Editor
KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi merilis Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Penyelenggaraan haji tahun ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya dikelola penuh oleh kementerian khusus haji, menggantikan peran sebelumnya di bawah Kementerian Agama.
Pada musim haji 2026, Indonesia akan memberangkatkan total 204.362 jemaah dan petugas yang terbagi dalam 525 kelompok terbang (kloter). Proses operasional berlangsung sekitar 30 hari untuk pemberangkatan dan 30 hari untuk pemulangan.
Seluruh rangkaian dimulai pada 21 April 2026 (4 Zulkaidah 1447 H). Pada tanggal ini, jemaah kloter pertama mulai masuk asrama haji di masing-masing embarkasi.
Baca juga: Rincian Lengkap 525 Kloter Haji 2026: Ini Pembagian Wilayah Jemaah dari Seluruh Indonesia
Di asrama, jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir, pemantapan manasik, serta pembagian dokumen dan perlengkapan haji.
Pemberangkatan jemaah dibagi menjadi dua gelombang utama untuk mengatur arus kedatangan di Arab Saudi.
Jemaah gelombang pertama diterbangkan menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, untuk menjalankan ibadah Arbain.
Gelombang kedua diterbangkan langsung ke Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA), Jeddah.
Rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berlangsung pada akhir Mei 2026:
Setelah rangkaian ibadah selesai, pemulangan jemaah dilakukan dalam dua gelombang:
Jemaah yang berangkat pada gelombang pertama dipulangkan melalui Bandara Jeddah.
Jemaah gelombang kedua terlebih dahulu menuju Madinah untuk melaksanakan Arbain sebelum kembali ke Tanah Air.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan jemaah:
Baca juga: Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Dengan jadwal yang telah tersusun rapi, pemerintah berharap seluruh proses penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang