Editor
KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mematangkan persiapan operasional puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Fokus utama pembahasan diarahkan pada layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna, yang menjadi fase terpadat dalam rangkaian haji.
Seluruh aspek teknis disiapkan agar pergerakan jamaah berjalan aman, tertib, dan lancar. Karena itu, rapat koordinasi rutin mulai digelar sejak awal masa persiapan.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Dilansir dari Antara, PPIH Arab Saudi menggelar rapat koordinasi perdana untuk membahas persiapan operasional puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Rapat Koordinasi Perdana Armuzna berlangsung di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026).
Baca juga: PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
Rapat dipimpin Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, bersama para pimpinan di setiap bidang, di antaranya Perlindungan Jamaah (Linjam), Armuzna, Lansia dan Disabilitas (Landis), serta Transportasi.
"Kita harus memastikan pelayanan maksimal kepada jamaah haji, oleh karena itu petugas harus menyiapkan semua aspek dengan maksimal," ujar Syarif.
PPIH Arab Saudi memastikan seluruh aspek teknis dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M akan dipersiapkan semaksimal mungkin.
Karena itu, rapat koordinasi digelar secara berkala untuk memantau perkembangan persiapan dan memastikan seluruh layanan siap digunakan saat puncak haji.
Sejumlah aspek dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari kesiapan sarana transportasi.
Pembahasan mencakup jumlah bus yang disiapkan untuk mengangkut jamaah haji, jadwal operasional bus, kesiapan terminal, hingga layanan transportasi bagi jamaah lansia dan disabilitas yang menggunakan kursi roda.
Transportasi menjadi perhatian penting karena jutaan jamaah akan bergerak dalam waktu bersamaan saat fase Armuzna.
Dalam rapat itu juga dibahas layanan Perlindungan Jamaah (Linjam) guna memastikan keamanan penyelenggaraan ibadah haji dan kelancaran operasional.
Selain itu, perlindungan terhadap jamaah haji juga menjadi fokus agar seluruh proses ibadah berjalan aman dan nyaman.
Rapat koordinasi juga memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi para jamaah haji.
Pembahasan meliputi kesiapan tenaga kesehatan, skema penanganan medis darurat, hingga penguatan pemantauan terhadap jamaah lansia dan berisiko tinggi (risti).
Aspek kesehatan menjadi krusial mengingat cuaca panas dan tingginya aktivitas fisik saat puncak ibadah haji.
Selain transportasi dan kesehatan, rakor juga menyoroti alur pergerakan jamaah selama di Armuzna.
Kesesuaian fasilitas dengan jadwal ibadah, pola mobilitas jamaah, hingga kesiapan petugas haji di lapangan turut menjadi perhatian utama.
PPIH Arab Saudi menargetkan seluruh layanan berjalan optimal agar jamaah Indonesia dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, tertib, dan nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang