Editor
KOMPAS.com - Keputusan orang tua mendaftarkan anak haji sejak usia dini menjadi sorotan di Ponorogo, Jawa Timur.
Langkah itu diambil pasangan Munif Arfawie dan Elfi Mua’awanah untuk menyiapkan bekal agama, mental, dan fisik bagi anak-anak mereka.
Akhirnya, putri mereka Tsurayya Ufairotummarwa kini menjadi jemaah haji termuda Ponorogo pada usia 15 tahun.
Kisah ini menarik perhatian karena masa tunggu haji yang panjang biasanya membuat jemaah berangkat saat usia lebih tua.
Baca juga: Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Elfi Mua’awanah, ibu dari Tsurayya Ufairotummarwa menjelaskan bahwa 2012 lalu dirinya ingin daftar haji kembali. Namun, suaminya belum berkenan.
“Karena haji wajibnya satu kali, akhirnya kami putuskan dialihkan ke anak-anak biar kuat agama lahir batin serta fisiknya sebagai bekal hidup dunia akhirat,” tegasnya.
Baca juga: Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Pun, dia mendapatkan masukan dari salah satu kiai yang menyarankan untuk urusi akhirat dulu dari pada dunia.
“Sehingga mendaftarkan haji adalah salah satu urusan akhirat. Sehingga didahulukan untuk membekali anak-anak,” pungkasnya.
pada musim haji 2026, Tsurayya Ufairotummarwaresmi menjadi jemaah haji termuda asal Ponorogo.
Di balik itu, ada kisah menarik yang terungkap, hingga Tsurayya Ufairotummarwa bisa menunaikan ibadah haji di usia 15 tahun.
Ternyata, ia diam-diam didaftarkan orang tuanya sejak 2012 silam atau saat dirinya berusia 2 tahun.
Tsurayya Ufairotummarwa sendiri tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji di usia 15 tahun.
Padahal umumnya kesempatan menunaikan ibadah haji biasanya datang setelah usia menginjak telah senja. Namun, hal itu justru hadir sebagai kejutan bagi Tsurayya.
Remaja asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim itu bahkan baru mengetahui dirinya telah didaftarkan haji oleh orang tuanya pada 2012 silam, saat menerima kabar keberangkatan tahun lalu.
Sejak itu, rasa tak percaya perlahan berubah menjadi haru dan bahagia.
“Ya kaget pas tahun lalu diberitahu bakal berangkat haji 2026 ini,” ungkap Tsurayya.
Siswi kelas X Pondok Pesantren (PP) Al-Islam Joresan, Ponorogo ini tak berangkat sendirian.
Selain dirinya, ada ketiga kakaknya yang saat berangkat ke Tanah Suci nanti usianya pun masih dibawah 20 tahun.
Tiga saudaranya yang lain adalah Alifah Dzakiyatunauwah (19), Banif Hanifinasywa (18) dan Tabina Nabahatul Wasyfa (17).
Keempatnya akan berangkat dengan jemaah haji lain yang masuk dalam kloter 19 embarkasi Juanda Surabaya.
“Bareng tiga kakak, tidak ada yang dikasih tahu kalau sudah didaftarkan haji oleh orang tua, tahunya baru tahun lalu saat mendapat undangan berangkat,” kisahnya.
Tsurayya menjelaskan meski berangkat di usia muda, namun rangkaian persiapan berhaji tetap dilaluinya. Mulai mengikuti manasik dan lain sebagainya.
Anak bungsu pasangan Munif Arfawie dan Elfi Mua’awanah tak lantas mengabaikan persiapan. Ia mulai menghafal doa-doa, mempelajari rangkaian ibadah haji, hingga menjaga kondisi fisik dengan rutin berolahraga.
Pagi hari, jogging menjadi kebiasaan barunya yang dijalani bersama saudara-saudaranya yang akan menemaninya ke tanah suci.
Didukung sekolah, izin juga diberikan tak mengikuti pembelajaran sepanjang ibadah mendatang.
“Teman-teman sekolah juga kaget, senang juga tahu kalau saya berangkat. Ya baru kali ini sih ada yang haji untuk siswa,” tuturnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul “Kisah Tsurayya, Remaja 15 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda Ponorogo, Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang