Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Suraya, Jemaah Haji Termuda Asal Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Balita

Kompas.com, 17 April 2026, 13:47 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kisah menarik datang dari jemaah haji termuda dalam daftar jemaah haji Ponorogo tahun 2026.

Suraya tercatat sebagai jemaah haji termuda yang akan berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan asal Ponorogo pada 27 April 2026.

Remaja berusia 15 tahun 8 bulan itu disebut telah didaftarkan haji sejak masih balita oleh keluarganya.

Keberangkatannya menjadi perhatian di tengah total 565 jemaah haji asal Ponorogo tahun ini.

Baca juga: Kisah Sarminiah, Jemaah Haji Tertua dari Kota Yogyakarta yang Berangkat di Usia 85 Tahun

Data Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo mencatat, sebanyak 565 jemaah haji siap diberangkatkan pada musim haji 2026.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo, Marjuni, mengatakan Suraya menjadi jemaah termuda, sementara jemaah tertua berasal dari Ponorogo berusia 91 tahun.

“Yang tertua bu Siti Robingah usia 91 tahun. Sedangkan yang termuda 15.8 tahun,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo, Marjuni, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026

Suraya Didaftarkan Haji Sejak Usia Dua Tahun

Suraya diketahui masih berstatus pelajar. Ia merupakan warga Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Menurut Marjuni, Suraya telah didaftarkan haji oleh keluarganya sejak berusia dua tahun. Ia diperkirakan akan berangkat bersama anggota keluarganya.

“Yang termuda ini didaftarkan sejak usia dua tahun oleh keluarganya. Sepertinya berangkat dengan kakaknya,” kata Marjuni ketika dikonfirmasi Tribunjatim.com.

Jemaah Haji Ponorogo Masuk Kloter 19 dan 20

Marjuni menjelaskan seluruh jemaah haji Ponorogo tahun ini tergabung dalam gelombang pertama, yakni Kloter 19 dan 20 Embarkasi Juanda Surabaya.

Persiapan pemberangkatan disebut telah mencapai 90 persen. Seluruh dokumen perjalanan haji juga sudah disiapkan.

“Sesuai jadwal untuk kloter 19 terisi 389 jemaah haji termasuk petugas seluruhnya dari Ponorogo. Sedangkan kloter 20 gabungan Magetan dan Sidoarjo,” urainya.

Jadwal Keberangkatan ke Asrama Haji dan Arab Saudi

Berdasarkan jadwal dari Embarkasi Juanda Surabaya, Kloter 19 akan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Minggu (26/4/2026) pukul 01.00 WIB.

Sementara Kloter 20 dijadwalkan berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada hari yang sama pukul 07.00 WIB.

Sebanyak 565 jemaah haji Ponorogo akan berada di Asrama Haji Sukolilo kurang lebih selama 24 jam sebelum terbang ke Arab Saudi.

Untuk Kloter 19, penerbangan menuju Arab Saudi dijadwalkan pada 27 April 2026 pukul 03.55 WIB. Sedangkan Kloter 20 akan menyusul terbang pukul 12.10 WIB pada tanggal yang sama.

“Mereka akan landing di Madina terlebih dahulu. Melaksanakan sunah dulu, baru nanti bergeser ke Makkah. Didoakan ya,”pintamya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Kisah Jemaah Haji Ponorogo 2026: Pelajar 15 Tahun Jadi Termuda, Nenek Jual Tanah Demi ke Makkah".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Kisah Suraya, Jemaah Haji Termuda Asal Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Balita
Kisah Suraya, Jemaah Haji Termuda Asal Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Balita
Aktual
Kisah Sarminiah, Jemaah Haji Tertua dari Kota Yogyakarta yang Berangkat di Usia 85 Tahun
Kisah Sarminiah, Jemaah Haji Tertua dari Kota Yogyakarta yang Berangkat di Usia 85 Tahun
Aktual
6 Tips Memilih Hewan Kurban Sehat, Ini Syarat Lengkap Menurut Syariat
6 Tips Memilih Hewan Kurban Sehat, Ini Syarat Lengkap Menurut Syariat
Aktual
Cara dan Waktu Terbaik Potong Kuku Menurut Sunnah Nabi
Cara dan Waktu Terbaik Potong Kuku Menurut Sunnah Nabi
Aktual
Setelah Syawal Bulan Apa? Ini Keistimewaan Zulkaidah
Setelah Syawal Bulan Apa? Ini Keistimewaan Zulkaidah
Aktual
Hukum Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha, Wajib atau Sunnah?
Hukum Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha, Wajib atau Sunnah?
Aktual
Teks Khutbah Jumat 17 April 2026: 5 Golongan yang Harus Dijauhi Menjelang Akhir Zaman
Teks Khutbah Jumat 17 April 2026: 5 Golongan yang Harus Dijauhi Menjelang Akhir Zaman
Aktual
Doa Akhir Bulan Syawal dan Amalan Sunnah Penutup Penuh Berkah
Doa Akhir Bulan Syawal dan Amalan Sunnah Penutup Penuh Berkah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com