MADINAH, KOMPAS.com- Kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Kalimat tersebut menggambarkan tindakan Letnan Satu (Lettu) Inf Abdul Azis Budi Hasbullah (41) menolong jemaah haji lanjut usia (lansia) Aljazair yang membutuhkan bantuan kursi roda.
Azis bercerita pada Minggu (26/4/2026), dia yang bertugas pada tusi Lindungan Jemaah (Linjam) tengah menunggu kedatangan jemaah haji Indonesia.
Ketika itu belum ada jadwal kedatangan pesawat jemaah Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah.
Baca juga: 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Ini Peringatan Kemenhaj
Pada saat bersamaan, tiba-tiba muncul pasangan suami istri lansia jemaah haji dari Aljazair.
"Mereka meminta bantuan kursi roda untuk dipinjam sebentar, dan akan dipakai istrinya," kata bapak dua anak tersebut, Selasa (5/5/2026).
Bagi pria kelahiran Takalar, 13 Juni 1985 itu menolong jemaah Indonesia adalah prioritas petugas haji.
Lettu Abdul Azis, mendorong kursi roda jemaah lansia AljazairAzis akhirnya memutuskan membantu jemaah Aljazair tersebut selagi kloter jemaah Indonesia belum berdatangan ke bandara.
Azis lantas menanyakan posisi bus suami istri lansia Aljazair itu. Lantaran mempertimbangkan waktu dan risiko keduanya tertinggal bus jika harus mengembalikan kursi roda sendiri, Azis pun berinisiatif mendorong kursi roda jemaah haji Aljazair itu.
"Akhirnya saya dorong kursi roda itu dari tempat mereka sampai ke kendaraan (bus)," kata dia.
Baca juga: Jemaah Haji Wajib Vaksin Maksimal 10 Hari Sebelum Musim Haji, Ini Aturan Arab Saudi
TNI yang bertugas di Yonif Raider 700/WYC Makassar tersebut mendapat apresiasi dari pasangan suami istri asal Aljazair yang dibantunya. Keduanya merasa terharu atas bantuan yang diberikan Azis dan bebrapa kali mengucap terima kasih.
"Dia bertanya saya dari negara mana, saya menjawab kami petugas haji Indonesia," kata dia.
Meski tampaknya sederhana, bantuan yang diberikan Azis merefleksikan Islam sebagai agama perdamaian. Islam menjunjung tinggi kemanusiaan tanpa mengenal ras, suku, dan batas wilayah.
Bagi Azis, menolong dan berbuat baik sebenarnya adalah sifat dasar manusia. "Khoirunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi banyak orang. Saya mencoba mempraktikkan bahwa kemanusiaan itu tidak mengenal batas wilayah," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang