KOMPAS.com - Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah duta besar negara sahabat, mulai dari Iran hingga Amerika Serikat, guna membahas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Sejak tiga minggu yang lalu, pada tahap cukup awal dari peperangan ini sudah Lebaran, saya berkeliling untuk berdiskusi, berkonsultasi dengan para duta besar negara sahabat, khususnya yang relevan dengan dinamika peperangan yang terjadi,” ujar Yahya, saat konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya diplomasi yang dilakukan PBNU untuk mendorong penghentian perang dan menguatkan solusi damai melalui jalur dialog internasional.
Baca juga: PBNU Gelar Rapat Terbatas, Gus Yahya Dorong Gerakan Ketahanan Sosial Berbasis Umat
Yahya menyebut telah berdiskusi dengan berbagai perwakilan negara, termasuk Iran, Amerika Serikat, Turki, serta negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania.
Menurutnya, meski masing-masing negara memiliki kepentingan berbeda, terdapat kesamaan pandangan untuk menghentikan konflik bersenjata yang berdampak luas secara global.
Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan terbaru menunjukkan adanya kesepakatan gencatan senjata, meskipun masih bersifat sementara.
Yahya mengapresiasi langkah tersebut, termasuk peran sejumlah negara dalam mendorong deeskalasi konflik.
“Perang dan kekerasan di mana saja adalah bencana kemanusiaan yang harus kita cegah dan upayakan untuk dihentikan sesegera mungkin,” tegasnya.
Baca juga: PBNU Kecam Serangan Israel, Gus Yahya Ajak Shalat Ghaib 3 Prajurit TNI
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global, termasuk terhadap stabilitas energi dan ekonomi dunia.
PBNU, kata Yahya, akan terus mendorong pendekatan diplomatik serta membangun konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama, guna memperkuat dukungan terhadap perdamaian.
Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes AS Bahas Perdamaian Timur Tengah
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memanfaatkan situasi konflik untuk kepentingan politik yang berpotensi memecah belah.
Yahya menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar dari konflik adalah melalui dialog damai dan penghormatan terhadap tatanan internasional yang adil.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.