Editor
KOMPAS.com - Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali mendapat peringatan serius, seperti dilaporkan oleh dari sumber-sumber medis setempat.
Satu-satunya pabrik oksigen yang masih beroperasi di wilayah Gaza dan Gaza Utara disebut berada di ambang penutupan.
Fasilitas tersebut selama ini menjadi penopang utama kebutuhan oksigen medis bagi rumah sakit dan pasien kronis. Jika berhenti beroperasi, ribuan pasien dikhawatirkan menghadapi risiko besar.
Baca juga: Penderitaan Sunyi di Gaza, Anak-anak Tak Bisa Bicara karena Trauma Perang
Dikutip dari Antara, seperti dilaporkan WAFA, sumber-sumber medis di Jalur Gaza memperingatkan risiko penutupan satu-satunya pabrik oksigen yang masih beroperasi di wilayah Gaza dan Gaza Utara.
Pabrik tersebut menjadi sumber utama pasokan oksigen bagi fasilitas kesehatan dan pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan.
Baca juga: RS Indonesia di Gaza Dipasang Spanduk Provokatif oleh Militer Israel, Begini Respon Kemlu RI
Keberadaan pabrik itu sangat vital, terutama bagi pasien yang menderita penyakit kronis serta rumah sakit yang membutuhkan oksigen medis untuk layanan darurat dan perawatan intensif.
Kebutuhan oksigen di wilayah Gaza disebut terus tinggi di tengah kondisi layanan kesehatan yang terbatas.
Sumber medis menjelaskan bahwa pabrik oksigen tersebut kerap mengalami kerusakan karena terus dipaksa beroperasi tanpa henti.
Selain beban kerja tinggi, minimnya alternatif pengganti membuat fasilitas itu harus terus digunakan meski mengalami gangguan teknis.
Kondisi tersebut dinilai mengancam terputusnya distribusi oksigen medis di Gaza dan Gaza Utara.
Jika pasokan berhenti, keselamatan pasien di rumah sakit maupun pusat kesehatan akan berada dalam risiko besar.
Sumber yang sama menyebut berlanjutnya situasi ini menjadi pertanda bencana kemanusiaan dapat segera terjadi.
Tingginya kebutuhan oksigen di rumah sakit dan sejumlah pusat kesehatan membuat penutupan pabrik tersebut berpotensi memperburuk krisis kesehatan di Jalur Gaza.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang