KEBUMEN, KOMPAS.com - Ribuan warga memadati halaman Masjid Al-Iman, Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kebumen, DI Yogyakarta, Selasa (14/4/2026).
Mereka hadir dalam pengajian akbar bertajuk Gebyar Halalbihalal yang menghadirkan penceramah kondang, KH Anwar Zahid.
Dalam tausiyahnya, KH Anwar Zahid mengingatkan jemaah agar tidak terjebak dalam euforia berlebihan setelah Ramadhan.
Ia menyoroti fenomena “balas dendam” dalam bentuk konsumsi makanan berlebihan usai sebulan berpuasa, yang justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
“Setelah Ramadhan, jangan sampai kita balas dendam makan. Justru harus dijaga agar tetap seimbang dan sehat,” pesannya di hadapan ribuan jemaah.
Baca juga: Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa makna Idul Fitri tidak sekadar tradisi seremonial, melainkan keberhasilan dalam menjalankan empat amalan utama atau `laku papat`, yakni takbiran, zakat fitrah, shalat Id, dan silaturahmi.
“Kalau itu sudah dilakukan, insyaallah Idul Fitri kita sempurna. Syukur-syukur dilanjutkan dengan puasa sunah Syawal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan perilaku baik yang telah dibangun selama bulan Ramadhan.
Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah Ramadhan berakhir.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Lilis Nuryani bersama jajaran staf ahli, Forkopimcam Mirit, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pengurus takmir masjid setempat.
Suasana berlangsung khidmat sekaligus semarak, mencerminkan antusiasme warga dalam merayakan momen silaturahmi pasca-Idul Fitri.
Dalam sambutannya, Lilis Nuryani menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kebumen.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaga transparansi kinerja.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus memastikan setiap program berjalan secara terbuka dan akuntabel,” ujar Lilis.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak sebagai bagian dari pembangunan sosial.
Menurutnya, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
“Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Kebumen sebagai Kabupaten Layak Anak. Kami telah menyediakan layanan melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat,” lanjutnya.
Di sektor pembangunan fisik, Lilis memaparkan sejumlah proyek infrastruktur yang telah dan akan dilaksanakan, khususnya di wilayah Mirit dan sekitarnya.
Pada 2025, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan Gentan–Mirit Petikusan serta Kabekelan–Lembupurwo.
Sementara pada 2026, pembangunan kembali dilanjutkan dengan proyek jalan Sarwogadung–Bonorowo senilai Rp5 miliar, Sarwogadung–Tlogopragoto sebesar Rp1 miliar, peningkatan jalan Sirnoboyo–Tlogopragoto, serta pelebaran Jembatan Kalimati.
"Upaya ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal," kata Bupati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang