, Sultanah Safiatuddin memimpin dengan stabilitas yang kuat.

Dalam buku Islamic Kingdoms in Southeast Asia karya Nicholas Tarling, masa pemerintahannya dianggap sebagai periode penting dalam perkembangan ilmu dan budaya Islam di Aceh.

Baca juga: 7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin

Menata Ulang Narasi Perempuan dalam Islam

Kisah para tokoh ini memperlihatkan satu benang merah: perempuan dalam Islam bukan hanya objek sejarah, tetapi subjek yang aktif membentuk peradaban.

Dalam perspektif yang lebih luas, seperti dijelaskan dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaan dan kontribusinya.

Inspirasi untuk Generasi Masa Kini

Di tengah tantangan modern, keteladanan para tokoh ini menjadi relevan. Mereka menunjukkan bahwa pendidikan, keberanian, dan keimanan dapat berjalan beriringan.

Lebih dari sekadar kisah masa lalu, perjalanan mereka adalah cermin bagi generasi hari ini: bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari keberanian untuk melangkah, bahkan ketika jalan terasa sunyi.

Dan mungkin, di situlah letak inspirasi terbesarnya bahwa peran perempuan dalam Islam tidak pernah kecil, hanya kadang belum cukup diceritakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Di Balik Arab Saudi Modern, Ini Perjuangan Ibnu Saud Menyatukan Jazirah Arab
Di Balik Arab Saudi Modern, Ini Perjuangan Ibnu Saud Menyatukan Jazirah Arab
Aktual
Doa Bersin dan Jawabannya Lengkap Sesuai Sunnah, Ini Adabnya
Doa Bersin dan Jawabannya Lengkap Sesuai Sunnah, Ini Adabnya
Aktual
Menhaj Wacanakan Sistem Haji Tanpa Antrean, Singgung “War Tiket Haji”
Menhaj Wacanakan Sistem Haji Tanpa Antrean, Singgung “War Tiket Haji”
Aktual
Wamenhaj: Jemaah Haji Bebas Kenaikan Avtur, Negara Bayar dari APBN
Wamenhaj: Jemaah Haji Bebas Kenaikan Avtur, Negara Bayar dari APBN
Aktual
Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Setelah 40 Hari Ditutup, Jemaah Menangis dan Sujud Syukur
Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Setelah 40 Hari Ditutup, Jemaah Menangis dan Sujud Syukur
Aktual
Dzikir Pagi Petang Lengkap Sesuai Sunnah: Amalan Penenang Hati
Dzikir Pagi Petang Lengkap Sesuai Sunnah: Amalan Penenang Hati
Doa dan Niat
Benarkah Setan Tertawa Saat Kita Menguap? Ini Penjelasan Ulama & Hadis
Benarkah Setan Tertawa Saat Kita Menguap? Ini Penjelasan Ulama & Hadis
Aktual
Banyak yang Belum Tahu, Ini Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Niat dan Doanya
Banyak yang Belum Tahu, Ini Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Niat dan Doanya
Doa dan Niat
Tak Lolos UIN? Tenang, Kemenag Siapkan Jalur Lain untuk Wujudkan Mimpi Kuliah
Tak Lolos UIN? Tenang, Kemenag Siapkan Jalur Lain untuk Wujudkan Mimpi Kuliah
Aktual
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Aktual
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
Aktual
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Niat
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Aktual
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Aktual
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com