Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Program Baru di Makkah: Jemaah Haji Dibekali Edukasi dan Al-Qur’an Multibahasa

Kompas.com, 6 Mei 2026, 10:21 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Upaya meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji terus dilakukan berbagai pihak di Arab Saudi.

Salah satunya datang dari Asosiasi Dakwah, Bimbingan, dan Pembinaan Masyarakat Ajyad yang meluncurkan program edukasi terpadu untuk jamaah selama musim Haji 1447 H.

Program ini tidak sekadar memberikan informasi dasar, tetapi dirancang sebagai bagian dari pengalaman spiritual jamaah sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Dilansir dari Riyadh Daily, inisiatif tersebut menjadi bagian dari sistem layanan terpadu yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan jamaah dari berbagai negara.

Baca juga: Pantau Haji 2026 dari Rumah, Kemenhaj Resmi Buka Dashboard Publik

Menyambut Jamaah dengan Pendekatan Edukatif

Berlokasi di kawasan Ajyad yang berdekatan dengan Masjidil Haram, asosiasi ini aktif menyambut kedatangan jamaah haji dengan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif.

Mereka bekerja sama dengan berbagai perusahaan penyelenggara Haji dan Umrah guna memastikan setiap jamaah mendapatkan informasi yang tepat sejak awal.

Edukasi yang diberikan mencakup tata cara ibadah, pemahaman rukun dan wajib haji, hingga panduan praktis menghadapi situasi di lapangan.

Pendekatan ini dinilai penting, mengingat jamaah haji datang dari latar belakang budaya, bahasa, dan tingkat pemahaman keagamaan yang berbeda-beda.

Distribusi Al-Qur’an dalam Puluhan Bahasa

Salah satu program unggulan adalah distribusi mushaf Al-Qur’an terjemahan dalam berbagai bahasa.

Asosiasi bekerja sama dengan Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd untuk menyediakan Al-Qur’an yang dapat diakses oleh jamaah dari berbagai negara.

Tercatat, lebih dari 28 bahasa tersedia dalam program ini. Inisiatif ini tidak hanya memudahkan jamaah memahami isi Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang efektif di tengah keberagaman umat Islam dunia.

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya Abdul Aziz Muhammad Azzam, disebutkan bahwa pemahaman terhadap makna ibadah menjadi salah satu faktor utama dalam mencapai kekhusyukan.

Oleh karena itu, penyediaan sumber rujukan seperti Al-Qur’an terjemahan menjadi langkah strategis dalam mendukung kualitas ibadah jamaah.

Baca juga: Cegah Cuaca Ekstrem Saat Haji 2026, Saudi Perluas Pendingin di Arafah hingga 272 Ribu m²

Program “Hospitalitas Jamaah” yang Terintegrasi

Selain edukasi, asosiasi juga menjalankan program bertajuk “Hospitalitas Jamaah”. Program ini mencakup layanan bimbingan langsung, konsultasi keagamaan, hingga pendampingan ringan bagi jamaah yang membutuhkan bantuan.

Konsep hospitalitas ini menempatkan jamaah sebagai tamu Allah yang harus dilayani dengan penuh penghormatan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai pelayanan dalam Islam yang menekankan empati dan kemudahan.

Dalam perspektif sosiologis, seperti dijelaskan dalam buku The Sociology of Islam karya Bryan S. Turner, praktik pelayanan kolektif dalam ibadah haji mencerminkan solidaritas global umat Islam yang melampaui batas geografis dan budaya.

Bagian dari Visi Besar Arab Saudi

Program yang dijalankan asosiasi di Ajyad ini tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari kerangka besar Visi Saudi 2030 yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji dan umrah.

Pemerintah Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang gencar melakukan transformasi layanan, mulai dari digitalisasi, peningkatan infrastruktur, hingga penguatan aspek edukasi dan bimbingan.

Upaya ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga pengalaman menyeluruh yang mencakup kenyamanan, pemahaman, dan ketenangan batin jamaah.

Baca juga: Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian

Meningkatkan Kualitas Ibadah Jamaah

Lebih dari sekadar program formal, inisiatif ini membawa dampak nyata bagi jamaah. Dengan pemahaman yang lebih baik, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan terarah.

Dalam buku Fiqh al-Hajj karya Yusuf Al-Qaradawi, ditegaskan bahwa kualitas ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan ritual, tetapi juga oleh pemahaman mendalam terhadap makna setiap rangkaian ibadah.

Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting. Program yang digagas oleh asosiasi di Ajyad ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana pelayanan berbasis ilmu dapat meningkatkan kualitas spiritual jamaah.

Pengalaman Spiritual yang Lebih Mendalam

Pada akhirnya, seluruh upaya ini bermuara pada satu tujuan: membantu jamaah meraih pengalaman haji yang lebih bermakna.

Tidak hanya sekadar menunaikan kewajiban, tetapi juga memahami esensi ibadah yang dijalankan.

Dengan pendekatan edukatif, distribusi Al-Qur’an, serta layanan berbasis hospitalitas, jamaah diharapkan dapat merasakan perjalanan spiritual yang lebih utuh.

Di tengah jutaan manusia yang berkumpul di Makkah, program seperti ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan ilmu dan hati menuju kedekatan dengan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Benarkah Summum Bukmun Umyun Doa Penunduk Hati? Ini Faktanya
Benarkah Summum Bukmun Umyun Doa Penunduk Hati? Ini Faktanya
Doa dan Niat
Doa dan Dzikir Mustajab Setelah Sholat Hajat Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Dzikir Mustajab Setelah Sholat Hajat Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Program Baru di Makkah: Jemaah Haji Dibekali Edukasi dan Al-Qur’an Multibahasa
Program Baru di Makkah: Jemaah Haji Dibekali Edukasi dan Al-Qur’an Multibahasa
Aktual
Disulam Benang Emas, Ini Proses Pembuatan Kiswah Ka'bah
Disulam Benang Emas, Ini Proses Pembuatan Kiswah Ka'bah
Aktual
Saat Lettu Azis Bantu Jemaah Haji Lansia Aljazair di Madinah, Kemanusiaan Tak Kenal Batas
Saat Lettu Azis Bantu Jemaah Haji Lansia Aljazair di Madinah, Kemanusiaan Tak Kenal Batas
Aktual
Jemaah Haji Wajib Vaksin Maksimal 10 Hari Sebelum Musim Haji, Ini Aturan Arab Saudi
Jemaah Haji Wajib Vaksin Maksimal 10 Hari Sebelum Musim Haji, Ini Aturan Arab Saudi
Aktual
Menkomdigi: Pesantren Garda Terdepan Lindungi Anak dari Ancaman Siber
Menkomdigi: Pesantren Garda Terdepan Lindungi Anak dari Ancaman Siber
Aktual
Pantau Haji 2026 dari Rumah, Kemenhaj Resmi Buka Dashboard Publik
Pantau Haji 2026 dari Rumah, Kemenhaj Resmi Buka Dashboard Publik
Aktual
Daftar Tarif Layanan Kursi Roda dan Mobil Golf di Masjidil Haram untuk Jemaah Haji 2026
Daftar Tarif Layanan Kursi Roda dan Mobil Golf di Masjidil Haram untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
Cek Data Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Lewat Dashboard Publik Kemenhaj
Cek Data Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Lewat Dashboard Publik Kemenhaj
Aktual
Sempat Terganggu, PPIH Pastikan Pasokan Air Hotel Jemaah Haji di Makkah Kembali Normal
Sempat Terganggu, PPIH Pastikan Pasokan Air Hotel Jemaah Haji di Makkah Kembali Normal
Aktual
Kisah Petugas Haji di Terminal Syib Amir, Tetap Bertugas di Tengah Panas Ekstrem untuk Layani Jemaah
Kisah Petugas Haji di Terminal Syib Amir, Tetap Bertugas di Tengah Panas Ekstrem untuk Layani Jemaah
Aktual
Aturan baru Jemaah Haji Gelombang II 2026, Kemenhaj Atur Waktu Ihram dan Batasan Barang Bawaan
Aturan baru Jemaah Haji Gelombang II 2026, Kemenhaj Atur Waktu Ihram dan Batasan Barang Bawaan
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Kapan Idul Adha 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Aktual
Calon Jemaah Asal Blora Batal Berangkat Haji karena Mahram Meninggal, Harus Antre Ulang
Calon Jemaah Asal Blora Batal Berangkat Haji karena Mahram Meninggal, Harus Antre Ulang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com