Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makkah Bersolek Besar-besaran: Bandara Baru dan Metro Disiapkan, Layanan Jemaah Ditargetkan Makin Nyaman

Kompas.com, 9 April 2026, 05:00 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Kota suci Makkah terus berbenah dengan rencana ambisius membangun bandara baru dan sistem metro modern.

Proyek ini menjadi bagian dari transformasi besar untuk meningkatkan layanan bagi jutaan jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan bahwa arah investasi strategis untuk pembangunan Bandara Makkah telah mendapat persetujuan. Bandara ini dirancang berstandar global untuk melayani lonjakan jumlah pengunjung setiap tahun.

Baca juga: Makkah Bakal Punya Bandara Internasional, Akses Jemaah Haji Bisa Lebih Cepat

Tak hanya itu, studi kelayakan dan desain awal proyek Metro Makkah juga telah rampung. Kehadiran metro ini diharapkan mampu mengurai kepadatan mobilitas jemaah, khususnya saat puncak musim haji.

Teknologi AI hingga “Smart Makkah”

Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga mengembangkan program “Smart Makkah” berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sistem ini digunakan untuk memantau pergerakan jemaah di sekitar Masjidil Haram dan area penting lainnya.

Teknologi prediktif diterapkan di Jamarat Bridge untuk mengelola arus massa, dilengkapi pemantauan udara serta integrasi dengan aplikasi layanan kota “Balady”.

Targetnya, tingkat kepuasan jemaah dan warga bisa mencapai 90,5 persen pada 2025.

Transportasi Publik Kian Modern

Peningkatan layanan transportasi juga menjadi fokus utama. Saat ini, jaringan bus Makkah telah mengoperasikan 400 armada di 12 rute dengan 430 halte, serta melayani lebih dari 185 juta penumpang sejak 2022.

Pemerintah juga meluncurkan layanan “Makkah Taxi” dengan kendaraan modern yang dilengkapi sistem pelacakan dan pembayaran digital, termasuk opsi kendaraan listrik dan hybrid.

Infrastruktur dan Fasilitas Haji Ditingkatkan

Pengembangan besar juga dilakukan di kawasan ibadah haji seperti Arafat dan Mina.

Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain:

  • Pengembangan delapan lokasi di Arafat seluas 190.000 meter persegi
  • Pembangunan tenda dua lantai di Mina seluas 33.000 meter persegi
  • Pembangunan 10 menara hunian untuk 27.000 jemaah
  • Rumah sakit darurat berkapasitas 200 tempat tidur

Selain itu, lebih dari 285.000 meter persegi jalur pejalan kaki kini dilengkapi peneduh dan sistem pendingin, serta penanaman 20.000 pohon untuk meningkatkan kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Sambut Haji 2026, 45 Klinik Kesehatan Disiagakan di Makkah dan Madinah

Transformasi ini menjadi kabar baik bagi puluhan jemaah haji dan umrah yang setiap tahun menunaikan ibadah haji dan umrah di Makkah.

Dengan infrastruktur yang lebih modern dan sistem transportasi terintegrasi, perjalanan ibadah diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.

Pengembangan ini juga memperkuat posisi Makkah sebagai pusat spiritual dunia yang terus beradaptasi dengan teknologi dan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai sakralnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag Diperpanjang hingga 5 Juni 2026
Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag Diperpanjang hingga 5 Juni 2026
Aktual
Pesan Menag di Waisak 2026: Dharma Jadi Pelita Perdamaian Dunia
Pesan Menag di Waisak 2026: Dharma Jadi Pelita Perdamaian Dunia
Aktual
Wamenhaj Minta Jemaah Haji Fokus Pulihkan Kondisi Fisik Usai Armuzna
Wamenhaj Minta Jemaah Haji Fokus Pulihkan Kondisi Fisik Usai Armuzna
Aktual
Fase Armuzna Selesai, Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam Layani Jemaah Haji Indonesia
Fase Armuzna Selesai, Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam Layani Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur
Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur
Aktual
Jangan Ditinggalkan, Ini Keutamaan Shalat Dhuha yang Disebutkan Rasulullah SAW
Jangan Ditinggalkan, Ini Keutamaan Shalat Dhuha yang Disebutkan Rasulullah SAW
Aktual
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Aktual
Sholat Dhuha: Pengertian, Hukum, dan Dalil Kesunnahannya dalam Islam
Sholat Dhuha: Pengertian, Hukum, dan Dalil Kesunnahannya dalam Islam
Aktual
Haji 2026 Bebas Wabah, Arab Saudi Berikan 2,5 Juta Layanan Kesehatan
Haji 2026 Bebas Wabah, Arab Saudi Berikan 2,5 Juta Layanan Kesehatan
Aktual
Arab Saudi Bagikan 1,9 Juta Al Quran Terjemahan 80 Bahasa ke Jamaah Haji Dunia
Arab Saudi Bagikan 1,9 Juta Al Quran Terjemahan 80 Bahasa ke Jamaah Haji Dunia
Aktual
Kapan Waktu Shalat Dhuha Dimulai dan Berakhir? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kapan Waktu Shalat Dhuha Dimulai dan Berakhir? Ini Penjelasan Lengkapnya
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Tak Langsung Tawaf Ifadah Usai dari Mina
Jemaah Haji Diimbau Tak Langsung Tawaf Ifadah Usai dari Mina
Aktual
Nahdlatul Ulama dan Jalan Diplomasi Global, Urgensi LHINU
Nahdlatul Ulama dan Jalan Diplomasi Global, Urgensi LHINU
Aktual
Wamenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Armuzna Tuntas
Wamenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Armuzna Tuntas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com